Berpick-up ria menuju kawah ijen

kawah ijen

kawah ijen di gunung merapi jawa timur

Pada suatu ketika tersebutlah sekelompok pemuda dan pemudi yang sedang mengerjakan tugas penelitian lapangan di kabupaten bondowoso, jawa timur. Pemuda dan pemudi itu berjumlah 11 orang, saya termasuk di dalamnya🙂. Pada minggu pertama dan minggu ke dua masa tugas lapangan, kami menempati dua base camp di kecamatan tapen dan di kecamatan sukosari. Ke dua kecamatan ini berada di jalan wisata kawah ijen, bondowoso. Saya sudah sering mendengar tentang keindahan kawah ijen dari teman-teman dan para traveler sejak lama. Sebuah kawah yang dinyatakan sebagai danau kawah terbesar di dunia. Saya sempat bercerita kepada beberapa teman tim saya tentang kawah ini, tentang warna kawahnya yang cantik, berdasarkan foto-foto dari teman-teman saya (maksud terpendam adalah mengompori mereka). Sebenarnya saya ingin sekali ke sana, tetapi karena tugas kami begitu padat, saya menahan obsesi untuk pergi ke kawah ijen, meskipun kami sudah berada cukup dekat dengan lokasi ini (cukup dekat jika dibandingkan dari jogja tentunya😀 ). Tak disangka ketika kami berada di basecamp sukosari, beberapa orang teman saya menjadi sangat terobsesi untuk pergi ke kawah ijen. Dia meminta hak hari libur (day-off) kami kepada pak supervisor kami, untuk ke kawah ijen, karena menurutnya kapan lagi bisa ke ijen kalau tidak saat itu juga😀 . Saya girang sekali mempunyai rekan-rekan yang bisa menyampaikan aspirasi terpendam saya saat itu😀. Hari libur kami ternyata disetujui oleh pak supervisor (karena dia sebenarnya juga ingin jalan-jalan).

suasana bak pick up kami

suasana bak pick up putih kami otw ke kawah ijen

Maka pada hari kamis yang begitu dingin di kecamatan sukosari, kami bangun sangat pagi yaitu jam 3 dini hari. Salah seorang rekan saya sudah menyewa kendaraan berupa mobil pick-up untuk mengangkut kami bersebelas menuju kawah ijen. Mobil pick-up bercat putih tersebut menjemput kami tepat jam 3.30 dini hari. Untuk menghalau hawa dingin selama di perjalanan, kami mengenakan kostum lengkap dari ujung kaki sampai kepala. Dari sukosari ke kawah ijen kira-kira berjarak 68 km, yang kami tempuh selama kurang lebih 2 jam. Selama perjalanan dua jam tersebut rasanya saya tidak sedang berada di pulau jawa, karena jalanan banyak yang rusak parah dan di kanan-kiri kami kebanyakan berupa hutan lebat atau desa terpencil. Satu jam bermobil pick-up kami disambut mentari pagi di kawasan dataran tinggi ijen dan perkebunan kopi sempol, pagi itu terasa seperti di syuuurgaaa😀 saking indahnya panorama J. Perasaan dingin menggigil yang kami rasakan sejak kami bangun tidur, lenyap sudah.

sampailah kami di patulding pos

turun dari pick up di paltuding pos

trek ijen menembus hutan belantara

trek menuju ke kawah ijen yang cukup lebar

Pukul 6 kurang sedikit , tibalah kami di pos paltuding di ketinggian 1850 meter dpl, yang merupakan pos pendakian kawah ijen. Setelah mengisi perut dengan bekal yang telah dimasakkan oleh ibu pemilik base camp nan baik hati, kami bersiap untuk berjalan kurang lebih 3 km sampai ke kawah ijen dengan harga tiket 6000 rupiah. Tak lupa kami membeli masker seharga 5000 rupiah untuk berjaga-jaga dari gas-gas yang tidak diinginkan di kawah ijen. Saya pikir jalan setapak sepanjang 3 km menembus kawasan cagar alam ijen, ini tidak terlalu menanjak dan akan mudah untuk dilalui. Ternyata saya salah! Memang tanjakannya tidak terlalu kelihatan menanjak tetapi trek tanahnya begitu licin dan tidak berupa trek yang membentuk tangga, sehingga kami tumbang satu-persatu karena terpeleset😀. Setengah kilometer kami berjalan, salah seorang teman perempuan kami mengalami mual dan muntah karena masuk angin dan dia tidak dapat melanjutkan perjalanan lagi karena tidak kuat. Teman saya yang tadinya berapi-api untuk ke kawah ijen tiba-tiba loyo karena dia tidak terbiasa mendaki gunung. Meskipun demikian teman-teman yang lain mencoba memberi dukungan moral dan spiritual supaya ia bersemangat untuk sampai ke kawah.

bapak super kuat pembawa belerang

bapak super kuat pembawa belerang 95 kilo!

