Surabaya-Madura in a flash! part 2

Seperti halnya bapak-bapak dan ibu-ibu di kampung saya yang suka penasaran dengan jembatan suramadu yang merupakan jembatan terpanjang se-Indonesia saat ini, saya juga curious dunk! Ingin sekali ke sana mumpung sudah di Surabaya. Kami juga belum makan malam waktu itu, dan anes mengusulkan kami makan malam di kota Bangkalan saja, karena di sana ada kuliner bebek yang lezat. Anes lalu memacu motor bebek grandnya itu ke arah surabaya utara. Tak terasa sampai juga di loket tol jembatan suramadu. Kami lalu membayar Rp 3000 per motor untuk perjalanan 5 kilometer ke depan. Jalur motor di jembatan itu termasuk sempit sekali, mungkin hanya sekitar 2 meter saja.

blue suramadu and the moon

pilar suramadu dan bulan

Jembatan suramadu malam itu terlihat ceria sekali se-excited saya waktu itu (gyahaha). Lampu sorot jembatan itu berganti warna beberapa detik sekali. Kami lalu nekad berhenti sejenak di tengah-tengah jembatan walaupun dilarang. Angin di selat madura waktu itu kencang sekali dan sesekali jembatannya bergoyang-goyang karena pengaruh angin dan ombak. Saya pikir suramadu itu seperti jembatan-jembatan lain yang statis, ternyata tidak. Jembatan ini seperti kendaraan saja, ada shock breaker atau sistem suspensinya. Saya lalu mengambil beberapa foto pilar raksasa yang sedang disorot colourfully itu.

merah hijau suramadu

suramadu berbinar hijau dan merah

suramadu in blue light

suramadu bersemu biru

Lima kilometer berlalu sudah, sampailah kami di daratan madura. Di kanan kiri selepas jembatan terdapat banyak sekali pedagang makanan dan souvenir suramadu. Kami berhenti sebentar di sebuah warung untuk membeli minum dan tahu petis. Setelah anes puas merokok, kami lanjut ke kota bangkalan. Perjalanan ke bangkalan kira-kira menghabiskan waktu 45 menit dari suramadu. Di kanan dan kiri kami gelap, jarang sekali ada kampung atau desa di pinggir jalan. Jalanan juga termasuk sepi. Anes bercerita tentang banyaknya peristiwa perampasan motor pada malam hari di daerah itu. Saya sebenarnya rada takut, tapi karena teman saya itu berwajah sedikit menyeramkan saya jadi merasa aman (hehehe).

Okeh! Sampailah kami di bangkalan. Sebelum kami menyerbu si bebek nan lezat itu, saya bermaksud membeli oleh-oleh di toko milik teman anes, tapi karena sudah jam 9 malam toko itu sudah tutup. Sayang sekali rasanya jauh-jauh ke sana tidak bisa beli oleh-oleh. Kota bangkalan mengingatkan saya kepada kota bondowoso, dengan alun-alun yang dikitari pagar. Tidak

bebek sinjay

bebek bumbu sinjay bangkalan

jauh dari alun-alun bangkalan, sampailah kami di warung bercat hijau muda (kalau tidak salah hehe). Kami lalu memesan menu nasi bebek bumbu atau bebek sinjay seharga Rp 10.000 per porsi. Bebek ini disajikan dengan timun dan sambal mangga ala madura. Bebek sinjay ini bumbunya mirip sama rendang padang, warnanya coklat tua dan terbuat dari santan kelapa pekat. Rasanya spicy dan enak benar! Ga nyesel deh jauh-jauh ke bangkalan.

Setelah kenyang kami lalu memutuskan pulang ke pulau jawa (ca’ilah) dengan cara yang berbeda. Kami tidak kembali ke jalan awal kami berangkat tapi memilih jalan ke arah pelabuhan ferry kamal. Yap! Pulangnya naik ferry! Perjalanan dari bangkalan ke kamal memakan waktu kira-kira 30 menit. Tadinya saya sempat cemas karena takut kapal ferrynya tidak beroprasi lagi di malam hari. Tapi ternyata transport ferry itu masih tersedia 24 jam, walaupun jeda waktunya lebih lama dari sebelum suramadu berdiri. Di pelabuhan kamal kami membayar Rp 9500 untuk sebuah sepeda motor dan dua orang manusia.

the gate

pulau jawa dari kamal😀

Setelah beberapa menit menunggu, ferrynya datang juga. Saya pikir ferrynya bakal biasa aja, tapi ternyata seperti kapal pesiar saja. Decknya dihiasi lampu warna-warni, ada kafenya, terdapat pula kursi malas untuk bersantai dan ada juga mainan ayunan. Dari ferry terlihat jembatan

suramadu dari ferry

suramadu dari ferry

suramadu dari kejauhan dan monumen patung TNI AL. Surabaya di seberang lautan tampak berbinar dengan lampu-lampu berwarna-warni. Lampu-lampu itu terefleksi sempurna di permukaan air selat madura. What a nice view! Kalau saya jadi orang surabaya dan

reflection

lights reflection

bosen di kota mungkin saya akan sering escape ke madura🙂 .

1 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

One response to “Surabaya-Madura in a flash! part 2

  1. nasi bebek nya emank mak nyuzzz ya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s