Surabaya-Madura in a flash! part 1

suroboyo in statue

patung suroboyo

Sebagai penduduk pulau jawa dan sudah berumur lebih dari seperempat abad, rasanya sedikit aneh (aah cuma perasaan saya saja) kalau belum pernah ke kota Surabaya kota terbesar ke dua setelah Jakarta😀. Beberapa waktu lalu ibu saya mendapatkan undangan pernikahan dari seorang teman lamanya, plus mendapatkan akomodasi gratis selama di Surabaya. Diajaklah saya sebagai anak yang berbakti untuk menemani ibu tercinta. Di sela-sela beberapa prosesi acara pernikahan yang berlangsung selama dua hari itu, saya mencuri waktu agar bisa muter-muter kota. Saya menghubungi salah seorang teman yang memang penguasa kota surabaya, apakah dia bisa menemani saya muter-muter atau tidak. Teman saya, namanya anes, mengiyakan setelah dia pulang kerja dari kantornya.

So yippi!!! Dengan mudahnya anes menemukan wisma tempat saya menginap. Dia bilang wisma tempat saya menginap ini letaknya jauh dari pusat kota, padahal menurut saya disitu saja sudah seperti di tengah kota (weew). Dia lalu memboncengkan saya muter-muter kotanya. Saya ditunjukkan banyak tempat mulai dari patung Suroboyo di depan kebun binatang sampai tunjungan plaza (ketauan betapa ndesonya saya). Patung surabaya yang terkenal itu menggambarkan pertarungan antara ikan sura (sejenis ikan hiu yang bergigi tajam, ya iyalah semua hiu giginya tajam) dengan buaya yang giginya juga ikut-ikutan tajam😀. Lighting di patung itu terlihat pas sekali, sehingga memancing saya untuk berbuat narsis (seperti biasanya).

Setelah puas foto di depan patung suroboyo, si anes mengajak saya ke tempat dia biasa nongkrong dan melihat event-event budaya yaitu ke CCCL (kantor konsulat dan pusat kebudayaan Perancis). Masuk ke tempat ini membuat saya serasa sedang tidak berada di Indonesia. Arsitektur dan interior di dalamnya ala eropa (namanya juga kantor konsulat salah satu negara besa di eropa, piye tho?).Waktu itu ada acara pemutaran film animasi indie di sana, dan penontonnya membludak sehingga saya mengintip pun sudah tidak bisa.

Setelah sedikit berputar-putar di CCCL, kami melanjutkan puter-puter kota lagi. Tak lupa si anes juga mengajak saya untuk mampir ke rumahnya yang mempunyai loteng kecil di lantai 3 untuk melihat view gedung-gedung bertingkat pas di tengah kota. Tempat yang enak buat ngelamun (sajak’e😀 ). Setelah itu saya ditunjukkan banyak sekali gedung-gedung dan bangunan di surabaya, ada gedung berarsitektur eropa yang katanya tempat jualan berlian, ada konsulat amerika yang selalu dijaga ketat oleh polisi dan petugas keamanan (dimana-mana bukanya amrik suka begetuh?), gedung wismilak, hotel majapahit, museum kapal selam yang didekatnya merupakan tempat nangkring para gay, monumen bambu runcing, beberapa mall besar dan banyak lagi lainnya. Sayang saya tidak sempat pergi ke gang dolly karena terbatasnya waktu (hwehehe..sekedar pengamatan saja kok).

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s