Sumbawa #2 , mencuri waktu ke istana dalam loka

Hari terakhir di sumbawa besar, saya bermaksud membeli oleh-oleh khas kabupaten ini. Ketika membeli oleh-oleh saya sebisa mungkin menghindari tempat-tempat seperti pusat oleh-oleh, karena biasanya harganya jauh lebih mahal. Simpel saja, saya mencari minimarket atau warung-warung di pasar setempat, pasti ada deh makanan khas daerah setempat yang bisa dibawa pulang. Kebetulan ada sebuah minimarket tak jauh dari hotel tempat saya menginap, yang letaknya di sebelah kantor bupati sumbawa besar. Saya memilih membeli makanan kecil khas sumbawa yang bringable alias gampang dibawa dan tidak memenuhi tempat. Ketika membayar di kasir, ternyata minimarket ini juga menjual souvenir seperti kaos dan pin khas sumbawa besar (jangan-jangan minimarket merangkap toko oleh-oleh?). Mereka menjual pin bergambar sebuah bangunan yang merupakan ikon sumbawa besar. Mbak kasirnya bilang tempatnya tidak jauh dari situ, tinggal naik ojek saja cukup bayar Rp 10.000 untuk bolak-balik.

narsis di depan kantor bupati

narsis di depan kantor bupati sumbawa besar

Karena saya dan teman saya Santi masih punya waktu 2 jam sebelum dijemput travel di hotel, maka tanpa berpikir panjang saya naik ojek menuju ke tempat yang ada di pin. Saya sempat memarahi diri saya sendiri, kok saya tidak browsing sebelumnya tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di sumbawa besar.
bagian depan dalam loka

narsis di depan istana dalam loka sumbawa

Tidak sampai sepuluh menit kemudian, sampailah saya di istana dalam loka, sebuah istana kebanggan masyarakat sumbawa besar yang dibangun sekitar abad ke 18. Pada waktu itu istana yang saat ini dijadikan pusat kebudayaan dan museum ini sedang dalam proses renovasi, sehingga barang-barang yang ada di dalamnya dipindahkan ke tempat lain. Ketika kami datang, kami disambut oleh kak marga, seorang guide yang setiap hari bertugas di istana ini. Ia bilang orang asing yang masuk ke istana tanpa pengawasan bisa mudah kesurupan. Hiyy. Jelas saja saya tidak mau kesurupan di tempat asing.
salah satu ruangan di lantai bawah dalam loka

salah satu ruangan di lantai bawah dalam loka

Ia kemudian mengantar kami masuk dan berkeliling di dalam istana dalam loka yang bangunan dan kerangkanya 100% terbuat dari kayu. Hebat sekali, ratusan tahun yang lalu saja nenek moyang bangsa Indonesia sudah bisa membuat istana yang eco friendly dengan desain yang penuh detail, indah dan tahan lama. Seperti halnya rumah-rumah adat yang ada di sumbawa, istana ini juga berbentuk rumah panggung, yang terdiri dari dua lantai dan dua sisi (menara).  Ruangan utama istana ini disebut dengan lunyuk atau ruang musyawarah, yang dahulu kala dipakai raja dan menteri-menterinya untuk meeting. Di kusen-kusen pintu, jendela serta penyangga atap istana ini terdapat ukiran-ukiran khas sumbawa yang dinamakan lutuengal. Ukiran ini kebanyakan bermotif bunga dan daun-daun. Di tengah ruangan-ruangan, terdapat sebuah ukiran kayu besar tempat menaruh penerangan tradisional yang disebut dengan bila. Kami kemudian menaiki 17 anak tangga ke lantai dua. 17 anak tangga di istana ini merupakan simbol dari 17 rukun sholat. Lantai atas ini dahulu dipakai untuk tidur para anak raja. Setelah puas berkeliling ke semua ruangan dan ke dua menara kembar yang menyimbolkan sunah rosul, kami kemudian menuju tempat penyimpanan sementara barang-barang istana ini. Di tempat ini disimpan perabot-perabot kerajaan, pakaian adat dan alat-alat masak.
ruangan di lantai 2 dalam loka

ruangan di lantai 2 dalam loka

ukiran di dinding

ukiran di dinding dalam loka

bila, temat menaruh penerangan

bila, tempat untuk menaruh penerangan tradisional di dalam loka

Meskipun masih penasaran dengan istana ini dan sejarah kerajaan sumbawa yang diceritakan kak marga, kami tidak bisa berlama-lama di tempat ini karena pak tukang ojek masih setia menunggu di luar. Untuk para travelers yang berniat ke pulau sumbawa, i think visit this place is a must untuk mengenal berbagai kerajaan dan istana nusantara kita Indonesia. Merdekaah!!

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s