Ke pantai pangandaran bersama ibu-ibu arisan :D

pantai pangandaran barat

pantai di teluk pangandaran barat

Waktu itu saya ditahan tidak boleh pulang oleh teteh, ketika saya tinggal di rumahnya di cisompet garut. Rencananya saya hanya akan tinggal 3 hari saja di sana, karena takut persediaan uang saya menipis😀. Tapi karena pada hari ke-5 ibu-ibu komplek PTPN cisompet akan mengadakan arisan bersama di pantai pangandaran, dan saya ditawarkan untuk ikut, saya jadi tergiur ^__^. Gratisan lagi! Peace!

Kami berangkat pagi-pagi sekali dan saya semobil dengan teteh, mamanya teteh, adiknya teteh dan beberapa ibu-ibu arisan. Selain menggunakan mobil dan ada juga yang menggunakan bis, ada pula suami dari ibu-ibu arisan ini yang mengikuti mereka dengan motor. Rute yang diambil dari cisompet adalah jalur selatan yang menghubungkan pamengpeuk sampai pangandaran. 20 kilometer pertama dari perjalanan kami memang lancar karena jalan sudah beraspal mulus, tetapi selepasnya berasa semi offroad karena aspalnya sudah rusak parah. Walaupun anda menggunakan mobil yang shock breakernya paling nyaman sekalipun, anda akan tetap merasakan guncangan-guncangan lumayan hebat. Rasanya seperti refleksi pantat. Saran saya tidak usah tidur jika anda melewati jalur ini. Pada siang hari pemandangan yang disuguhkan sebenarnya sangat menarik. Pantai-pantai perawan, tebing-tebing karang dan pulau karang banyak terdapat di sepanjang jalur ini.

rujak bebeg pangandaran

rujak bebeg pangandaran

Akhirnya kami sampai di pantai pangandaran sekitar jam 10 pagi. Menurut saya pantai pangandaran mirip dengan pantai kuta bali dari segi pengunjung, banyak dan padat. Bedanya di pangandaran terdapat banyak perahu wisata yang bisa anda sewa untuk sekedar berboat-cruise di sepanjang teluk pangandaran hingga pinggiran cagar alam pangandaran. Begitu sampai di pantai saya melihat tukang penjual rujan bebeg, sungguh perfect bisa menikmati segarnya buah-buahan di kala hari sedang panas-panasnya. Jujur itu pertama kalinya saya makan rujak bebeg, karena di jogja saya belum pernah makan rujak bebeg.

pasir putih penanjung

pantai pasir putih penanjung pangandaran dari atas perahu

goa walet pangandaran

goa walet di sepinggir cagar alam pananjung pangandaran (foto ngeblur karena ombak goyang terus :D)

air terjun yang surut

seharusnya di lokasi yang ditunjukkan oleh teman saya ini ada air terjun, tetapi sedang surut *myeh

Ketika ibu-ibu arisan sedang sibuk untuk arisan😀, saya teteh dan adiknya teteh, mencoba untuk mencari kegiatan lain. Kami ditawari boating trip mengitari cagar alam pananjung, pangandaran dari laut, plus snorkeling sepuasnya. Awalnya mereka meminta harga empat ratus ribu rupiah, kami menawar separuhya dan akhirnya deal di angka Rp 225.000. Lumayanlah urunan masing-masing Rp 75.000. Boating trip tersebut sudah termasuk tiket cagar alam pananjung dan sewa peralatan snorkeling. Karena kami bertiga adalah perenang cemen, maka kami diharuskan untuk mengenakan lifejacket berwarna shocking orange😀. Perahu motor itu kemudian membawa kami pergi mengitari garis pantai cagar alam pangandaran sebelah barat. Si abang perahu yang bergaya ala beach boy ini kemudian menjelaskan tentang beberapa tempat yang kami lewati, ada gua-gua pinggir pantai, tebing dengan bentuk unik-unik, bahkan ada batu yang bentuknya mirip manusia jika dilihat dari samping. Tujuan terakhir kami dari boating trip ini adalah air terjun yang airnya langsung mengalir ke laut. Sayang ketika kami sampai di sini air terjun itu sedang surut tak berair L. Si abang perahu juga bercerta bahwa di dekat air terjun tersebut ada sebuah telaga air tawar yag dalamnya bisa mencapai 7 meter, dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki beberapa jam dari pintu masuk cagar alam penanjung. Karena ombak selepas tanjung pangandaran terkenal ganas, maka kami berbalik arah ke pantai pasir putih pangandaran mencari tempat yang pas untuk snorkeling.

