Edisi cavetubing gua pindul dan rivertubing sungai oya

bersiap!

bersiap!

Setelah mencicipi cavetubing di gua kalisuci beberapa bulan yang lalu, hari sabtu kemarin dengan spontan saya, adik saya dan 3 orang teman pergi mencicipi cavetubing di gua pindul. Gua ini tepatnya berada di dusun gelaran 2, bejiharjo, karangmojo, gunung kidul. Gua yang letaknya hanya  5 km dari kota wonosari ini, merupakan gua yang lagi “happening” untuk dikunjungi😀. Karena saya dan teman-teman saya adalah kaum muda yang happening, maka kami tidak mau ketinggalan menyambangi tempat yang lagi happening *beeeeeh.

Kami sampai di base camp wira wisata jam 10.30 pagi, dengan mengikuti petunjuk arah yang sudah dipasang sejauh 4 km sebelum gua pindul. Papan petunjuk ini benar-benar membantu pengunjung untuk menemukan gua yang letaknya ada di tengah-tengah dusun. Base camp wira wisata ini merupakan salah satu operator wisata gua di bejiharjo yang dikelola oleh kelompok karang taruna setempat. Mereka ternyata tidak hanya mengelola cavetubing di gua pindul, tetapi juga menawarkan paket wisata lain seperti rafting di sungai oya, jelajah sendang dan caving tingkat menengah di gua sioyot. Eniweii karena mereka menawarkan kami harga yang cukup terjangkau untuk 2 paket, maka kami memutuskan untuk mengikuti 2 paket dalam sehari, yaitu cavetubing di pindul dan rafting di sungai oya.

di dalam kegelapan

di dalam kegelapan pindul

Setelah siap dengan kostum yang direlakan untuk basah-basahan, kami diberi lifevest dan tubing sebagai penyangga nyawa kami selama mengarungi gua, maklum, menurut bapak pemandu kedalaman gua pindul bisa mencapai 11 meter. Sekejap kami berjalan dari basecamp, kami sampai di gua pindul.

salah satu langit-langit

salah satu langit-langit gua pindul

Meskipun air sungai waktu itu terlihat hijau dengan lumut yang mengambang-ambang di permukaan, kami tetap semangat! Salah satu teman saya, bluwuk yang phobia dengan air mulai berteriak-teriak mengancam akan membunuh saya karena mengajaknya ikut serta. Maklum, teman saya ini pernah tenggelam di kolam renang dengan kedalaman satu meter dan belum pernah merasakan berenang dengan lifevest. Padahal kan ga akan tenggelam ya?

dinding pindul

dinding pindul

Kedua pemandu kami mengalirkan tubing yang kami tumpangi dengan sangat pelan, sambil menerangkan tentang stalaktit, stalakmit, dan beraneka macam binatang yang terdapat di gua ini. Di gua pindul ini terdapat sebuah stalaktit raksasa yang katanya merupakan terbesar ke-4 di dunia, dan saat ini masih aktif tumbuh ke bawah 1 cm per tahunnya.

stalaktit pindul

stalaktit yang cukup besar

Selain itu terdapat juga sebuah stalakmit yang bentuknya seperti alat kelamin laki-laki, konon katanya laki-laki yang menyentuh alat kelamin ini, eh salah stalakmit ini, bisa menjadi lebih perkasa😀. Ada juga stalaktit kecil di langit-langit gua yang rendah yang meneteskan air dan konon jika terkena tetesannya seorang wanita bisa menjadi lebih cantik. Sayangnya tak satupun dari kami yang terkena tetesannya😦 . Setelah kami sampai di ujung gua, terdapat sebuah tempat yang atap guanya membentuk lubang, sehingga kalau para peserta caving difoto dari atas, hasilnya akan dramatis deh😀. Di tempat ini para peserta caving bisa melompat dari tebing gua untuk melampiaskan aksi yang tidak dapat dilakukan di tempat umum *myeh.

kliauan dinding gua

sudut dinding gua yang berkilau

Teman saya, meta melakukan adegan lompat di tebing ini dua kali. Ia juga melakukan adegan lompat di tebing yang lebih tinggi yang berada di luar gua dua kali. Hmm ini anak seneng banget sih lompat-lompat? Setelah 300 meter terarungi, pintu keluar gua pindul ini tampaknya tidak seperti pintu keluar gua, lebih mirip waterboom tepatnya, saking banyaknya peserta cavetubing yang mengambang santai di akhir pekan itu😀

waterbum

hmmm mirip di waterboom😀

Setelah tuntas petualangan kami di gua pindul, kami berlima melanjutkan paket tur kami selanjutnya yaitu rafting di sungai oya. Untuk sampai ke sungai oya, kami diharuskan berjalan kaki menyusuri persawahan yang begitu hijau dan subur. Ternyata tidak semua tempat di gunung kidul itu gersang dan tidak dapat ditanami padi seperti di daerah lain. Menurut bapak pemandu, daerah karangmojo adalah daerah subur dengan air yang melimpah.

siap susur sungai!

siap susur sungai!

Setelah sampai di sungai oya, rafting dengan tube pun dimulai. Sebenarnya sih kegiatan ini tidak cocok disebut rafting, karena yang kami arungi adalah sungai tanpa satu pun arus deras. Pada musim penghujan bisa saja arusnya menjadi sangat deras dan cocok untuk rafting dengan perahu karet. Saat itu kami menyebutnya susur sungai dengan tube😀.

we may call it white canyon

we may call it white canyon😀

Sungai oya merupakan tipikal sungai yang terdapat di kawasan karst, tebing-tebing sungainya terlihat unik karena batu kapur putih yang bertumpuk-tumpuk seperti hasil karya seni kontemporer *jiaaah. Air sungainya hijau penuh dengan lumut mengambang seperti di gua pindul. Kedalamannya ada yang mencapai 13 meter!

bebatuan kapur

bebatuan kapur sungai oya

Jarak yang kami tempuh saat itu adalah 1,5 km dengan dua air terjun berketinggian 5 meter berada di sisi kiri sungai. Di tempat air terjun ini, pengunjung dapat melampiaskan adrenalin lagi dengan cara melompat dari atas air terjun yang cukup tinggi. Tentu saja dengan sangat berani teman saya meta yang tukang lompat ini, melompat lagi beberapa kali. Tidak hanya dari satu tebing yang sama, tapi dari sisi tebing yang lain.

jump

jump meta jump!

Saya dan bluwuk hanya berenang-renang ke sana kemari, dengan beraneka macam gerakan supaya terlihat tidak takut air😀 (padahal kalau mau lompat, jelas-jelas tidak berani). Oya teman saya bluwuk yang tadinya ingin membunuh saya malah merasa senang karena sekarang dia bisa lebih bersahabat dengan air😀.

All photo property by valencia meta.

damai

sungguh damai dan santai🙂

6 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

6 responses to “Edisi cavetubing gua pindul dan rivertubing sungai oya

  1. Ping-balik: Testimonial Pengunjung | Cave Tubing Goa Pindul

  2. Langit

    udah nyoba cavetubing di Kalisuci belum?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s