Ada Apa Dengan Gunung Ungaran

kebun teh gunung ungaran

kebun teh gunung ungaran

gecamp di atas curug lawe

ngecamp di atas curug lawe

Pernahkah anda mendaki gunung ungaran? Saya pernah lho!! (ini bukan peryataan pamer,hanya sok lebay saja hegheg..). Gunung ungaran terletak di kabupaten semarang jawa tengah dan terlihat jelas dari kota ungaran. Gunung ini tingginya sekitar 2000 meter DPL. Walaupun tidak setinggi gunung lain yang biasanya didaki, gunung ini layak untuk didaki😀

Alkisah saya dan mbak yayuk diajak teman-teman kapalasastra (mapala fakultas ilmu budaya) untuk mendaki ungaran. Kami berangkat bersepuluh orang dengan sepeda motor, dari jogja kira-kira jam 9 pagi dan sampai di semarang jam 9 malam. 12 jam!!! .Normalnya perjalanan jogja-semarang adalah 3 sampai 4 jam. Yaah perjalanan kami waktu itu memang abnormal, nyasar, ban bocor, ketemu kecelakaan mengerikan di jalan, ketangkep polisi karena ga pake helm standar, dan masih banyak keabnormalan lainnya. Walaupun cuapeekk, untung saja kami semua sehat wal afiat dan selamat sampai di tujuan,di rumah salah seorang pecinta alam di semarang.

Setelah istirahat sebentar, cuma satu jam untuk mandi, sebuah mobil bak terbuka telah disiapkan untuk mengantar kami sampai di titik awal pendakian ungaran. Setelah satu jam lebih melintasi perkebunan jati dan karet yang gelap (yaa jelas wong malem kok), kami sampai di Jimbaran. Di sana kami leyeh-leyeh sebentar sambil makan malam. Dan pendakian dimulai!! Kami melalui hutan, beberapa rumah penduduk dan perkebunan teh sepanjang malam dengan pemandangan lampu-lampu kota semarang dan ungaran di kejauhan. Langit malam itu juga cerah penuh dengan bintang baik yang hanya menggantung atau yang jatuh (hegheg).

Akhirnya subuh datang dan kami mendirikan tenda tepat di samping goa jepang di tengah-tengah perkebunan teh di dekat dusun tertinggi di gunung ungaran (saya lupa nama dusunya😦 ). Oya saya baru sadar! Apa dusun?? jadi setelah semalaman mendaki tadi kami masih ketemu dusun? . Dan beberapa menit kemudian saya melihat truk penuh dengan murid sekolah tiba di dusun itu. Saya sedikit menyesal karena ternyata dusun itu masih bisa ditempuh dengan kendaraan berat seperti truk, walaupun medannya sangat menyakitkan untuk kendaraan. Kasihan truk itu (hiks..hiks). But eniwei saya tetap senang berada di tengah perkebunan teh yang luas, hijau, dingin dengan udara yang suangat swegerr dan dengan pemandangan puncak gunung ungaran yang tampaknya tidak jauh lagi (tampaknya lho yaa….).

top of ungaran

puncak ungaran dilihat dari perkebunan teh

Jam 9 pagi, lanjut ke puncak ungaran! Bagi saya pendaki tanpa daya dan lemot ini, perjalanan ke puncak yang kira-kira menempuh waktu 2.5 jam ini sangatlah berat. Banyak pohon tumbang menghalangi jalan saya (mungkin karena banyaknya badai yang terjadi di sana). Oya saat itu ada mas-mas yang dengan baik hatinya menemani saya, meskipun saya tau mas-mas itu pasti sebel karena harus menemani pendaki amatiran paling lemot ini. Dengan sekuat tenaga yang ada akhirnya kami sampai juga di puncak!! Yuhuuu! Terlihatlah tenda kami jauh di bawah sana bagaikan titik di tengah hamparan perkebunan teh yang sangat luas. Keren sekali rasanya!!

