Akhirnya…finally…ke bromo juga

hai bromo!

hai bromo! i’m coming!

 Menurut saya kawasan taman nasional bromo-tengger adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para traveler Indonesia. Menurut anda juga kan? *maksa😀 .Landscape pegunungan yang begitu indah akan memanjakan mata anda dan lensa kamera anda dari berbagai macam sudut dan tempat. Saya memang ingin ke bromo sejak SMU dulu, tapi selalu saja gagal karena faktor U (uang) dan faktor W (waktu) serta faktor T (takut traveling sendirian kalau pas punya uang dan waktu tetapi tidak ada teman yang menemani).

Beruntunglah saya, ketika saya sedang mengerjakan penelitian di kabupaten probolinggo, letak basecamp saya hanya satu jam dari bromo. Saya sampai bolak-balik ke bromo tiga kali dalam kurun waktu 2 minggu, saking ingin melampiaskan keinginan sejak sekolah😀.

Kunjungan pertama saya ke bromo adalah bersama kedua teman baik saya dari bali dan surabaya yang memang mempunyai tujuan untuk mengunjungi bromo saat liburan hari raya kurban. Waktu itu kebetulan saya juga mendapatkan libur beberapa hari sehingga saya bisa menginap sehari di cemoro lawang bersama mereka. Kami berangkat dini hari menggunakan mobil pribadi dari probolinggo dan sampai di cemoro lawang kira-kira jam 3 pagi. Kami langsung menyewa jip untuk ke puncak pananjakan yang letaknya kira-kira satu jam dari cemoro lawang melintasi gurun pasir bromo dalam kegelapan. Waktu itu masing-masing orang membayar Rp 60.000, untuk perjalanan bolak-balik cemoro lawang – pananjakan. Ternyata di puncak pananjakan ini pengunjungnya berjubel seperti di pasar malam. Masing-masing orang ingin mendapatkan tempat terbaik untuk menikmati sunrise pagi itu. Oya cuaca saat itu sangaat dingin, di bawah 10 derajat dan membuat tubuh saya menggigil dengan sukses. Untung saja saya membawa jaket tebal dobel sehingga saya bisa memakai dua-duanya sekaligus. Untuk pengunjung yang tidak membawa jaket, banyak sekali pedagang yang juga menyewakan jaket tebal, hanya Rp 10.000 per jaket. Seorang teman yang sudah bolak-balik ke bromo kemudian menunjukkan suatu tempat untuk menikmati sunrise pagi itu tanpa harus berebut tempat dengan pengunjung lain. Biasanya di sinilah para fotografer professional mengabadikan gambarnya. Kami bertemu dengan sekelompok fotografer yang memang sudah siap dengan kamera canggih mereka (ngiler sama kameranya).

Akhirnya setelah lama menunggu lukisan alam yang ada di hadapan saya mulai menunjukkan warna dan kecantikannya. Sunrise pagi itu begitu sempurna. Silahkan lihat di foto-foto saya berikut ini (speecheless).

sunrise at pananjakan

sunrise at pananjakan

Another sunrise at pananjakan

Another sunrise at pananjakan

keindahan bromo, batok, semeru dari pananjakan

keindahan bromo, batok, semeru dari pananjakan

bromo kaldera

bromo kaldera

pura tengger dengan latar belakang gunung batok

pura tengger dengan latar belakang gunung batok

naik-naik ke puncak gunung

naik-naik ke puncak gunung

Setelah matahari mulai meninggi, kira-kira jam 6.30 pagi, kami melanjutkan perjalanan kembali ke kawah bromo. Mobil jeep kami hanya bisa berhenti di suatu tempat dan kami harus jalan kaki atau menaiki kuda menuju kawah bromo. Tarif untuk menaiki kuda dari tempat parkir jeep menuju kawah bromo berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000, tergantung jarak dan negosiasi harga. Kami berjalan kaki melewati pura masyarakat tengger, membelah padang pasir, menuju gunung bromo yang ditemani gunung batok nan setia di sebelahnya (bahasanya memang dibuat lebay). Setelah menaiki puluhan tangga yang memang dibangun sangat rapi di antara gundukan pasir vulkanik, sampailah kami di kawah bromo yang merupakan kawah vulkanik aktif. Asap vulkanik memang tak pernah berhenti keluar dari pucuk gunung ini, seperti ujung ceret air yang mendidih yang tak pernah kehabisan uap (perumpamaan yang aneh). Saat itu saya melihat beberapa orang dengan pakaian adat tengger melemparkan sesajian berupa makanan dan buah-buahan ke kawah tersebut, sebagai persembahan kepada para dewa. Uniknya setelah sesajian itu dilempar, ada saja orang yang dengan berani turun ke kawah untuk mengambil sesajian tersebut untuk dibawa pulang. Yang unik lagi di kawasan ini adalah banyaknya penjual bunga edelweis, dan bunga edelweis yang mereka jual ada beberapa jenis. Ada bunga edelweis ungu yang kata penjualnya merupakan bunga edelweis asli gunung semeru dan hanya terdapat di sana, benar kah?

kawah bromo

kawah bromo

Karena kami bermaksud menginap di cemoro lawang, maka sore harinya kami habiskan untuk menikmati suasana pedesaan nan sepi, dingin dan menentramkan😀. Kami mengitari kebun-kebun penduduk yang saat itu didominasi tanaman kol , wortel dan daun pre/loncang. Rasanya ingin sekali memetik tanaman-tanaman itu dan mencampurnya dengan mie instant😀. Pagi harinya, saya menikmati keindahan gunung bromo dari cemoro lawang, and it was so fucking beautiful!! Check my picture below!

Morning at bromo, view from cemoro lawang

Morning at bromo, view from cemoro lawang

How to go to Bromo from Yogyakarta/Jogja :

  1. You can go by affordable tour that available everyday accross sosrowijayan street and prawirotaman street. For backpackers, it sounds like a “tour” , but i think its affordable for backpackers and you can choose the package start from Rp 160.000

  2. You can go by bus AKAS Yogyakarta-Banyuwangi rute from giwangan bus station, ask the driver that you will stop in probolinggo. From probolinggo you can take the minibus directly to cemoro lawang/bromo. But this bus only available in the morning till afternoon, if you want to go there at night, you should take 24 hour bus to surabaya. From surabaya you can continue to probolinggo and then to cemorolawang/bromo. Its all not more than Rp 100.000 from Jogja to Bromo, if you use economic class bus.

2 Komentar

Filed under Berkelana di Gunung, Keliling Indonesia

2 responses to “Akhirnya…finally…ke bromo juga

  1. ka… takjub banget deh baca semua artikelnya. boleh dong ka kenal kaka? siapa tahu saya bisa seperti kaka. bales yah ka bisa lewat twitter atau yahoo ka😉 makaasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s