Inilah kisah TKW jadi-jadian sebulan di Malaysia part 2 – KL in a flash

Ketika saya berkantor di Malaysia selama satu bulan, saya hanya punya libur pada hari minggu saja. Hal itu membuat saya tidak bisa bepergian jauh-jauh dari tempat saya tinggal padahal ada sebuah tawaran menggiurkan dari couchsurfer lokal Malaysia. Mereka mengajak saya untuk menghabiskan sabtu dan minggu ke perak untuk melihat wildlife di sana. Untung saja saya masih bisa jalan-jalan walaupun hanya seputar KL dari tempat belanja yang satu ke tempat belanja yang lain😀. Jujur saya lebih suka berkelana di desa atau di alam liar daripada berputar-putar kota metropolitan karena saya takut terlihat terlalu ndeso ketika melihat gedung-gedung pencakar langit😀. Saya juga orang yang tidak tahan melihat barang-barang unik ketika jalan-jalan, jadi kalau jalan-jalan ke tempat belanja saya takut kehabisan uang😀.

the twin tower of petronas

menara kembar petronas

air mancur di KLCC park

air mancur di KLCC park

bergaya aneh

bergaya aneh dengan latar belakang KL tower dan gedung pencakar langit KL

Akhir pekan pertama saya pergi bertiga dengan teman sekantor saya. Kami dijemput oleh calon suami sepupu teman saya mel (bingung ga?) bernama zahril dan temanya fazli dengan mobil proton mereka. Dari tempat kami tinggal ke KL kira-kira hanya 45 menit melewati jalan tol yang menurut saya jalurnya sangat membingungkan😀. Tujuan pertama kami adalah menara kembar petronas, landmark KL yang sudah termahsyur ke seluruh dunia itu. Kalau saya harus mengulangi rute dari tempat parkir ke suria mall, mall yang merupakan bagian dari bangunan menara petronas, saya bisa ling lung saking rumitnya😀. Sebelum kami bersenang-senang di KLCC park yaitu taman luar mall yang merupakan view point tempat berfoto dengan menara kembar itu, kami makan dulu di foodcourt suria mall. Saya sempat takut makan di sana karena di mall semewah itu pasti makananya akan sangat muahaall. Ternyata tidak juga, setelah survei makanan apa saja yang ada di foodcourt itu, harga makanan di mall suria dengan mall yang ada di jogja sama saja. Saya lalu memesan kebab spesial seharga sekitar Rp 12.000 dan minuman seharga Rp 6000. Setelah kenyang kami lalu berjalan-jalan di KLCC park untuk berfoto dengan menara kembar itu. Sebenarnya kami ingin naik sampai skybridge, jembatan yang menghubungkan ke dua menara itu, namun saat itu sedang ditutup untuk umum😦. hari minggu itu taman di depan suria mall ramai pengunjung. And guess what? Kebanyakan pengunjungnya adalah orang Indonesia. Mereka adalah para TKI yang sedang menghabiskan akhir pekan. Di saat kami sedang berfoto ada sekelompok mas-mas yang terlihat excited melihat ada orang Indonesia lain berfoto-foto dengan pedenya (hehe). Yang annoying adalah mereka suka menggoda semua mbak-mbak yang lewat di depan mereka dengan siulan-siulan (kebiasaan di kampung dibawa-bawa😦 ).

Setelah puas bermain di KLCC park, kami lalu jalan-jalan di suria mall yang hampir seluruh tenantnya adalah barang branded. Salah satu brand yang biasanya menjadi tujuan wisatawan Indonesia di KL adalah vincci karena harganya cenderung lebih miring daripada vincci yang dijual di Indonesia. Kalau di Indonesia sepasang sepatu vincci biasanya dibandrol dengan harga Rp 300.000 ke atas, di KL anda dapat menemukan sepatu vincci dengan harga Rp 60.000. Sebagai gadis normal kami jadi tergiur untuk belanja di outlet vincci. Saya membeli high heels 5 cm dengan harga Rp 120.000, dan Mel teman saya membeli beberapa macam barang seperti sunglasses dan jam tangan. Ketika kami berbelanja di vincci rasanya seperti bukan di sebuah outlet branded karena saking banyaknya orang yang antri untuk mencoba dan membeli. Sebenarnya outlet vincci tersebar di beberapa mall yang ada di KL. Saya juga sempat melihat-lihat outlet vincci yang ada di sungai wang mall dan pengunjungnya tidak padat seperti yang di suria.

pasar seni central market KL

pasar seni “central market” KL

suasana di dalam central market

inside central market KL

Little India di central market

little india di central market KL

Tujuan kami berikutnya setelah KLCC dan twin tower adalah, KL tower yang terletak hanya beberapa menit dari KLCC. Berbeda dengan twin tower yang tingginya sekitar 451 m dan tidak dapat dinaiki sampai puncak, KL tower mempunyai ketinggian lebih pendek sedikit yaitu 423 m dan bisa dinaiki sampai puncak. Kami berada di areal KL tower mungkin hanya sekitar 10 menit, karena ketika kami tahu tiket untuk naik sampai ke puncak sekitar Rp 100.000 lebih, kami mengurungkan niat untuk sampai ke atas (jalan-jalan kere :D). Kami lalu diajak dua mas-mas malay ini ke sebuah tempat belanja yang berbentuk pasar seni dengan nama KL central market. Menurut saya barang-barang yang diperdagangkan di central market dibagi menjadi 3 jenis, yaitu barang-barang dari Cina, barang-barang dari India yang disebut dengan little india dan barang-barang dari Indonesia. Lhoo? Mana barang asli Malaysianya? Ketika saya membeli 10 buah gantungan kunci Malaysia untuk oleh-oleh, si pedagangnya bercerita bahwa barang-barang kerajinan yang ia jual kebanyakan berasal dari Bali. Saya sempat kecewa karena tidak dapat menemukan barang kerajinan khas asli dari malaysia😦 sampai akhirnya saya menemukan sebuah kaos dengan payet yang terlihat etnik dan saya belum pernah melihat kaos seperti itu di Indonesia. Saya kemudian membeli kaos itu dengan harga sekitar 15 ringgit atau Rp 45.000. Belakangan saya baru tahu ternyata di dalam kaos saya itu tertulis tulisan “made in thailand”.

