Demi Danau Kelimutu!

kelimutu lake

danau vulkanik kelimutu

Pada awal tahun 2009, seorang teman saya memberikan sebuah oleh-oleh syal bermotif tenun ala NTT dan sebuah PIN bergambar danau kelimutu. Teman saya itu baru saja mengunjungi danau kelimutu sebagai “residu” dari pekerjaan penelitiannya di Ende. Sejak saat itulah saya berandai-andai bisa mengunjungi ketiga danau vulkanik yang mempunyai warna unik itu. Pengandaian yang lumayan berat karena traveling ke timur Indonesia itu membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Beruntunglah saya! Bulan Desember 2010, saya diberi kesempatan melihat langsung kecantikan ketiga danau itu. How come? Kejadiannya sama dengan teman saya itu. Saya kebetulan dikirim untuk sebuah penelitian di Nusa Tenggara Timur dan kebetulan juga obyek penelitian saya ada di kota Ende. Kebetulan juga saya dan teman-teman saya pas mendapatkan hari libur di Ende😀 *GOD! Thanksooomuucchh.

Awalnya saya berencana untuk menuju kelimutu dengan cara menginap di desa moni memakai kendaraan umum a.k.a ala backpacker seperti yang biasa saya lakukan. Tapi berhubung waktu itu saya lumayan tajir😀 dan bisa share dengan teman satu tim saya. Maka kami menyewa sebuah kijang innova sebagai tunggangan kami dari Ende menuju ke taman nasional gunung kelimutu. Saya menemukan carteran mobil ini ketika tiba di bandara ende. Ada beberapa orang yang menawarkan mobil mereka sebagai taksi. Setelah harga kami sepakati, abang yang akan mengantar kami ke kelimutu itu, menyarankan kami untuk bangun pagi-pagi sekali demi “the best view of kelimutu.

Kami bertiga waktu itu bangun jam 3 dini hari dan dijemput jam 4 pagi. Karena saking dinginya udara waktu itu, saya memutuskan untuk tidak mandi😀. Ketika kami dijemput cuaca gerimis, membuat saya agak ragu-ragu dengan perjalanan kali itu. Kami menyiapkan payung untuk antisipasi hujan deras di jalan nanti. Abang supir asli ende yang saya lupa namanya itu membawa kami melewati jalan berkelok-kelok tiada henti. Dia harus berhati-hati menyetir karena terkadang ada ternak warga yang menyeberang seenaknya. Ternak warga berupa sapi, kerbau atau kambing itu dibiarkan saja dipinggir jalan tanpa takut akan dicuri. Tidak hanya ternak, bahkan kendaraan bermotor dan dagangan di pasar hanya ditinggalkan begitu saja. Sungguh menyenangkan bila tidak ada pencuri, tidak perlu kuatir meninggalkan barang-barang😀.

kelimutu 2

Mari kita singkirkan batang-batang pohon ini

Setelah melewati Moni, desa terdekat dari Taman Nasional Kelimutu, mobil kami dihadang oleh pohon tumbang yang melintang di badan jalan. Benar-benar memenuhi jalan dan membuat kami tidak bisa lewat. Saya langsung shock karena kepesimisan saya tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus say goodbye ke danau kelimutu. Diluar dugaan si abang supir mengeluarkan sebuah parang besar, kemudian mencoba memotong batang dan dahan yang menghalangi jalan. Kami lalu turun dan sedikit membantunya dengan cara menyeret beberapa batang ke pinggir jalan sambil bergerimis ria. Tak lama kemudian separuh badan jalan sudah bersih dari batang-batang pohon dan kami bisa melanjutkan perjalanan kembali! Yuhuuu😀

gapura kelimutu

Gapura masuk taman nasional kelimutu

danau tiwu ata polo

Tiwu Ata Polo

Pukul 06.10, kami sampai di gapura Taman Nasional Kelimutu dan membayar Rp 10 ribu per orang. Saat itu masih gerimis dan angin bertiup kencang, membuat kami harus melawan udara dingin untuk mengikuti alur trek yang sudah disediakan. Saya pikir trek kelimutu itu seperti trek ke kawah ijen yang panjang dan melelahkan. Ternyata tidak. Hanya beberapa ratus meter dari tempat parkir, kami sudah sampai di danau pertama yaitu danau Tiwu Ata Polo yang berwarna biru muda pekat seperti warna syal saya waktu itu😀. Sebelumnya danau tiwu ata polo pernah berubah warna beberapa kali. Pada pin yang saya miliki, danau ini masih berwarna merah. Kami beruntung bisa melihat danau ini tanpa jelaga kabut yang saat itu menyelimuti area di sekitarnya. Dibalik menariknya warna danau Tiwu Ata Polo ini, ternyata danau ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya arwah-arwah orang jahat. Tak jauh dari danau ini terdapat papan yang berisikan foto-foto perubahan warnanya. Hanya beberapa tahun saja warna danau ini bisa berubah drastis.