Saat enak-enaknya menikmati pemandangan dari puncak tiba-tiba saja saya kebelet pipis. Saya meminta tolong mbak yayuk menjaga “kegiatan” saya itu. Karena saya bingung saya memilih tempat di bawah rerimbunan pohon besar. Hmm saya sampai dua kali mipisin pohon itu dengan perasaan merinding. Yang penting saya sudah baca doa, semoga tidak terjadi apa-apa.

Jam 3 sore kami sampai di tenda kembali. Salah seorang pentolan anak-anak alam itu memutuskan untuk turun gunung saat itu juga dan mencari tempat “ngecamp” yang lain. Sebenarnya saya capek banget nget nget, dan saya merasa heran dengan mereka yang kekutan fisiknya ga ada abis-abisnya. Tapi apa boleh buat, daripada ditinggal ya lanjut saja😀. Perjalanan turun ini tidak melewati jalur yang sama pada saat berangkat. Kami melewati hutan yang benar-benar lebat dipenuhi pohon-pohon besar berusia ratusan tahun. Hampir maghrib, kami memutuskan untuk ngecamp di pinggir sungai di tengah hutan, middle of nowhere. Untung masih ada sinyal, jadi bisa online sebentar deh (hegheg). Setelah seharian kami ngecamp, istirahat, makan, tidur, pijetan dan nyanyi-nyanyi, kami melanjutkan perjalanan turun pada siang harinya. Medan turun ini adalah yang paling ekstriiim dalam hidup saya karena kami harus menuruni tebing dengan bantuan tali-temali yang terbuat dari akar pohon (salah satu teman kami yang merangkainya). Kalau terpeleset sedikit saja, jatuhlah saya ke sungai jauh di bawah sana. Di sela-sela adegan turun tebing itu kami melihat air terjun tidak jauh di sebelah kanan kami dan itu membuat saya sedikit tidak takut karena rasanya pengen segera sampai di air terjun itu. Finally semua turun dengan selamat dan kami bermain di air terjun yang ternyata sudah menjadi tempat wisata komersil. Jadi? ternyata tadi banyak muda-mudi yang menyaksikan adegan turun tebing kami😀. Air terjun tersebut dinamakan curug lawe oleh penduduk setempat. Tempat yang asik buat cebar-cebur deh.

Sampai di rumah (di jogja ofcourse..) badan saya pegal, linu, letih, lesu dan sakit semua. Pagi harinya datanglah seorang tukang pijet memijet badan saya sambil berbisik “mbak ini tak kasih jimat mbak, diolesin di leher dua kali sehari, mbaknya pipis sembarangan ya? Ada yang ngikutin lho mbak.”. Saya kaget!!! Hwaduuuuuuuuuuhhh……………………..

kebun teh ungaran

ungaran tea slope

Info kecil tentang pendakian gunung ungaran

– Terdapat dua jalur yaitu jalur gedong songo dan jalur jimbaran

– Jalur jimbaran bisa ditempuh dari semarang atau ungaran. Pemandangan menarik di pendakian jalur jimbaran adalah hamparan kebun teh yang luas dan air terjun curug lawe.

– Jalur gedong songo bisa ditempuh dari kota ambarawa menuju ke arah bandungan. Hal yang menarik di jalur ini , anda bisa sambil berwisata sejarah menikmati sembilan candi di candi gedong songo, bisa juga menaiki kuda sewaan sampai jalur pendakian.

Peta Gunung Ungaran dan sekitarnya

4 Komentar

Filed under Berkelana di Gunung

4 responses to “Ada Apa Dengan Gunung Ungaran

  1. Menarik sekali postingnya, sukses untuk anda.
    Kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru yang berjudul : “Pompa Turbin Pertama di Kabupaten Sikka”, dan artikel lain yang berguna.

  2. athena

    waaaaaaaaa, bagus nda. kamu cocok jd wartawan National Geographic

  3. k cUrug lawe kalo naik kNdaraan, terus kEndaraannya di titipin k penduduk terdekat,,, brp jam jlan kaki biar sampai curug lawe dr rmah penduduk terdekat yang dititipin kendaraan.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s