Dari central market kami kemudian diajak jalan-jalan ke sebuah toko furniture dan home appliance yang sangat terkenal di seluruh dunia dan belum ada di Indonesia (wedeeh). Untuk mencari tempat parkir kosong di toko yang luasnya sama dengan sebuah mall besar itu sangat sulit karena hari minggu itu banyak orang yang berbelanja di sana. Oh yaa nama toko itu adalah IKEA dan berada di wilayah damansara. Sebenarnya bagi saya toko ini sangat menyenangkan untuk window shopping😀 karena mereka mempunyai konsep display yang sangat menarik. Akan tetapi karena waktu itu IKEA sedang padat orang seperti antri sembako, saya merasa kurang nyaman untuk melihat-lihat. Barang-barang di IKEA damansara dibandrol dengan beraneka macam harga dan menurut saya tidak cukup terjangkau untuk kantong saya (pamer kekerean lagi :D).

di stasiun monorail KL

di stasiun monorail KL

downtown KL

downtown KL

mose dulu di depan gerbang petaling street

mose dulu di depan gerbang petaling street

Akhir pekan berikutnya bos saya mengajak seluruh karyawan dari Indonesia ke down town KL, petaling street atau china town serta beberapa mall seperti bukit bintang dan sungai wang dengan menaiki kereta MRT dan kereta monorail. Lumayan lah saya bisa belajar bagaimana membeli karcis secara otomatis😀. Pertama, saya mencoba naik kereta MRT yang lumayan sesak penumpang saat itu. Namanya juga kereta bawah tanah yang mengandalkan kecepatan, saya tidak bisa melihat pemandangan apapun dari dalam kereta😀. Saya lumayan excited menaiki kereta monorail yang seperti kereta mainan ini karena saya bisa melihat down town KL dari kereta ini. Rasanya jika saya punya waktu dan kesempatan lebih saya ingin mengelilingi kota dengan kereta ini.

Petaling street atau yang lebih dikenal sebagai cina town di kuala lumpur adalah sebuah komplek pasar yang menjual aneka macam barang dari pernak-pernik tentang KL sampai tas-tas branded KW super. Petaling street dipenuhi dengan warna merah dan dihiasi lampu-lampu lampion khas pecinan membuat saya serasa berada di cina. Yang membuat khayalan saya pura-pura berada di cina tiba-tiba sirna seketika adalah lebih banyaknya pedagang india daripada pedagang cina di sana😀. Sepengamatan saya hampir sebagian besar pedagang di petaling street adalah orang india😀, sungguh akulturasi budaya yang unik. Di petaling street ini saya mengelilingi hampir seluruh bagiannya untuk mencari kaos-kaos dengan tulisan “Malaysia” sebagai oleh-oleh. Satu buah kaos ditawarkan seharga 15 ringgit atau sekitar Rp 45.000. Teman saya yang asli malaysia pernah menyarankan untuk menawar sampai dua per tiga-nya, jadi saya menawar kaos itu sampai 5 ringgit dan ternyata diberikan😀. Kios-kios yang paling umum di petaling street ini adalah kios tas branded KW super dengan kualitas yang baik. Harga tas-tas di sana berkisar dari 30 ringgit sampai 300 ringgit, tergantung kepandaian anda menawar juga.

Malaysian Tourism Centre

Pusat Pelancongan Malaysia🙂

Tips jika mau traveling hemat ke Malaysia :

  • Jika anda suka makan dengan saos sambal, bawalah saos sambal dari Indonesia. Percayalah! Anda akan tahu jika saos sambal sangat berguna di sana😀.
  • Keperluan pribadi yang sangat perlu anda bawa dari Indonesia adalah pembalut, karena harga pembalut di Malaysia jauh lebih mahal.
  • Pesanlah menu roti canai di rumah makan india untuk penghematan, jangan pesan menu mi instant😀
  • Mampirlah ke Malaysian Tourism Office/ Corner, karena banyak informasi dan travel guide catalogue gratis yang bisa anda dapatkan di sana.

3 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

3 responses to “Inilah kisah TKW jadi-jadian sebulan di Malaysia part 2 – KL in a flash

  1. jannah

    pusat sepatu vinci dan tas tas branded di KL dimana ya??….
    mohon info donks, karena bulan depan saya mw ke KL, rencanan mw belanja sepatu dan tas 2 branded untuk dijual lagi….

    • @ Mbak Jannah : Dulu waktu saya jalan-jalan di KL beli vinci nya di suria KLCC, bukit bintang mall dan sungai wang mall. Kalau tas-tas branded KW super di petaling street (china town) buanyaaak banget, sebanyak orang jualan sayur di pasar, dan di sini harus pinter nawar. Yang saya tahu cuma itu😀

  2. nizar nasution

    salam dari malaysia

    kalau mau tas yg branded (ori) main2 aja di pavillion..ada Coach,Gucci Versace etc..yg ori tentunya harganya lumayan mahal (sekitar RM2000-3000) tapi kalau mau tas tas branded tapi yang bukan ori (copy),cari aja di Petaling street.semoga infonya membantu..tq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s