Naik-naik ke puncak gunung tanpa hiking? , ke gunung telomoyo saja

sunset telomoyo

menjelang sunset di balik gunung telomoyo

Waktu itu saya dan mbak yayuk ingin sekali naik gunung tetapi males hiking😀. Akhirnya saya iseng googling tentang gunung yang bisa dicapai dengan kendaraan bermotor sampai puncaknya di seputaran jawa tengah. Tadinya saya pikir tidak ada satu gunungpun yang bisa didaki dengan kendaraan bermotor sampai puncaknya, tetapi hasil googlingan saya menunjukkan gunung telomoyo bisa didaki dengan motor, bahkan mobil. Saya pertama kali melihat gunung telomoyo pada tahun 2006 saat mendaki gunung merbabu. Pada saat itu saya dan mbak yayuk melewati jalur wekas, jajaran gunung ungaran, gunung ngandong dan gunung telomoyo terlihat indah dari basecamp. Dari trek wekas ini pula terlihat gunung telomoyo memiliki banyak antena di puncaknya, tetapi saat itu kami tidak tahu bisa mendaki dengan motor sampai puncaknya. Gunung berketinggian 1894 meter di atas permukaan laut ini letaknya di perbatasan kabupaten magelang dan kabupaten semarang.

Untuk menuju ke gunung telomoyo dari kota yogyakarta dengan sepeda motor membutuhkan waktu kira-kira 2 sampai 2,5 jam. Ada dua jalan yang bisa ditempuh, lewat pertigaan setelah secang, magelang atau lewat kopeng. Waktu itu saya dan mbak yayuk memilih melewati kopeng, karena takut nyasar😀. Selepas kopeng terdapat sebuah pertigaan, ke kanan menuju kota salatiga, ke kiri menuju ke gunung telomoyo. Akhirnya setelah beberapa kilometer kami mengikuti jalan ke arah barat dan sempat tersasar serta bertanya ke sana kemari, sampailah kami di desa dalangan, pintu masuk satu-satunya ke puncak telomoyo. Kami membayar karcis seharga Rp 2000 kepada pengelola wisata puncak telomoyo yang merupakan pemuda-pemudi karang taruna setempat. Sebelum kami mulai naik, para mas-mas tersebut memperingatkan kepada kami untuk berhati-hati karena jalanya menanjak dan rusak. Mereka juga memberitahu agar kami tidak turun terlalu sore demi keamanan bersama. Saya pikir dari loket karcis sampai puncak hanya tinggal beberapa kilo lagi, ternyata (hwooott??) masih 7 kilometer lagi. Waktu itu hari minggu, sehingga banyak wisatawan yang juga berkunjung ke tempat ini, dan sebagian besar adalah pasangan (penting)😀. Ternyata gunung telomoyo adalah salah satu tempat memadu kasih favorit bagi masyarakat sekitar kabupaten semarang dan magelang😀 (ini juga info penting).

gunung ngandong dilihat dari gunung telomoyo

gunung ngandong dilihat dari gunung telomoyo

hutan pinus gunung telomoyo dengan gunung merbabu sebagai backgroundnya

hutan pinus gunung telomoyo dengan gunung merbabu sebagai backgroundnya

Jalan bertumpuk dan memutar di gunung telomoyo

Jalan bertumpuk dan memutar di gunung telomoyo

Pada awal motor saya mendaki, jalan aspal yang tidak begitu lebar ini masih mulus-mulus saja. Beberapa kilometer sesudahnya, dimulailah kerja keras saya untuk mengendalikan kuda besi yang saya tumpangi ini. Jalannya banyak yang berlubang parah dengan kemiringan beberapa derajat, sehingga saya harus benar-benar tepat mengemudikan motor, kalau tidak, jurang kematian ada di sisi sebelah kiri kami😦. Karena waktu itu kami tidak mau ngoyo, maka kami sebentar-sebentar berhenti di beberapa view point yang kami anggap indah. Sepanjang perjalanan menuju puncak telomoyo banyak terdapat pohon pinus yang menghijaukan kawasan pegunungan ini. Sesekali kami juga melihat air terjun tak berair, karena air terjun ini hanya mengalir ketika musim hujan saja. Ada beberapa titik dengan pemandangan indah di sepanjang jalan menuju puncak, yaitu view point gunung merbabu, view point gunung ngandong, view point gunung ungaran, view point gunung sindoro dan sumbing serta view point rawa pening. Cukup banyak kan yang bisa dilihat dari sini?😀 .

antena-antena pemancar di puncak telomoyo

antena-antena pemancar di puncak telomoyo

gunung merbabu dilihat dari puncak telomoyo

gunung merbabu dilihat dari puncak telomoyo

Setelah berjuang keras mengendalikan gas, rem, dan gigi, akhirnya sampailah kami di puncak gunung telomoyo. Rada bangga juga saya, karena sepanjang perjalanan hanya saya wanita penunggang motor sampai puncak (ga penting).Terdapat beberapa anthena dan pemancar raksasa yang memang sengaja ditanam di atas puncak gunung ini. Di sebelahnya terdapat bangunan penjaga pemancar, yang merupakan satu-satunya bangunan berbentuk rumah selama 7 kilometer tadi. Waktu itu suasana puncak gunung telomoyo sangat ramai, bahkan terlihat beberapa mobil dengan sukses mencapai puncak. Banyak juga pedagang makanan meramaikan suasana. Setelah memarkir kendaraan di tempat yang sekiranya datar, kami mencoba trekking mencari beberapa jalan setapak di sekitar puncak. Sesekali kami melihat burung elang terbang mengelilingi kawasan ini.  Saking variatifnya view dari sekitar puncak telomoyo, saya yakin ainul yakin bahwa tempat ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati sunset maupun sunrise. Sayang kami berdua tidak menemukan spot yang cocok untuk berkemah di sekitar puncak, ada yang tahu mungkin?

bakso tusuk

bakso tusuk puncak gunung

Setelah capek wara-wiri dan kebetulan ada bapak penjual bakso tusuk lewat, kami beristirahat sejenak, duduk-duduk di landasan gantole sambil menikmati pemandangan plus hangatnya bakso tusuk nan nikmat. Alhamdullilah yah..

Tips mendaki gunung telomoyo dengan menggunakan kendaraan bermotor :

– Gunakan motor yang benar-benar kuat untuk menanjak

– Siapkan pergelangan tangan anda untuk melakukan “pendakian”

-Fokus! karena banyak terdapat lubang dan kelokan tajam sepanjang jalan

Rawa pening dilihat dari puncak telomoyo

Rawa pening dilihat dari puncak telomoyo

9 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

9 responses to “Naik-naik ke puncak gunung tanpa hiking? , ke gunung telomoyo saja

  1. bakso tusuk itu sama tidak dengan colik?…..

  2. @eko : Samaaa dunk, hmm biasanya kalau saya nge-trip sama mbak yayuk, momen yang paling pentng adalah mencari penjual cilok sepanjang jalan. penting itu😀

  3. saya orang yang beruntung apa tidak ya mbak? saya tidak suka cilok!😦

  4. saya termasuk golongan orang yang beruntung atau merugi mbak kalo tidak suka cilok ?😦

  5. Ping-balik: Basah Kuyup di Gunung Kelud (Bagian 2) « Jalan ke mana gitu…

  6. Darwis

    Gunung Telomoyo juga sering banget buat gantolle yaa?? aduh kapan ya bisa nyoba olahraga ekstrim kaya gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s