salah satu trek ijen

salah satu trek kawah ijen dengan puncak gunung merapi pada backgroundnya😀

Jalan setapak ke kawah ijen yang lumayan lebar ini, sebenarnya bukan jalan setapak biasa, karena jika anda beruntung, anda bisa berpapasan dengan spesies langka seperti monyet berbulu emas, monyet hitam dan berbagai macam jenis burung cantik. Saya sempat melihat monyet berbulu emas ini bergelantungan di pohon, sayang tidak sempat tercapture oleh kamera saya karena keterbatasan zoom L . Usut punya usut monyet emas ini adalah lutung jawa albino atau Trachypithecus auratus yang memang langka dan dilindungi. Satu jam kami menapaki trek, kami bertemu dengan seorang bapak super kuat yang menggendong 95 kilogram belerang di pundaknya! Sungguh kami merasa malu sekali, karena kami hanya membawa badan kami dan hampir menyerah untuk berjalan. Bapak itu kemudian menawarkan kami untuk membeli belerangnya. Ini bukan belerang biasa! Karena bentuknya lucu-lucu, ada yang berbentuk buaya, kura-kura, pesawat bahkan hello kitty. Kami membeli beberapa belerangnya sebagai souvenir. Bapak itu juga mencontohkan bahwa belerang bisa dimakan! (kalau yang ini kami tidak mau ikut-ikutan :D). Setengah jam kemudian kami sampai di tempat berkumpulnya para penambang belerang, di sinilah mereka mengkreasikan belerang-belarang itu dengan berbagai bentuk. Meskipun kami sangat lelah dan hampir menyerah, setiap penambang belerang yang kami tanyai selalu bilang bahwa kawah ijen tidak jauh lagi, jadi kami selalu bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. Di trek selanjutnya ini anda bisa melihat puncak gunung merapi dengan ketinggian 2700-an meter.

trek di sepinggir kawah ijen

trek di sepinggir kawah ijen

kawah ijen jawa timur

kawah ijen jawa timur

Ternyata setengah jam kami berjalan dari pos penambang tadi, sampailah kami di danau kawah terbesar di dunia dengan warna turquoise(apa sih bahasa indonesianya?) . Ketika kami tiba di sana, kawah ijen yang berada di gunung merapi dengan ketinggian 2388 meter dpl ini masih tertutup oleh kabut asap berbau belerang menyengat, jadi kami memakai masker yang telah dibasahi air untuk perlindungan. Ketika kabut asap tersebut berhembus ke arah berlawanan, kami dapat melihat kawah seluas 5466 hektar dan berkedalaman 200 meter dengan keindahannya yang memantulkan sinar matahari saat itu. Teman-teman saya yang tadinya loyo, akhirnya menjadi sangat bersemangat dan tersenyum sumringah. Di bibir kawah ijen ini, banyak penambang belerang sedang bekerja keras untuk bertahan hidup. Mereka harus menuruni kawah yang penuh pasir vulkanik licin ke bawah dan kembali lagi ke atas dengan beban hampir 100 kilogram. Kami yang muda saja sudah tidak sanggup lagi untuk turun ke bibir kawah. Cukup menikmati keindahannya dari atas. Yang kami herankan saat itu adalah pengunjung kawah ijen yang kami temui di jalan 90% adalah orang asing, kemanakah orang indonesia? Teman-teman saya , seperti kebanyakan orang indonesia lain akhirnya minta difoto dengan bule😛

ijen 7

ijen, the biggest lake crater in the world..

Tips mendaki di trek ijen :

–         Waktu yang tepat untuk mendaki adalah jam 5.30 pagi , jangan terlalu kesiangan karena kawah akan tertutup kabut

–         Jangan lupa siapkan masker yang dibasahi air ketika anda berada di sekitar kawah

–         Bawalah coklat atau gula jawa untuk recharge energi

–         Gunakanlah alas kaki anti selip, supaya tidak gampang terpeleset

–         Jika anda bukan tipikal pendaki gunung sebaiknya sewalah tongkat di patulding pos, atau kalau mau ngirit gunakanlah ranting pohon yang ada di trek untuk menopang berat tubuh anda (asal jangan merusak pohon yaa)

–         Siap siagakan kamera selama di trek, siapa tahu anda bisa memotret lutung jawa albino nan langka

–         Jika anda membeli souvenir berupa belerang berbentuk lucu-lucu , bawa dan tempatkanlah di tempat yang aman karena mudah pecah

–         Siapkanlah pantat anda untuk terpeleset, jangan takut kotor😀

1 Komentar

Filed under Berkelana di Gunung, Keliling Indonesia

One response to “Berpick-up ria menuju kawah ijen

  1. mas isno

    memang panorama kawah ijen bagus banget,pertama kali aku kesana tahun 1993 saat hutannya masih lebat,suhunya sejuk banget,aku jalan kaki menyusur hutan dari ijen ke arah kota banyuwangi lewat hutan licin penuh dengan nuansa kabut,sungguh indah banget!!! sampai saat ini aku sudah 12 kali ketempat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s