Menikmati nuansa kolonial kota tua di Indonesia

mercu suar museum bahari jakarta

mercu suar museum bahari kota tua jakarta

*Jengjeng* sengaja bikin judul yang rada menjual😀. Apa sih yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata kota tua dan kolonial? Kalau saya sih langsung mengacu ke dua komplek kota tua besar yang ada di Indonesia , yaitu di Semarang dan di Jakarta. Kedua komplek kota tua yang dibangun oleh pemerintah hindia belanda saat itu memang menarik untuk dikunjungi. Ketika berada di sana rasanya seperti berada di eropa di masa lalu😛 , karena kita dikelilingi oleh bangunan-bangunan berarsitektur kolonialisme. Walaupun hanya beberapa persen dari bagian kota tua di Jakarta atau Semarang ini yang memang “diruwat” dengan baik, dan selebihnya terkesan kotor dan abandoned, anda masih bisa menikmati keindahan tempat ini. Bagaimana caranya ? Setiap anda melewati bangunan-bangunan yang abandoned, coba saja membayangkan seperti apa bangunan ini di masa lalu, seperti apakah bangunan ini jadinya kalau dirawat dengan baik, dan coba bayangkan hantu-hantu apa saja yang tinggal di dalamnya? (naaah..). Lebih asyik lagi jika anda mengunjungi kota tua ini dengan gaya berpakaian kolonial juga bersama teman-teman😀 , biar tambah mantep dan bisa menghasilkan hasil foto yang bagus (dengan mode sephia). Anda juga bisa mencoba foto-foto bergaya spooky di bangunan-bangunan yang abandoned (apa siih?). Berikut ini adalah secuil laporan pandangan mata saya di kota lama semarang dan kota tua jakarta

Kota lama semarang a.k.a OUTSTADT

gereja blenduk semarang

gereja saint imanuel yang lebih terkenal dengan sebutan gereja blenduk di kota lama semarang

Kota lama semarang ini letaknya di sebelah utara kota semarang, luasnya kira-kira 31 hektar dan dibangun pada tahun 1500-an. Waktu itu saya mengunjungi kawasan kota lama semarang dengan teman-teman dari komunitas couchsurfing. Kami mengitari kawasan ini dengan berjalan kaki dan naik motor. Salah satu hot spot di kawasan ini adalah gereja blenduk. Disebut gereja blenduk karena atapnya berbentuk blenduk (bulat). Gereja yang arsitekturnya berbeda dengan gereja lain ini memang menghembuskan nuansa eropa yang kental😀 , selain itu di sampingnya terdapat sebuah taman bunga kecil yang indah, tempat yang menyenangkan untuk sekedar nongkrong dan berkhayal. Anda bisa memarkir kendaraan anda di gereja blenduk kemudian berjalan kaki mengitari kawasan kota lama dari sini.

kota lama smg

Salah satu sudut kota lama semarang dengan mobil-mobil tuanya

Selain bangunan-bangunan tua ini, anda dapat menjumpai mobil-mobil tua yang ditinggalkan oleh pemiliknya di sudut-sudut jalan. Tak heran jika kawasan ini dipilih sebagai tempat syuting beberapa film bersetting jadul, karena kelengkapan set-nya😀. Jika anda ingin mengitari kawasan kota lama ini lebih menyeluruh sebaiknya gunakanlah motor untuk kepraktisan, karena ada beberapa bagian dari kawasan ini yang tergenang air rob. Waktu itu teman saya dari couchsurfing , memboncengkan saya mengitari kawasan ini lebih luas lagi seperti melewati stasiun KA Tawang yang berseberangan langsung dengan polder tawang, sebuah danau buatan yang cukup luas untuk menampung air. Sebenarnya saya ingin berhenti sejenak di polder ini, tapi teman saya tidak mau, karena menurutnya tempat ini banyak garongnya (beh??). Kami bermotor ria di kawasan kota tua ini sampai ke pelabuhan tanjung emas, dan pada malam harinya perjalanan kami berujung di lawang sewu (yang ini akan saya ceritakan di sesi yang berbeda). Waktu saya ke sana, belum ada fasilitas wisata yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung dan menurut saya kawasan kota yang sebenarnya sangat menarik untuk dikunjungi ini masih kurang maksimal tertata dan dikembangkan sebagai kawasan wisata.Lebih lanjut mengenai kota lama semarang klik di semarangkotalama.blogspot.com

