Buah-buahan liar nan menggoda selera

buah duwet

buah duwet

Mungkin karena kebiasaan semasa kecil saya dan teman-teman suka nggopeki (ngambilin) buah-buahan liar, sampai sekarang saya jadi gampang tergiur jika melihat pohon-pohon buah liar yang ada di mana saja (yaah emang dasarnya doyanan).Definisi buah liar dalam konteks ini adalah buah-buahan yang pohonnya tumbuh liar, biasanya tidak dimiliki seorangpun atau kalau ada orang yang punya pohonnya sering dicuekin alias kalau ada yang pengen ambil buahnya boleh-boleh aja dan nilai jual ekonomisnya sangat rendah (bahkan tak punya nilai jual). Hehe daripada bingung sama definisi saya, langsung saja ke contohnya seperti ceplukan (Physalis angulata L), duwet (Eugenia cumini), jambu mete (Anacardium occidentale), talok/gersen (Mutingia calabura L) dan raspberry hutan (Rubus). Setiap daerah memiliki sebutan berbeda untuk buah-buahan itu. Jika anda belum tahu tentang buah-buahan yang seperti itu, anda harus down to the village😀.

Ceplukan biasanya tumbuh di persawahan di antara rerumputan, tumbuhannya sangat kecil bahkan lebih kecil dari pohon tomat. Buah ceplukan kecil-kecil seperti permen marbel (upps nyebut merk), bila matang warnanya kuning. Pembungkus buahnya berwarna hijau atau hijau bergaris abu-abu, bentuknya seperti bunga kuncup. Ceplukan rasanya manis, kalau belum matang ada rasa pahit sedikit. Dulu waktu saya main di pesawahan saya suka sekali memetik ceplukan dan langsung memakannya, rasanya nikmat sekali. Saking sukanya dengan ceplukan saya sampai menanamnya di halaman belakang rumah supaya kalau saya pengen saya tinggal petik saja. Dulu malah sempat punya obsesi pengen jadi petani ceplukan (hee obsesi yang aneh).

duwet

menikmati buah duwet liar bersama teman-teman

Buah duwet, atau tjuwek (bahasa maduranya) warnanya ungu seperti anggur, tetapi bentuknya lonjong dan memiliki biji sebesar biji sawo. Rasanya manis dan sedikit asam bila sudah matang. Di yogyakarta buah ini sudah jarang ditemui, yang saya tahu hanya ada beberapa pohon duwet di jalan parangtritis-panggang. Saya terkadang suka ke sana bermodalkan tas kresek hanya untuk memetik duwet tak bertuan (heehee). Dulu waktu saya masih kecil buah ini dijual di pasar atau di pedagang buah plastik dengan harga sangat murah. Sewaktu saya di bondowoso desember 2009, saya masih menjumpai buah duwet dijual di pasar tradisional dengan harga Rp 1000-2000 per kilonya, tergantung besar kecilnya. Senang sekali rasanya, saya langsung beli 2 kilo dan saya habiskan selama dua hari. Buah duwet di bondowoso bentuknya cenderung lebih besar dan lebih manis🙂. Ketika saya jelajah desa dengan teman-teman di bondowoso-situbondo naik turun bukit, kami menjumpai banyak sekali pohon duwet liar di jalan, sehingga kami dengan asyiknya naik turun pohon menikmati duwet.

Anacardium occidentale atau jambu mete biasanya lebih dimanfaatkan metenya dari pada jambunya. Metenya mempunyai nilai jual yang sangat tinggi, sedangkan jambunya jarang dimakan. Buah yang kalau matang warnanya orange tua terang seperti tomat ini, rasanya manis dan sepet. Kata orang si bisa bikin batuk, tapi saya sangat menyukainya apalagi kalau dirujak atau dilotis dengan sambel gula jawa atau hanya dinikmati dengan garam dan cabe saja (yummy…). Buah ini biasanya tumbuh di daerah pantai. Di daerah srandakan bantul banyak sekali terdapat jambu mete ini di lahan berpasir. Kebiasaan saya, karena buah ini banyak tumbuh di kampus saya dan tak ada yang mau memakanya, adalah mengambil dan membawanya pulang ke rumah😀.

