Candidasa, pengalaman snorkeling super amatir pertama saya

my excited face when we went snorkeling in candidasa

tampang excited saya ketika berperahu di candidasa. tampak pulau gili tepekong jauh dibelakang saya

Ini semua gara-gara sita yang sering cerita tentang pengalamannya snorkeling di candidasa, bali timur. Bikin ngiler dan mupeng! Dia bilang snorkeling di sana lautnya dangkal dan banyak ikan berwarna-warni, cocok untuk perenang cemen seperti saya😀 . Saya ingin ke sana, tetapi sita belum ada waktu untuk menemani saya. Tersebutlah christel, seorang bule cewe dari jerman yang tinggal di kost kami 2 minggu lamanya. Christel mengajak saya serta dalam turnya keliling pulau Bali. Minggu pertama dia keliling bali barat dan bali utara dengan motor sewaan sendirian. Minggu kedua saya dan dia bersama-sama keliling bali selatan dan bali timur.

Christel sangat ingin diving, dan saya ingin snorkeling saja. Sita langsung menyarankan untuk pergi ke candidasa, karena selain bisa melakukan dua hal tersebut, letaknya tidak terlalu jauh dari denpasar, yaitu selama dua jam perjalanan. Saya dan christel berangkat pagi-pagi dari denpasar dengan motor sewaan ke arah by pass ngurah rai terus menyusur ke arah timur. Kami bergantian saling memboncengkan, tapi lebih banyak saya yang di depan karena saya merasa was-was dibonceng oleh christel😀 .

Kami berhenti untuk beristirahat sejenak dan berwisata di pura goa lawah, salah satu pura terkenal di Bali. Goa lawah letaknya hanya di pinggir jalan utama, jadi sayang sekali kalau tidak mampir. Setelah kira-kira satu jam menikmati goa lawah yang penuh dengan hewan kesayangan batman, kami melanjutkan perjalanan kembali. Satu jam kemudian kami tiba di daerah padang bai, tempat pelabuhan ferry menuju ke lombok dan pulau nusa dua.

Pantai candidasa, letaknya hanya beberapa kilometer sebelah timur padang bai. Pantai ini merupakan salah satu daerah turis yang terkenal di Bali karena taman lautnya. Dari sini pulau nusa dua jelas terlihat dan pulau lombok di seberang timur samar-samar terlihat. Banyak terdapat hotel, home stay dan resto di kanan kiri jalan. Banyak pula agen yang menyediakan paket tur, terutama paket diving dan snorkeling. Kami berhenti di salah satu agen tur diving dan snorkeling. Seperti rumah makan saja, agen ini memasang daftar menu diving dan snorkeling dalam satu list. Untuk satu paket tur diving yang paling murah harganya Rp 400.000, sedangkan untuk snorkeling Rp 150.000. Karena kami sudah terlalu siang sampai di candidasa dan paket diving dimulai di pagi hari, christel akhirnya memutuskan untuk snorkeling bersama saya.

Si bli karyawan agen tur lalu mengajak kami berjalan kaki ke pantai candidasa dan memperkenalkan kami pada bapak pemilik perahu yang akan menjadi pemandu kami. Pantai candidasa berpasir abu-abu dan banyak terdapat perahu nelayan di pinggirannya. Ombak pantai saat itu lumayan besar, lebih besar dari ombak pantai kuta. Saya sempat was-was, karena saya jelas tidak yakin dengan kemampuan berenang saya. Si pemandu yang bernama bapak nyoman itu kemudian menyodorkan snorkle dan fin kepada kami. Wohooo alat apa ini? Saya belum pernah memakainya (culture shock!). Itu adalah kali pertama saya bersentuhan dan memakai snorkle sekaligus fin (deuuuh). Si bapak nyoman menyadari betapa kagoknya saya dengan alat itu, dia lalu mengajari saya bagaimana cara memakai alat dengan benar. Setelah pemanasan dengan cara lari-lari kecil dan menggerakkan badan ala SKJ 94 di bawah terik matahari (sukses terpanaskan), pak nyoman menggiring kami ke perahunya. Sebelumnya saya berpesan kepada pak nyoman untuk mencarikan lokasi snorkeling yang tidak terlalu dalam dan ombaknya tenang seperti cerita sita, karena saya tidak pandai berenang. Pak nyoman melihat aneh ke arah saya, mungkin dia membatin “ga bisa renang kok nekat snorkling?”😀 .

