Plesiran Karimunjawa Part 2

welcome to karimunjawa!

selamat datang di karimunjawa!

“Selamat datang di Karimunjawa” , tulisan yang terpampang di gapura pelabuhan. Rasanya lega sekali bisa menginjakkan kaki di daratan, setelah 6 jam terombang-ambing di tengah lautan. Ferry KMP Muria merupakan kapal terbesar yang berlabuh di dermaga pelabuhan sore itu (emang ada ferry yang lain?😀 ). Selain ferry, hanya kapal cepat KM Kartini yang berangkat dari semarang dan beberapa kapal nelayan yang merapat di dermaga. Sore itu banyak sekali orang berkumpul di pelabuhan, ada yang menjemput saudara-saudara mereka dengan motor dan banyak tukang becak menawarkan jasa mereka mengantar penumpang ke tujuan. Karena penginapan kami tidak jauh dari pelabuhan maka kami berjalan kaki.

Baliho besar yang menggambarkan peta kepulauan karimunjawa terpampang di sudut jalan utama. Ada 27 pulau yang berada di wilayah kepulauan ini, dengan pulau karimunjawa dan pulau kemujan sebagai pulau terbesarnya. 5 menit berjalan kaki, sampailah kami di losmen dafista. Losmen ini hampir seluruh kamarnya disewa oleh kelompok backpacker kami. Saking senangnya sampai di Karimunjawa teman-teman lupa akan rasa capek di atas ferry. Setelah menaruh barang di kamar masing-masing, kami langsung cabut ke sebuah pantai dengan naik mobil bak terbuka lalu jalan kaki.

going to the beach!

lets go to the beach!

asal nyeburr

asal nyebur di pantai yang (mirip) di laskar pelangi

Saya lupa nama pantainya, tetapi letaknya di belakang sebuah resort mewah bergaya tropis dan memiliki taman yang tertata asri, 20 menit berjalan kaki dari losmen dafista. Pantainya berombak tenang dan sangat nyaman untuk berenang walaupun sampai jauh dari bibir pantai sekalipun. Di sepinggir pantai terdapat bungalow kecil dan jejeran kursi untuk berjemur. Kami turun beramai-ramai ke air, berenang ke sana kemari. Sesekali tampak ikan berwarna warni berenang di dekat saya, sayang tak ada yang membawa snorkle waktu itu. Susunan batu di sebelah kiri pantai mrip dengan batu-batu di lokasi film laskar pelangi, berwarna cerah dan besar-besar. Kami bermain di sana sampai sebelum maghrib. Saat kami beramai-ramai keluar, salah satu teman kami dicegat oleh bapak penjaga resort. Ternyata itu adalah private resort and beach, dan masing-masing dari kami harus merogoh kocek sebesar Rp 12.500 sebagai uang masuk😦 .

Tahukah anda bahwa listrik di Karimunjawa hanya menyala selama 12 jam setiap harinya? Listrik di sana hanya bisa dimanfaatkan dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi, jadi tak ada listrik sepanjang pagi dan siang. Kami berebutan untuk mengisi ulang batere hape atau kamera di sejumlah colokan yang jumlahnya terbatas itu. Waktu itu sinyal dari operator selular saya hidup segan matipun tak mau sehingga membuat boros batere.

Setelah makan malam dengan menu ikan goreng, kami semua berkumpul di sebuah pantai di dekat pelabuhan. Kami berapi unggun bersama-sama sambil sharing pengamalan traveling, beryanyi dan bermain game ala couchsurfer Indonesia. Minggu paginya, kami sudah siap jam 8 pagi untuk island hopping di pelabuhan. Kami merasa beruntung karena cuaca sangat cerah di musim hujan. Masing-masing dari kami menyewa peralatan snorkeling lengkap dengan life jacket seharga Rp 30.000. Cukup murah bukan ? Dua perahu besar bermuatan 20 orang, siap mengangkut kami. Karena jumlah kami tidak sampai 40 orang, masing-masing perahu hanya berisi 17 dan 18 orang saja.

pulau kecil karimunjawa

pantai berpasir putih dan dermaga pulau kecil

siap terjun

bersiap untuk snorkeling

30 menit kami mengarungi lautan terasa seperti arung jeram karena ombak beberapa kali menyapu tubuh-tubuh kami yang masih kering. Pulau pertama yang menjadi jajakan kami adalah pulau kecil. Pulau yang luasnya tidak lebih besar dari lapangan bola ini memiliki dermaga kayu nan eksotis dan beberapa bungalow kecil diantara tanaman kelapa. Dari dermaga kami bisa melihat terumbu-terumbu karang dan ikan-ikan kecil berenang saking beningnya air laut di sana. Kegiatan snorkeling langsung dimulai begitu kami tiba di sana. Saya bukan perenang handal maka saya snorkeling dengan menggunakan life jacket, meskipun ini memberatkan ruang gerak saya. Setelah setengah jam asyik memandangi ikan-ikan dan terumbu karang yang cantik-cantik dan berwarna-warni, saya baru sadar bahwa tubuh saya terbawa ombak jauh dari teman-teman. Saya mencoba berenang ke arah mereka, tapi terasa berat karena arah angin sedang melawan saya. Untung saja terdapat peluit untuk minta tolong di life jacket saya. Saya lalu meniupnya tanpa ragu-ragu, pendamping snorkeling kami segera berenang ke arah saya dan menyeret saya ke dermaga dengan cepatnya. Whoaa, secepat ini dia bisa saja menjadi atlet renang nasional😀.