Buah selanjutnya adalah talok/gersen atau anak-anak kecil sering menyebutnya dengan ceri (ceri desa hehe). Buah ini hampir tumbuh di mana saja. Saya sering menjumpai pohonnya di kampung-kampung atau di desa-desa dan selalu dikelilingi anak-anak kecil. Pohonnya tak terlalu tinggi dan bercabang-cabang sehingga mudah dipanjat. Buah talok kalau matang warnanya merah ranum dan rasanya sangat manis seperti tebu. Jika anda ingin berburu talok carilah pohon yang sepi dari anak-anak, karena biasanya anak-anak lebih hebat dari anda ketika berburu talok, malu kan? (JSKD)😀.

raspberry liar gunung lawu

menikmati raspberry di bawah puncak lawu

Saya pertama kali tahu kalau ada buah-buahan yang bisa dipetik dan dimakan sembari mendaki sewaktu saya mendaki gunung lawu ketika smu. Buah ini mempunyai nama keren! “Raspberry”, entah siapa yang pertama kali menamainya seperti nama buah import. Atau memang raspberry yang ada di luar negri bentuknya juga sama seperti itukah? (saya pengen tau ne..). Yang jelas buah ini adalah teman setia para pendaki. Bentuknya kecil warnanya merah dan ungu, rasanya sedikit asam jika masih berwarna merah dan manis jika sudah berwarna ungu. Pohonya kecil sehingga buahnya sangat mudah untuk dipetik. Raspberry dapat ditemukan dengan mudah di gunung mana saja di pinggir jalur pendakian, akan tetapi yang paling saya ingat adalah buah ini banyak sekali tumbuh 200 meter di bawah puncak lawu, seperti perkebunan raspberry liar yang luas dan buahnya banyak😀. Kita dapat mendirikan tenda di sela-sela pepohonan raspberry itu dan kalau lapar tinggal petik saja.

Nah selain buah-buahan tropis di atas, apakah ada yang tahu jenis buah-buahan liar lain yang enak dimakan? , Kalau yaa beritahu saya ya, saya akan tertarik untuk mencobanya😀. Hidup buah-buahan lokal Indonesia!!

15 Komentar

Filed under Travel Food and Fruit

15 responses to “Buah-buahan liar nan menggoda selera

  1. Assalamu’alaikum mas.

    Abiss.. mampir dari blog mas nih, Wah.. BLog mas sangat bagus dan bermanfaat..!!

    Betapa senangnya bila mas mau mampir juga di BLog saya.

    Supaya kita bisa menjalin silaturahmi sesama Blogger lebih erat lagi.

    Alamat BLog saya: http://baru2.net

    Salam kenal,
    Dedy Kasamuddin

  2. prayasquama

    Ada, murbei!kalo ditempatku namanya besaran.Trus ada mundu, tapi yang ini udah langka.Jaman kecil dulu semua buah yg itu ada diblakang rumahku, kecuali tentu saja rasberi (aku si nyebutnya beri aja, baru tau namanya rubus waktu praktikum ekologi).pertama makan rasberi waktu dimerapi, tapi rasberi yg paling enak, karena gede n manis, ya dilawu.

    • Murbei aku juga suka, nama kerennya sih mulberry, dulu aku juga sering panjat pohon itu yang merembet di pager. Sayang sekarang susah banget nemuin buah besaran ini😦

  3. anast

    heheh… Dulu waktu masih kecil, aku tinggal di pulau bangka. aku juga suka raspberry hutan’…, di semak2 rumah tetangga banyak tumbuh.. Rasanya manis… =)… Tapi kalau ketahuan ortu, aku dimarahi, katanya itu buah buat ular, bukan manusia. Haha.. Aku sih cuek aja.. Lha wong enak…kekeke..
    Ada juga buah ‘apel hutan’, bgitu aku dan keluargaku menyebutnya, pohonnya rindang, besar, buahnya bulat seperti apel, tapi berbulu, kalau terkena kulit terasa gatal. Jadi sebelum mengkonsumsi, biasanya dicuci dan disikat hingga bersih dr bulu. yang mash mentah hijau kekuningan, yang matang warna kulitnya merah dan harum, dagingnya putih, rasanya manis, berbiji besar. Orang-orang yang tinggal disekitar rumah menyebutnya ‘buah mentega’ mungkin karna teksturnya daging yang lembut seperti mentega ketika matang.
    Ada juga buah rukem, yang sekali lagi keluargaku menamainya ‘anggur hutan’ hehe… Buahnya kecil2 seperti anggur, tp jelas tumbuhnya tidak seperti anggur. Hanya warnya saja merah seprti anggur, rasanya asam dan manis.. Segerrr
    ada juga buah rambai.., seperti duku. Rasanya tak kalah manis..
    Dulu sih waktu SD, dengan uang saku seratus rupiah bisa dapat sekantong plastik buah2an ini, bahkan gratis karna tumbuh di pekarangan rumah…. Kira2 mash ada ga ya buah2an ini tumbuh?