Tak jauh dari pantai candidasa terdapat sebuah gugusan pulau karang yang terlihat dari pantai, namanya pulau gili tepekong. Kata pak nyoman gili tepekong adalah tujuan snorkeling kami. Kami mulai naik ke perahu motor yang hanya muat maksimal 4 orang. Perahu kemudian mengarungi ombak bak arung jeram di sungai berarus super deras. Sumpah ombaknya besar sekali! Membuat kami terhuyung-huyung turun naik dan sesekali ombak besar sampai menghantam muka saya! Baju saya basah kuyup sebelum turun ke laut. Wah kalau ombaknya sebesar ini bagaimana caranya mengapung di lautan? Benar saja setelah kami sampai di pulau gili tepekong perahu kami masih turun naik drastis, ombaknya sangat tidak friendly untuk saya. Pak nyoman kemudian memakai snorklenya dan mencontohkan cara snorkeling di sana. Saya membatin, kalau lokasi snorkelingnya di sini lebih baik uang saya Rp 150.000 ribu hangus daripada saya mati tergulung ombak. Saya kemudian menyuruh christel untuk turun seperti pak nyoman. Christel ternyata menolaknya karena menurut dia ombaknya terlalu besar. Christel kemudian menyuruh saya berbicara kepada pak nyoman untuk mencarikan lokasi yang lain dan berombak tenang. Pak nyoman setuju tetapi meminta kami untuk membayar ekstra Rp 100.000 lagi dengan alasan tempatnya jauh. Christel menolaknya keras. Setelah saya pasang tampang memelas akhirnya kami deal di angka Rp 30.000, lumayan murah lah. Ketika kami akan berangkat meninggalkan pulau gili tepekong saya melihat beberapa penyu besar berenang di sekitar perahu. Wow! Pengalaman pertama saya melihat penyu di lautan bebas!😀

Setelah kira-kira setengah jam berarung jeram di atas perahu, sampailah kami di tempat snorkeling yang ombaknya kalem. Tempat tersebut dekat dengan daratan yang berbentuk bukit-bukit kecil yang bibir pantainya berpasir putih. Christel kemudian tersenyum senang dan terlihat tak sabar untuk turun. Saya sadar meskipun ombak di sana kalem, kedalamannya masih sekitar 2 sampai 4 meter dan saya belum pernah berenang di tempat yang dalamnya lebih dari 1,5 meter! Dan ini di laut lepas! Daratan masih sekitar 100 sampai 200 meter dari perahu. Setelah pak nyoman mengaitkan jangkar ke dasar laut, christel kemudian menyeburkan diri dan berenang ke sana kemari. Sesekali ia melihat ke arah saya dan mengacungkan jempol tanda ia melihat banyak hal menarik di bawah sana. Pak nyoman melihat ke arah saya dan menyuruh saya untuk turun. Awalnya saya ragu, tapi buat apa saya sudah membayar mahal kalau pada akhirnya saya tidak berani turun. Akhirnya dengan tekad bulat saya turun, walaupun sebelumnya saya mewanti-wanti pak nyoman untuk memegangi saya kemanapun arah saya berenang. Ternyata pak nyoman memang baik hati, dia menggandeng saya dan menunjukkan beberapa spot menarik kepada saya. Apa yang terjadi di bawah sana?? Karena itu kali pertama saya melihat taman laut, saya lupa bahwa kemampuan berenang saya minim. Pemirsa! Saya melihat banyak hal indah di bawah laut! Terumbu-terumbu karang hidup berwarna-warni membentuk satu gugusan indah yang sesekali bergoyang-goyang karena arus laut dan senggolan ikan-ikan yang main petak umpet. Seperti perbukitan kecil di bawah laut. Ikan-ikan hias berwarna-warni dan berbagai macam ukuran menghampiri saya seperti sudah akrab dengan manusia (saya tidak lebay, ini beneran!😀 ). Ikan-ikan itu ada yang berenang secara berkelompok dan ada yang berenang sendirian. Biru, perak, hitam, kuning, merah silih berganti muncul di hadapan saya. Saya tidak tahu itu jenis ikan apa, yang saya tahu cuma satu jenis yaitu clown fish alias si nemo. Ternyata si nemo juga hidup di perairan ini. Selain ikan hias dan terumbu karang, saya juga melihat beberapa bintang laut, kepiting, udang dan kuda laut🙂 . Sayangnya di tempat ini tidak terdapat penyu seperti di gili tepekong.