danau tiwu nua muri koo fai

danau Tiwu Nua Muri Koo Fai

Dari Tiwu Ata Polo, kami melanjutkan trek untuk melihat keindahan danau di sebelahnya, yaitu Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai. Meskipun letak danau ke dua terlihat dekat dari yang pertama, kami harus mengikuti trek yang lumayan jauh dan menanjak menuju suatu tempat yang disebut puncak untuk memperoleh pemandangan terbaik. Danau kedua ini berwarna biru kehijauan pekat atau bahasa kerenya berwarna cyan. Danau yang dipercaya sebaga tempat arwah muda-mudi ini warnanya cukup stabil, tidak berubah-ubah seperti danau Tiwu Ata Polo.

danau tiwu ata mbupu

danau vulkanik Tiwu Ata Mbupu

trek kelimutu

Trek di Kelimutu

Danau Tiwu Ata Mbupu yang berwarna hitam pekat adalah danau yang terletak diseberang danau Tiwu Nua Muri Koo Fai. Danau tempat arwah orang tua bijaksana ini bisa dilihat dengan jelas dari sebuah tempat bernama puncak. Di puncak ini juga terdapat sebuah batu marmer bertuliskan legenda kepercayaan masyarakat tentang ketiga danau kelimutu. Saat di puncak inilah kabut datang dan pergi membuat kami harus sigap mengambil gambar. Setelah kami lelah berebutan dengan kabut, kami kembali ke parkiran mobil menuruni tangga dan melewati jalan setapak yang dipenuhi oleh batu-batu berwarna biru khas flores. Tak disangka ketika kami sudah sampai tempat parkir sembari menikmati mi instant di sebuah warung kecil, kaki saya dipenuhi oleh darah.

lintah kelimutu

abis diisep vampir berbentuk lintah

Ternyata saya digigit lintah!!. Sungguh kenang-kenangan yang unik dari hutan kelimutu😀. Ketika perjalanan pulang kami sudah bisa menikmati pemandangan alam yang pada saat berangkat masih gelap, ternyata gugusan pegunungan antara kelimutu dan ende sungguh indah. Kami juga berhenti di beberapa air terjun yang ada di pinggir jalan. So? Seems like i wanna come back to Flores again!😀

air terjun kelimutu

Pemandangan air terjun menuju ke kota Ende

Artikel saya mengenai danau kelimutu yang dimuat di republika 5-02-2011  klik di sini

13 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

13 responses to “Demi Danau Kelimutu!

  1. M

    jadi itinerary-nya bisa abis berapa tuh nda?

    • kalo dari jogja buat transport pake pesawat, jogja-surabaya-ende PP abis Rp 3.000.000 ampe Rp 5.000.000. Di ende nya sih enak, budget hostel banyak, ga sampe 100.000 semalam, keliling kota ende juga enak murah cuma 3000 pake angkot. Makanan juga ga mahal2 banget, di bawah Rp 10.000 banyak. Dari ende ke kelimutu kalo pake bus umum abis sekitar 25.000/30.000. Kalo sewa mobil sehari Rp 600.000 sampe Rp 1250.000 per hari, tergantung mobilnya dan negonya.
      Kalo ala backpacker, enaknya ngebis dari ende ke moni, di moni banyak bungalow, di bawah 100 rebu juga. dari moni (sebelum matahari terbit) naik ojek ke kelimutu, ojeknya sekitar Rp 15.000 sampe Rp 20.000.
      Mahal di pesawat, bawa aja sekitar Rp 5.000.000 kayaknya cukup, hee kok budgetnya sama kayak travelig di pietnam sebulan yee?

  2. Kira-kira dari labuan bajo ke moni naik apa yaa? Trus di kalimitu ada tmpt pnginapan?

    • @dimas : dari labuhan bajo ke kota ende dulu, ada minibus atau sewa travel. dari kota ende ke moni ada angkutan umum yg mirip truk gitu. di moni banyak penginapan murah meriah kok, nanti dari moni ke kelimutu tinggal naik ojek, deket, paling bayar Rp 10.000

  3. Everything is very open with a precise description of the challenges.

    It was truly informative. Your website is useful. Thank you for
    sharing!

  4. It’s very effortless to find out any matter on web as compared to books, as I found this post at this web site.

  5. Ahaa, its good conversation on the topic of this piece of writing at this
    place at this weblog, I have read all that, so at this time
    me also commenting at this place.

  6. Thanks for finally writing about >Demi Danau Kelimutu!

    | Catatan Membolang <Loved it!

  7. Yuliarso

    ijin copast Gan……

  8. maretha

    mbakkk…ojek disekitar moni ke kelimutu ada bnyak gk mbak jam dinihari gtu? ato mbak pesen dari malamnya?🙂 terimakasih…

  9. hi, Mau CP sopir nya dong?
    Thankiu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s