  4. anast

    artikelnya apik! heheh… Dulu waktu masih kecil, aku tinggal di pulau bangka. aku juga suka raspberry hutan’…, di semak2 rumah tetangga banyak tumbuh.. Rasanya manis… =)… Tapi kalau ketahuan ortu, aku dimarahi, katanya itu buah buat ular, bukan manusia. Haha.. Aku sih cuek aja.. Lha wong enak…kekeke..
    Ada juga buah ‘apel hutan’, bgitu aku dan keluargaku menyebutnya, pohonnya rindang, besar, buahnya bulat seperti apel, tapi berbulu, kalau terkena kulit terasa gatal. Jadi sebelum mengkonsumsi, biasanya dicuci dan disikat hingga bersih dr bulu. yang mash mentah hijau kekuningan, yang matang warna kulitnya merah dan harum, dagingnya putih, rasanya manis, berbiji besar. Orang-orang yang tinggal disekitar rumah menyebutnya ‘buah mentega’ mungkin karna teksturnya daging yang lembut seperti mentega ketika matang.
    Ada juga buah rukem, yang sekali lagi keluargaku menamainya ‘anggur hutan’ hehe… Buahnya kecil2 seperti anggur, tp jelas tumbuhnya tidak seperti anggur. Hanya warnya saja merah seprti anggur, rasanya asam dan manis.. Segerrr
    ada juga buah rambai.., seperti duku. Rasanya tak kalah manis..
    Dulu sih waktu SD, dengan uang saku seratus rupiah bisa dapat sekantong plastik buah2an ini, bahkan gratis karna tumbuh di pekarangan rumah…. Kira2 mash ada ga ya buah2an ini tumbuh?

    • Kalau buah-buahan yang saya mention di atas sih masih ada kok, malah buah duwet sekarang jadi obat untuk penurun kolesterol dan diabetes. Mau dunk coba apel hutannya, kayaknya di sini ga ada deh…eh tapi mirip kayaknya sama buah kecapi.

  5. kannie

    mbak saya lagi cari buah duwet. kira2 ada ga ya mbak? saya btuh bgt mbak. tlg infonya yaa. makasih🙂

    • Duwet itu musiman mbak, musimnya hampir sama kayak buah mangga. kalau mau cari pas musim di deket gua selarong masih ada beberapa. Kalau mau duwet yang melimpah datanglah ke kecamatan wringin, bondowoso pas musim juga tentunya…

  6. masarees

    Masih banyak buah liar yang ada di indonesia & belum ter- expose secara komersial, berikut beberapa buah liar yang mudah ditemukan di daerah saya (jawa tengah) :

    1). tlayu –> buah mirip duwet, biasanya dompolan buah berdiri tegak keatas dipucuk batang, buah matang berwarna merah atau ungu kehitaman. Rasanya manis sedikit sepet, mirip duwet tapi daging buah lebih tipis. Tanaman sering dijumpai di daerah sekitar tepi sungai. berbuah musiman

    2). Nampu –> tanaman seperti tanaman talas biasa tumbuh liar ditepian aliran sungai, bentuk buah seperti tongkol tanaman bunga cinta berwarna merah setelah matang (yang bisa dimakan bagian yang berwarna merah), rasanya manis dengan sedikit rasa asam.

    3). Tledung (itulah nama yang diberikan untuk tanaman ini didaerah asal saya (klaten) –> tanaman semak banyak tumbuh disekitar aliran sungai, biasanya cuma 1 meteran dengan batang berduri, buah bulat agak panjang (mirip mentimun dengan diameter seukuran jempol kaki dewasa), daging buah sangat manis tapi penuh biji, tekstur mirip pisang batu dengan aroma tajam (mirip durian). berbuah musiman

  7. vina

    awalnya pengen tw buah duwet, akhirnya ketemu sama blog ini.. tiba2 perhatianku pindah sama cew2 yg lagi gemlantung makan buah… yg paling depan ini Arin tah??

  8. pohon merambat, buah yg sebesar ruas jempol, dibungkus semacam kelopak bulu, rasanya manis, isinya kayak markisa itu namanya buah apa ya ? saya tiap hari jalan di rel nemu buah”an liar.. salah satunya yg saya sebutin tadi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s