Kisah sial ketinggalan bagasi

sesaat sebelum mendarat di kupang

sesaat sebelum mendarat di kupang

Rute perjalanan saya waktu itu adalah dari mataram, NTB ke kupang, NTT. Saya dan dua rekan kerja saya waktu itu menggunakan pesawat L*** A** , karena hanya maskapai itu yang paling sesuai dengan rute kami. Untuk ke kupang, kami harus transit dulu di bandara juanda surabaya, karena memang tidak ada direct flight dari mataram ke kupang. Sebelumnya salah satu teman saya pernah bercerita kalau bagasinya pernah telat sampai karena menggunakan maskapai itu dan harus menunggu sehari untuk mendapatkan bagasinya kembali, dan teman saya yang lain malah pernah benar-benar kehilangan bagasi dan tidak kembali😦. Saya sempat takut kehilangan bagasi karena ceritanya itu. Tetapi karena teman saya itu dengan yakin ainul yakin men-check-in kan tas besarnya yang berisi pakaian, saya juga melakukan hal yang sama, karena saya berpikir carrier saya ini kan isinya cuma baju saja, saya yakin tidak akan hilang.

Sesampainya di bandara el tari kupang , kami bertiga dengan sabar menunggu datangnya bagasi kami, setelah hampir satu jam menunggu ternyata bagasi kami tidak lewat-lewat juga. Terdengarlah suara protes dari bapak-bapak dan ibu-ibu yang gelisah karena ternyata bagasinya hilang dan penerbanganya sama dengan kami. Kami jelas ikut-ikutan protes mempertanyakan keberadaan bagasi kami. Ternyata bagasi kami memang tidak terbawa pesawat  dan belum diketahui keberadaanya, mungkin masih di mataram, mungkin masih di surabaya. Dengan langkah gontai sambil memegang contact person orang yang bertanggung jawab atas bagasi kami, kami meninggalkan bandara dan mencari hotel tak jauh dari bandara sambil menunggu datangnya bagasi kami. Hari itu rasanya sial sekali, saya hanya membawa tas kecil berisi dompet, hp dan kamera serta baju yang melekat di badan, di tanah orang. Setiap ada pesawat yang melintas di atas hotel, saya selalu berdoa semoga bagasi saya ada di sana, kalau tidak pekerjaan saya akan sangat terhambat karena saya memerlukan baju dan sepatu formal yang ada di dalam carrier saya.

pemandangan senja hari dari jendela kamar saya

pemandangan senja hari dari jendela kamar saya, rasanya ingin ke pantai itu

hamparan kebun lontar di kupang

hamparan kebun lontar di kupang

Ini kali pertama saya berada di kota kupang, sebenarnya kalau bagasi saya tidak hilang saya ingin memanfaatkan waktu luang yang hanya sedikit untuk jalan-jalan, karena dari jendela hotel saja sudah terlihat pantai yang menarik untuk disambangi. Sayang semangat saya benar-benar hilang, dan badan saya bertambah bau karena tidak ada baju ganti. Mungkin jika tujuan saya ke kupang untuk jalan-jalan, saya akan merasa lebih santai, tetapi karena tujuan kami adalah untuk menyelesaikan sebuah misi yang merupakan bagian dari tugas kantor, saya menjadi sangat lunglai. Di kota kupang ini saya juga mengalami price shock karena saya lupa, di Indonesia timur kan harga-harga lebih mahal dari di jawa, makan nasi campur di dekat hotel dengan lauk telur dan mie saja harganya sudah Rp 25.000 sendiri. Akhirnya untuk makan malam saya membeli pop mie dan meminta air panas untuk mengirit😀.

Hmmm yang penting foto dulu bersama sasando raksasa

Hmmm yang penting foto dulu bersama sasando raksasa setelah mendapatkan bagasi saya kembali

Sekitar pukul 6.30 waktu kupang, kami mendapatkan telepon dari mas-mas bandara kalau bagasi kami sudah ada dan bisa diambil. Sebenarnya dia berjanji akan mengantarkan bagasi itu ke hotel kami, tetapi karena mobil dinas mereka baru bisa beroperasi setelah jam 9 dan kami harus segera bekerja, maka kami sendirilah yang mengambil bagasi itu dengan biaya taksi yang cukup mahal (masih edisi price shock)😀. But finally thanks God! Saya mendapatkan carrier saya beserta isinya kembali. Dan karena kejadian ini saya jadi trauma menaruh carrier saya di bagasi lagi. Untung saja di penerbangan selanjutnya saya bisa membawa carrier saya ke dalam kabin😀

Sehari setelah kejadian itu, saya masih bisa jalan-jalan sejenak dengan ojek di kota kupang untuk mencoba beberapa makanan murah dan enak😀, dan ternyata ojek di kota kupang itu juga tidak mahal, malah sebenarnya murah sekali. Eiih kenapa kemarin ke bandara ga pake ojek aja yah?😀 Eiiits tidak boleh menyesal… you know lah…travelling is not always about a good thing…its also about a bad thing that could happen to you

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Kisah sial ketinggalan bagasi

  1. M

    Moral dari cerita ini adalah: Kalau bawa ransel 30 liter masukin kabin ajaaaa… graooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s