Unsupposed trip to desa wisata bleberan

bleberan

Mau ke gua rancang atau ke air terjun sri gethuk dulu?

Setelah puas bermain di kebun buah mangunan hari minggu 17 juli 2011 , saya dan kedua teman saya bermaksud menyusuri sebuah hutan pinus yang letaknya tak jauh dari mangunan. Tetapi karena saya sebagai penunjuk jalan salah belok (sungguh penunjuk jalan yang tidak meyakinkan), maka kami bertiga tersasar berkilo-kilo meter sampai ke pasar dlingo, lokasi yang jauh dari hutan pinus itu. Mau balik lagi ke jalan yang benar, rasanya malas. Sembari istirahat siang di warung mi ayam, saya bertanya ke pemilik warung “mas, dlingo ini dekat dengan playen atau paliyan?” . Si masnya menjawab “playen, mbak, kalau paliyan kan jauh”. Saya jadi teringat pernah membaca sebuah blog yang bercerita tentang air terjun dan gua di daerah playen. Saya lalu menawarkan opsi untuk mencari air terjun dan gua itu kepada kedua teman saya, dan mereka setuju. Setelah mengarungi jalanan aspal yang begitu mulus dengan pemandangan hutan jati dan hutan kayu putih, kami bertanya ke pada seorang bapak pemilik warung di manakah letak air terjun ini. Ia lalu memberi petunjuk bahwa kami harus melewati jalan keluar masuk kampung sampai menemukan sebuah jalan aspal besar lalu berbelok ke barat sampai kami menemukan tanda petunjuk menuju ke air terjun. Petunjuk yang cukup rumit. Untung saja salah seorang teman saya adalah penghafal yang dapat diandalkan.

gua rancang

Gu rancang kencono 

Memasuki desa bleberan

dementor!

Dementor? 

langit-langit gua rancang

Langit-langit di goa rancang

prasasti di dalam gua rancang

Prasasti perjuangan

serasa kembali ke suasana pedesaan di jaman dunia persilatan dulu. Rumah-rumah jawa eksotik yang terbuat dari kayu dan beratap limasan masih banyak terdapat di desa ini. Saya sangat berharap bahwa mereka akan tetap mempertahankan desain rumah tradisional jawa seperti itu. Kami tiba di loket desa wisata bleberan, tempat air terjun itu berada jam 3 sore, dan kami membayar retribusi Rp 3000 per orang. Ternyata antara air terjun dengan gua jaraknya tidak jauh. Sesuai saran dari bapak pemiik warung dan mas-mas yang jaga di loket masuk, kami mengunjungi gua rancang dahulu sebelum ke air terjun, bukan sebaliknya. Gua rancang adalah gua buntu (tidak tembus kemana-mana) yang konon dahulu adalah tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan. Di pintu masuk gua terdapat sebuah pohon besar yang usianya ratusan tahun tegak menjulang tepat di antara mulut gua. Di tengah terdapat sebuah ruangan yang luas dengan stalaktit yang menggantung di langit-langitnya. Sayang beberapa bagian dinding gua ada yang dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab . Di ujung dalam gua ada sebuah ruangan yang hanya bisa dimasuki orang kurus (uh maaf..) berukuran sekitar 3 x 3 meter yang di dalamnya terdapat sebuah prasasti dengan nama prasetya bhinekaku. Untuk memasuki ruangan ini anda harus membawa senter sendiri, karena sangat gelap.

sungai oya bleberan

menaiki motor air di sri gethuk

air sumber bleberan

air terjun kecil

oya river

sungai oya

tangga air sri gethuk

Tangga air di sri gethuk

air terjun sri gethuk

air terjung sri gethuk

Jalan ke air terjun srigethuk dari gua rancang saat saya ke sana belum mulus, berlubang dan berbatu kapur, jadi pastikan anda berhati-hati dalam mengendarai kendaraan anda. Untuk menuju ke air terjun ini dari tempat kendaraan anda diparkir ada dua cara. Pertama dengan jalan kaki mengikuti trek yang sudah tersedia, kedua dengan menaiki motor air menyusuri hijaunya sungai oya. Kami memilih untuk menuju ke air terjun ini dengan motor air. Kami tak sabar untuk segera turun ke sungai, karena pemandangannya sungguh hijau menyegarkan mata. Waktu itu hari minggu, jadi lumayan banyak pengunjung yang mendatangi tempat ini, sehingga kami harus antri untuk menggunakan motor air. Air sungai oya di desa bleberan ini sungguh bening kehijauan dengan ikan-ikan kecil terlihat berenang di dalamnya. Mungkin karena bebatuan kapur yang berwarna putih di dasar sungai dengan mudah ditumbuhi lumut, maka air sungai ini menjadi sangat hijau. Di bagian lain sungai ini terdapat bebatuan kapur raksasa yang berada ditengah-tengahnya, sehingga di bagian itu tidak dapat dilalui motor air.

Giliran kami bertiga untuk menaiki motor air tiba. Motor air yang memang menggunakan mesin sepeda motor ini berbentuk kotak, terbuat dari enam buah drum plastik di pinggir-pinggirnya dan dikitari pagar besi sebagai pengamanya. Di bagian depan terdapat stang untuk mengendalikan motor air tersebut, seperti layaknya sepeda motor. Untuk menaiki motor air ini, pengunjung yang tidak bisa berenang diwajibkan untuk mengenakan life vest sebagai pengaman. Seorang mas pemandu motor air menceritakan kepada kami bahwa desa bleberan mulai dijadikan sebagai desa wisata baru pada tahun 2010. Ia juga bercerita bahwa di sungai oya yang kami lalui ini, terdapat sebuah titik terdalam yaitu 20 meter! , dan juga terdapat sebuah gua bawah air di dalamnya. Di sepinggir sungai terdapat banyak tetesan-tetesan air yang kemudian bermuara di sungai ini, yang menandakan bahwa tidak semua wilayah gunung kidul itu gersang dan sulit air. Beberapa ratus meter dari dermaga motor air, sampailah kami di air terjun srigethuk dengan ketinggian sekitar 25 meter. Air begitu deras mengalir dari ujung sampai ke sungai. Di bawahnya terdapat tangga-tangga air dengan batuan kapur licin sebagai dasarnya. Seperti surga air tersembunyi di wilayah gunung kidul.

RUTE ke Desa Wisata Bleberan (gua rancang dan air terjun sri gethuk) dari kota yogyakarta:

Kota yogyakarta –> Jalan wonosari –> Bukit Pathuk/bukit bintang –> Lapangan udara gading ke kanan (ke selatan) –> Kecamatan playen ke kanan (ke barat) +/- 7km ikuti jalan sampai ada petunjuk ke air terjun, kemudian belok ke kanan

 

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Unsupposed trip to desa wisata bleberan

  1. wapik soro tempate ceh ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s