Inilah kisah TKW jadi-jadian sebulan di Malaysia part 1 – Saya dan Makanan :D

Suddenly I was in Malaysia dengan low cost airline dan paspor mahal dadakan yang terpaksa saya buat. Ini adalah pengalaman pertama saya ke luar negri dengan akomodasi dan makan gratis selama sebulan😀 . Kok bisa ? Waktu itu saya melamar sebuah pekerjaan yang di lowongannya tertera “bisa traveling ke luar negri”. Tanpa berpikir panjang saya melamar pekerjaan sebagai merchandiser di perusahaan itu. Saya diterima, dan baru dua bulan bekerja boss saya mengirim hampir semua karyawannya di Yogyakarta untuk mengerjakan sebuah proyek di kantor pusat Malaysia. Rasanya waktu itu saya seperti TKW ilegal, karena kami menggunakan visa traveling utuk bekerja satu bulan di negeri jiran. Untung saja di sela-sela pekerjaan saya yang padat saya masih sempat traveling di akhir pekan, jadi masih bisa disebut traveler kan?😀

Selama sebulan itu saya dan beberapa teman sering berputar-putar komplek perumahan tempat kami tinggal untuk mencari makanan-makanan yang tidak ada di Indonesia. Terkadang kami ke rumah makan india untuk makan roti canai dengan kuah kari atau sambal. Roti canai di Malaysia termasuk makanan yang sangat terjangkau dan lumayan membuat perut kenyang. Harganya kira-kira 1 ringgit atau Rp 3000 saja😀. Variasi roti ala india ada bermacam-macam, tidak hanya roti canai. Ada roti bom yang bentuknya seperti kukusan tumpeng😀 dan rasanya manis serta ada pula roti pita yang teksturnya tipis dan manis. Selain aneka macam roti, di rumah makan india juga menyediakan nasi dengan berbagai macam lauk yang tentu saja semuanya berbumbu kari. Pada umumnya makan di rumah makan india akan menghabiskan 2 ringgit sampai 5 ringgit. Untuk minuman, kami biasanya memesan teh tarik hangat atau teh tarik dingin seharga 1 ringgit. Yang unik rumah makan india juga menyediakan makanan instant olahan seperti di warung-warung burjo. Mi instant yang biasanya dimasak di sana bermerk maggie dan berharga 3 ringgit, jauh lebih mahal daripada di warung burjo😀.

Selain rumah makan India, untuk jajan sehari-hari kami juga menyambangi rumah makan melayu dan rumah makan cina. Di rumah makan melayu menu dan rasa sedikit mirip dengan masakan jawa. Selain terdapat menu wajib yaitu nasi lemak, terdapat pula menu ayam goreng dan olahan sayuran seperti di warung tegal😀. Menurut saya makanan melayu cenderung lebih manis dari makanan jogja yang saya kira paling manis😀. Rumah makan melayu juga menyediakan minuman kopitiam khas Malaysia.

Rumah makan cina di Malaysia kebanyakan terdapat di pemukiman etnis tiong hoa, seperti di tempat saya tinggal. Karena di sebagian besar rumah makan cina terdapat menu babi, maka jarang sekali ada orang melayu dan india yang terlihat makan di sana. Menu chinese food di sana sangat variatif , banyak aneka macam masakan yang belum pernah saya temui di menu rumah makan chinese food yang ada di Indonesia. Selain chinese food yang dijual di rumah makan, terdapat juga chinese street food yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Biasanya terdapat aneka macam gorengan yang disebut dengan gorengan ball, aneka macam dim sum dan aneka jajanan manis seperti kue mantou. Gorengan ball adalah salah satu favorit saya. Tidak seperti gorengan yang ada di Indonesia, gorengan ball di Malaysia sebagian besar terbuat dari olahan tepung, ikan, ayam, udang dan telur. Harga gorengan ball tergolong mahal. Untuk 5 sampai 6 pilihan gorengan biasanya saya habis sekitar 10 ringgit atau sekitar Rp 30.000. Aneka jajanan manis harganya lebih terjangkau, harganya berkisar 1 sampai 1,5 ringgit. Selain itu yang selalu ada di pinggir-pinggir jalan adalah penjual kepak ayam berwarna merah dan rasanya manis. Kepak adalah bahasa lain dari sayap. Harganya sekitar 2 ringgit.

di asia cafe subang jaya

di asia cafe subang jaya

Seperti halnya di Indonesia tempat makan yang populer di Malaysia adalah di foodcourt supermarket atau mall. Ada pula foodcourt khusus yang di bangun di urban area. Salah satunya adalah asia cafe di daerah subang jaya. di foodcourt asia cafe ini terdapat banyak stand makanan, mulai dari makanan jepang, thailand hingga eropa. Menurut saya tempat ini adalah salah satu icon tempat gaul untuk kaum muda di Malaysia. Selain stand makanan di sekeliling asia cafe juga terdapat cafe-cafe seperti starbucks cafe.

sate padang ala malaysia

sate padang ala malaysia

Makanan lain yang pernah saya coba di Malaysia adalah sate padang! Penjualnya adalah orang asli padang juga, tetapi jangan kira rasanya seperti sate padang yang ada di Indonesia. Sate padang di malaysia rasanya sangat manis dan bumbunya terbuat dari kacang. Sate disajikan dengan ketupat dan potongan cabe rawit. Daging ayam yang sudah ditusuk dilumuri bumbu yang dicampur dengan larutan gula. Harganya sekitar 5 ringgit atau Rp 15.000. ini merupakan sate ayam termanis yang pernah saya makan😀

Menurut anda, apa minuman yang paling populer di Malaysia? Salah seorang rekan kerja saya, sebut saja Mel, sangat menyukai milo, minuman coklat instant yang biasanya dijual dalam bentuk kaleng atau sachet di Indonesia. Di Malaysia minuman milo dijual layaknya seperti es teh dan es jeruk di Indonesia. Dari warung kecil sampai rumah makan besar selalu menjual milo ice dan hot milo. Tentu saja Malaysia menjadi surga bagi Mel yang maniak milo ini karena tidak hanya milo yang berbentuk minuman, di supermarket atau mini market milo juga dijual dalam bentuk coklat batangan dan es krim. Minuman favorit saya ketika di malaysia adalah slurpee berwarna biru yang dijual di seven eleven. Harganya sekitar 2,5 ringgit dan jarang sekali ditemukan di Indonesia😀. Selain slurpee saya juga menyukai air mata kucing, minuman yang terbuat dari sari buah kelengkeng yang dijual di tempat-tempat ramai di Malaysia.

So? it was my food experience in Malay. Selebihnya saya makan makanan buatan TKW asal Jombang bernama mbak Yani, yang tak kalah enaknya😀

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri, Travel Food and Fruit

One response to “Inilah kisah TKW jadi-jadian sebulan di Malaysia part 1 – Saya dan Makanan :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s