ikan karimunjawa

ikan-ikan yang dipelihara di pulau tengah

pesisir pantai pulau tengah

pesisir pantai pulau tengah karimunjawa

Saatnya ke pulau berikutnya! Dari pulau kecil kami menuju ke pulau tengah yang letaknya hanya memakan waktu beberapa menit saja dengan perahu. Pulau tengah jauh lebih besar dari pulau kecil dan memiliki dermaga kayu lebih panjang daripada dermaga pulau kecil. Diantara dermaganya terdapat beberapa rumah panggung yang disewakan kepada pengunjung. Selain itu terdapat keramba terbuka yang luas untuk memelihara beberapa ikan laut. Saking beningnya air laut di sini, kami dapat dengan mudah melihat ikan-ikan besar yang ditangkarkan di sini. Di pulau ini kami menikmati pantai yang berpasir putih dan bersih. Hanya beberapa orang kawan saja yang masih kuat snorkeling. Saya merasa capek, jadi hanya mengelilingi pulau dan bermain ombak. Setelah makan siang dengan nasi kotak yang di bawa langsung dari pulau utama, kami melanjutkan perjalanan ke pulau berikutnya.

Di pulau sintok, yang tidak jauh dari pulau tengah, kami tidak merapat atau menepikan perahu ke daratan. Pemandu kami hanya melepaskan jangkar beberapa puluh meter dari pulau. Pulau sintok terlihat masih liar dengan tumbuhan tinggi-tinggi dan tak teratur. Pemandu kami mengatakan, bahwa tempat ini adalah salah satu tempat terbaik untuk snorkeling. Maka turunlah kami beramai-ramai untuk snorkeling. Saya sempat melihat beberapa ikan dengan bentuk unik dan gugusan terumbu karang bertumpuk-tumpuk. Sayang saya juga melihat beberapa gelintir sampah plastik dan bungkus rokok terombang-ambing di lautan😦.

kolam hiu karimunjawa

kolam hiu di pulau menjangan besar karimunjawa

Hari telah menjelang sore, kami harus mengehentikan snorkeling dan pulang ke penginapan. Di perjalanan, perahu kami sempat macet dan terpaksa diseret oleh perahu satunya lagi. Sebelum kami pulang ternyata kami diberi bonus singgah ke pulau menjangan besar yang hanya berseberangan dengan dermaga utama karimunjawa. Pulau ini terkenal sebagai tempat penangkaran hiu. Terdapat beberapa kolam hiu dengan berbagai macam ukuran hiu besar dan kecil. Saya tidak tahu jenis hiu apa yang ditangkarkan di sini, yang jelas hiu-hiu tersebut bukan merupakan jenis white shark yang sangat berbahaya. Si pemandu mencontohkan adegan berenang dengan hiu di kolam itu. Karena sepertinya hiu-hiu tersebut baik hati dan tidak sombong maka kamipun bergantian menceburkan diri ke kolam itu dan berfoto-foto.

pelangi di karimunjawa

ga jadi sunrise jadinya pelangi!

Hari itu rasanya menyenangkan sekaligus melelahkan. Setelah makan malam dengan menu cumi-cumi saya langsung tepar, sedangkan teman-teman lain masih kuat untuk berpesta. Subuh harinya ketika yang semalam berpesta masih tepar, saya diajak beberapa teman ke sebuah pantai lumayan jauh dari penginapan sebagai salam perpisahan dengan pulau nan eksotis ini. Di pantai ini kami tak perlu membayar walaupun terdapat resor mewah di kawasan itu😀. Kami bermain di atas dermaga kayu yang begitu panjang sambil menunggu matahari terbit. Sayang langit pagi itu mendung jadi sunrisenya pun terlihat berjelaga awan kelabu. Untunglah kami dapat ekstra penampakan pelangi yang begitu cantik, sehingga pagi itu menambah warna di hati kami (jiaaaah). Jam 9 tepat, kami meninggalkan kepulauan karimunjawa dengan kapal ferry yang sama, KMP Muria. Perjalanan mendung dan hujan dihabiskan dengan cara bermain game bersama. Sesekali beberapa ekor lumba-lumba menyapa kami dengan cara berenang berloncatan mendekati kapal ferry.

3 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

3 responses to “Plesiran Karimunjawa Part 2

  1. idrus

    KM Cepat Kartini juga berangkat dr pelabuhan Kartini Jepara nda…

    • Kalau KM cepat kartini berangkatnya dari pelabuhan tanjung mas semarang, cepat memang cuma 4 jam, dan katanya ga “terlalu” bikin mabok. Tapi kalau ga salah harganya sekali jalan 4 kali lipat KMP Muria , sekitar 120-140 rebu…

  2. Ping-balik: Plesiran Karimunjawa, pengalaman ke dua | Kelanakecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s