Kota tua jakarta a.k.a OUD BATAVIA

salah satu sudut lain kota tua jakarta

salah satu sudut lain kota tua jakarta

bar kota tua jkt

so it was a bar di kota tua jakarta

sta jkt kota

bagian dalam dari stasiun jakarta kota

Kota tua jakarta letaknya juga di bagian utara kota jakarta, memiliki luas 139 hektar dan dibangun pada tahun 1600-an. Meskipun menurut keterangan luas kota tua jakarta lebih luas dari semarang, tapi kenapa ya kesannya jauh lebih luas yang di semarang? Ada yang tahu? Waktu itu saya mengunjungi batavia bersama dua orang teman dekat saya. Perjalanan menyusuri batavia kami awali setelah mendarat di stasiun jakarta kota yang memang kental dengan nuansa belanda. Tujuan kami selain melihat bangunan-bangunan kolonialisme di kota tua adalah megunjungi beberapa museum yang ada di kawasan ini. Kami berjalan kaki dari stasiun kota ke museum fatahilah yang merupakan pusat keramaian di kawasan ini. Di sepanjang jalan tersebut kami sudah dimanjakan dengan berbagai macam bangunan berarsitektur kolonial dari sebuah bangunan bar sampai bangunan yang dulunya adalah kantor-kantor urusan kebelandaan (apa sih?). Waktu itu hari minggu, jadi kawasan kota tua jakarta ini sangat ramai dikunjungi wisatawan yang memanfaatkan beberapa fasilitas wisata seperti menyewa sepeda tua, menyewa pakaian ala jaman kolonial sampai foto dengan mobil antik.

museum fatahilah

museum fatahilah tampak dari depan

museum keramik dan senirupa

museum keramik dan seni rupa di kawasan kota tua jakarta

Pengunjung yang kebanyakan adalah kaum muda, waktu itu juga memadati museum fatahilah yang tiket masuknya seharga Rp 2000 saja. Selain ke museum fatahilah, kami juga mengunjungi museum keramik, museum seni rupa, dan museum bahari yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan sunda kelapa. Untuk menuju ke museum bahari ini kami menaiki bajaj dengan membayar Rp 5000. Suatu hal yang saya ingat ketika saya berada di museum bahari ini adalah si manis jembatan ancol!😀, karena kalau tidak salah mereka sering mengambil setting di tempat ini kan? (sok yakin). Sebenarnya masih ada beberapa museum di kawasan kota tua ini yang ingin kami kunjungi, seperti museum bank indonesia dan museum wayang tetapi karena waktu itu sudah sore dan museum sudah tutup, kami memutuskan untuk menghabiskan sore hari kami di pelabuhan sunda kelapa sekedar melihat kapal-kapal kayu dan di mercu suar kotak di dekat museum bahari, untuk melihat kota tua dan pelabuhan sunda kelapa dari atas. Lebih lanjut mengenai kota tua jakarta klik di kotatua-jakarta.blogspot.com

sunda kelapa

pelabuhan sunda kelapa dari mercu suar kotak

museum bahari

salah satu sudut museum bahari jakarta

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Menikmati nuansa kolonial kota tua di Indonesia

  1. Kota tua di indonesia cuma ada di Semarang sama Jakarta yah?
    btw, kota lama Semarang benar2 keren. 2 tahun yang lalu pernah kesana, dan sangat berkesan.

  2. Saya juga sering mngunjungi kota tua Jakarta, tapi belum tuk yg di Surabaya dan Semarang, Kndari dan UjungPandang juga baru dikit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s