christel sedang bergaya

christel sedang bergelayut di cadik perahu

Sembari mengambil nafas dan beristirahat saya bergelayut pada cadik perahu. Bila saatnya saya ingin berputar-putar lagi pak nyoman siap mengawasi dan menggandeng saya. Saking asyiknya melihat-lihat pemandangan bawah laut, saya malah tidak sadar kalau sudah beberapa puluh meter jauh dari perahu. Setelah kira-kira dua setengah jam kami berada di tempat itu, saya dan christel memutuskan untuk kembali, walaupun pak nyoman malah menyuruh kami lebih berlama-lama di tempat itu. Saya kemudian bertanya kepada pemandu kami itu, mengapa di tempat ini yang notabene dekat dengan perkampungan taman lautnya masih terjaga dengan baik. Pak nyoman kemudian menjelaskan panjang lebar bahwa memang seharusnya begitulah hidup, harmonis dengan alam dan menjaga kelestariannya. Pak nyoman yakin jika manusia merusak kelestarian alam maka akan ada karma besar yang akan menimpa mereka. Selain itu taman laut yang masih terjaga adalah aset utama daya tarik pariwisata di candidasa. Saya kagum dengan orang-orang Bali di sini, cara mereka menjaga alam malah mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Saya mulai membandingkan tempat itu dengan pantai utara sepanjang pulau jawa yang telah rusak parah dan banyak sampah😦 (jelas bedaa jauhhh).

Setelah sampai di pantai candidasa dan menyelesaikan urusan administrasi dengan pak nyoman, saya dan christel merasa sangat kelaparan. Memang di sekitar sana banyak resto yang banyak dikunjungi bule, tetapi kami ingin sesuatu yang lain. Tak jauh dari sana saya melihat warung tenda pinggir jalan yang sedang berkegiatan bakar-membakar😀. Ternyata itu adalah warung sate lilit yang merupakan makanan khas bali timur. Sate lilit berbahan dasar ikan, jenisnya ada dua, ikan yang dagingnya ditusuk dan dibakar begitu saja dan ikan yang diberi bumbu kelapa parut yang tebal. Satu porsi sate dan lontongnya harganya cukup Rp 8000 saja. Setelah kenyang kami dengan berat hati meninggalkan candidasa yag penuh kenangan bersama para ikan-ikan cantik. Kalau saya ke Bali lagi saya akan datang ke sana lagi, tetapi tidak dengan membayar tur untuk snorkeling dan naik perahu. Rasanya saya tahu bagaimana caranya menuju spot snorkeling itu lewat darat walaupun harus menaiki bukit dan menyisir pantai😀 .

PS : sebenarnya saya mempunyai banyak foto di candidasa tetapi hancur karena dimakan virus😦 . hanya foto tampang kucel saya saja yang tersisa😀

4 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

4 responses to “Candidasa, pengalaman snorkeling super amatir pertama saya

  1. wah mantap neh pengalamannya…saya telah membacanya dari awal hingga akhir, kapan anda ke candidasa? mudah-mudahan bisa balik lagi ke candidasa untuk menyelam..hehehehe..dicandidasa memang bagus tempatnya untuk berenang dan bersantai
    salam kenal..

    • @balicandidasa : asli Bali ya? salam kenal juga😀 , kalau saya main ke Bali lagi pasti ke sana deh, saya suka terumbu karangnya, tapi kaau menyelam ga bisa😦 , nanti saya snorkeling saja, sambil bawa ban hehe

  2. iya donk saya asli bali / saya memang asli dari candidasa tempat saya di depan pura candidasa atau sebelah selatan kolam candidasa. nanti kalo kebali lagi saya yg antar keliling menyelam sambil bawa speargun untuk menembak ikan nanti bikin api unggun sambil bakar ikan wah… pokoknya mantap. hehehehe….nanti bisa di lihat di http://www.balicandidasa.com online 24 jam siapa tahu nanti ada temannya yg kebali, hehehe

  3. Kalau di Pulau Tidung, bersnorking bisa sambil memberi makan ikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s