Hello Lombok! #2 Hello desa sade!

hello desa sade

hello desa sade!

Desa sade terletak di kecamatan pujut, lombok tengah tidak seberapa jauh dari pantai kuta lombok. Desa ini merupakan desa tradisional suku sasak lombok yang masih menjaga gaya arsitektur tradisional tempat tinggal mereka, di tengah desa-desa lain yang rumah-rumahnya sudah dibangun dengan tembok batu. Tidak hanya itu, orang-orang sade juga masih memegang teguh tata cara hidup tradisional ala suku sasak. Kami mampir sebentar ke desa sade untuk melihat lebih dekat rumah-rumah mereka dan aktivitas kehidupan mereka. Sebelum memasuki desa ini pengunjung diharapkan untuk mengisi buku tamu dan memasukkan uang ke dalam kotak untuk pembangunan desa. Jadi tidak ada karcis atau retribusi untuk memasuki desa ini. Masyarakat setempat yang juga menjadi guide untuk mengelilingi desa sade menyambut pengunjung dengan ramah. Mereka mengenakan sarung tradisional suku sasak.

rumah-rumah di desa sade

jajaran rumah tradisional di desa sade

Kami kemudian menapaki gang-gang kecil yang ada di lingkungan desa, menelusuri rumah-rumah yang ada di sana. Rumah-rumah ini terbuat dari perpaduan bambu yang diannyam (kalau di Jawa namanya gedhek), tanah liat dan alang-alang kering sebagai atapnya. Sebagai finishing process, tanah liat tersebut dipoles dengan kotoran lembu. Apa pakai kotoran lembu? serius lu?. Iya pemirsa, kalau menurut penduduk setempat, justru kotoran lembu inilah yang membuat lantai mereka tambah kinclong dan halus. Karena tidak percaya saya kemudian memasuki bagian dalamnya. Dan memang benar pemirsa, lantainya begitu halus dan kinclong. Bau kotoran lembu sebagai pemoles lantai tidak tercium, bau ini hanya tercium pada saat awal saja. Mereka juga terbiasa mengepel lantai dengan kotoran lembu, jadi lebih hemat, tidak perlu membeli obat pel.
bagian dalam sade

bagian dalam sebuah rumah di sade

Selain bangunan rumah sebagai tempat tinggal, masyarakat sade yang mayoritas petani ini juga membangun lumbung sebagai tempat menyimpan hasil tani mereka. Lumbung ini dibuat lebih tinggi dari rumah mereka, sehingga di bawahnya bisa dijadikan balai-balai untuk bercengkerama dengan keluarga. Lumbung yang bentuknya unik ini juga terbuat dari bambu dan alang-alang. Sepanjang desa ini, saya banyak menjumpai rumah-rumah yang juga menjual souvenir khas lombok, seperti mainan anak-anak dari kayu dan kain tenun yang dibuat oleh mereka sendiri. Wanita-wanita di desa ini adalah pemintal dan penenun yang handal. Mereka sudah diajari memintal dan menenun sedari kecil. Kain-kain tradisional di desa ini bercorak garis-garis dan berwarna-warni. Mereka mematok harga dari Rp 80.000 untuk sebuah scraf sampai ratusan ribu rupiah.

wanita pemintal sade

seorang wanita suku sasak sedang memintal benang dan kain-kain hasil tenunannya

lumbung padi sade

lumbung padi di sade

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Hello Lombok! #2 Hello desa sade!

  1. Ihh..minder deh udah belasan kali ke lombok tapi malah blom pernah kesini, nyetir sendiri gampang ga nemunya?
    Visit us: The Traveling Cows

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s