snorkeling di pangandaran

snorkeling di pangandaran

nelayan pangandaran nemu gurita

nelayan pangandaran nemu gurita

pasir putih pangandaran

main sejenak di pasir putih pangandaran

Si abang perahu ini kemudian menjangkarkan perahunya beberapa ratus meter dari pasir putih. Dan bersnorkelah kami bertiga. Saya sebenarnya kecewa snorkeling di sini, karena terumbu karangnya rusak berat😦. Jika boleh saya bandingkan, sangat jauh dengan terumbu karang blue lagoon di padangbai bali. Yaah terumbu karang di tempat wisata seramai ini mungkin memang tidak bisa bertahan lama. Walaupun begitu jika anda beruntung, anda bisa bertemu dengan berbagai macam ikan hias cantik dan penyu ketika snorkeling. Ketika kami sedang kesana kemari untuk melihat ikan-ikan, saya berpapasan dengan bapak-bapak yang juga snorkeling dengan peralatan lengkap. Bapak ini bukan turis tetapi adalah nelayan pencari gurita. Dia mendapatkan gurita berwarna merah yang beratnya bisa mencapai 2 kilo. Yah sayang saya ga ketemu si gurita itu ketika snorkeling (pengen lihat gurita berenang secara langsung). Sedang asyik-asyiknya snorkeling saya melihat ada binatang panjang berenang di sekitar saya. Saya sangat senang melihat binatang itu. Si abang perahu malah terlihat cemas melihat saya didekati binatang itu. Ternyata setelah saya naik ke perahu , si abang baru menjelaskan bahwa itu adalah ular laut yang sangat beracun. Kyaaaa, saya pikir itu belut laut warna-warni. Setelah capek bersnorkeling ria, kami beristirahat sejenak di pantai pasir putih, bergaya seperti bule yang berjemur menghitamkan kulit (padahal kulit kami sudah gosong semua).

Menjelang sore hari kami kembali ke pantai pangandaran, bertemu kembali dengan ibu-ibu arisan dan menghabiskan sisa waktu kami dengan berjalan-jalan di bibir pantai pangandaran.

Jadi yang bisa anda lakukan di kawasan wisata pantai pangandaran dan cagar alam pananjung :

– susur pantai timur dan barat (yaa eyaalah) -> pantai pasir putih di cagar alam, pantai pasir abu-abu di barat, dan pantai karang di timur

– berperahu ria bisa sampai ke air terjun yang langsung ke laut (kalau ga surut)

– snorkeling

– banana boat

– surfing

– animal watching (ada rusa, kijang, monyet dll)

– makan rujak bebeg

– beli kaos dengan tulisan pangandaran😀

– bersepeda ria (banyak yang sewain sepeda)

– trekking di dalam cagar alam pananjung, bisa sampai telaga (tapi kayaknya perlu ijin khusus)

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Ke pantai pangandaran bersama ibu-ibu arisan :D

  1. ranrun

    keren keren
    waktu survey di losari (kabupaten yang berbatasan dengan jawa tengah) kita naek motoran bersebelas ke pangandaran 6 jam. haghh hujan petir tancap habis hahaha waktu itu juga sempet ke greencanyoon(bener ga tulisannya) karena buteg habis hujan jadi kita kepantai dan menginap di hotel hahaha (anak survey cemen yang sewa hotel ecek ecek hahaha) for all kenangan terindah dipangandaran…hahaha

  2. asik banget ran! aku belum pernah motoran sama anak-anak survey je😀 belum pernah ke green canyon juga. Btw jangan salah ada lho survey yang nginepnya di hotel😀 hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s