Things To Do in The City of Palembang ala Kelanakecil

Setelah selama 2 minggu saya tinggal ala mahasiswa unsri di kota Indralaya, saya mempunyai waktu hanya 2 hari 2 malam untuk main-main di kota Palembang. Saya ditemani oleh teman kuliah saya, wong kito galo asli palembang, Martin. Saya menyesuaikan waktu luang teman saya ini pada hari sabtu dan minggu, saat dia libur bekerja. Martin kemudian menjadi guide dadakan saya. Dengan motornya, kami kemudian berkeliling kota Palembang mengunjungi beberapa tempat wisata dan tempat bersejarah di sana.

During The Day :

1. Nongkrong di Kawasan jembatan ampera,  benteng kuto besak, museum sultan badaruddin, pasar ilir dan masjid agung Palembang.

Siapa sih yang tidak kenal jembatan ampera yang menjadi icon kota pempek ini? Di kawasan ini selain bisa narsis foto-foto sama jembatan unik ini, juga bisa menikmati jajanan khas Palembang yang berada di sepanjang pesisir sungai musi. Selain itu anda juga bisa mengunjungi kawasan benteng kuto besak dengan hanya berjalan kaki. BKB merupakan bekas pusat pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin. Di dalam area ini juga terdapat rumah limas yaitu rumah adat Palembang dan museum sultan badarrudin. Tidak jauh dari BKB juga terdapat masjid Agung, yang setiap hari jumat menjadi pasar kaget barang-barang untuk beribadah. Jika anda ingin membeli oleh-oleh atau belanja kain songket khas sumatera selatan, anda bisa berkeliling pasar ilir.

Jembatan ampera di siang hari

Jembatan ampera di siang hari

2. Mengunjungi Pulau Kemaro.

Pulau kemaro merupakan pulau atau delta yang berada di tengah sungai musi. Di pulau ini terdapat klenteng dan pagoda Buddha. Pulau ini juga menyimpan legenda lho! Untuk menuju ke sana, pengunjung bisa menyewa perahu motor yang banyak ditawarkan di dermaga kecil tepat di bawah jembatan Ampera. Baca selengkapnya di postingan saya berikut ini.

Pagoda tingkat 9 di pulau kemaro

Pagoda tingkat 9 di pulau kemaro

3. Mengunjungi Makam Raja-raja dan bangsawan melayu-sriwijaya di Bukit Siguntang.

Di titik tertinggi di kota Palembang ini terdapat 7 makam keturunan kerajaan sriwijaya di masa lalu. Yang menurut saya unik adalah cara masyarakat memperlakukan ke 7 makam ini. Hampir semua pusara makam di sini dihias dan dirawat dengan baik bahkan ada yang dengan kain berwarna-warni dan keemasan. Setiap makam mempunyai juru kunci masing-masing . Masyarakat datang ke komplek ini tidak hanya untuk berziarah tetapi juga untuk memohon sesuatu supaya dilancarkan dengan membawa berbagai macam sesajian berupa makanan, bunga dan buah-buahan.

Salah satu makam di komplek bukit siguntang dan peziarahnya

Salah satu makam di komplek bukit siguntang dan peziarahnya

4. Mengunjungi Museum Balaputeradewa

Selain museum sultan badaruddin yang berada di kawasan benteng kuto besak, terdapat pula museum balaputeradewa yang berada di jalan sriwijaya. Di dalam museum ini terdapat koleksi benda-benda arkeologi yang ditemukan di seluruh kawasan sumatera selatan. Arca-arca dari zaman Sriwijaya bahkan zaman sebelumnya banyak dipajang di sini.

Salah satu arca kuno koleksi museum Balaputeradewa

Salah satu arca kuno koleksi museum Balaputeradewa

5. Mengunjungi Taman Punti Kayu.

Taman ini merupakan hutan kota palembang yang terletak 6 km dari pusat kota. Menurut saya hutan pinus ini merupakan oase di tengah kota palembang yang saat ini semakin padat dengan bangunan-bangunan beton. Masyarakat kota palembang biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga untuk sekedar piknik dan melihat berbagai macam satwa serta mencoba berbagai permainan anak.

Sejuknya taman punti kayu

Sejuknya taman punti kayu

6. Makan Pempek yang paling enak menurut wong kito galo + minum es kacang merah.

Waktu itu saya diajak oleh teman saya Martin ke pempek beringin, karena menurutnya ini yang paling mak nyoss untuk orang palembang sendiri. Saya kemudian mencoba pempek kapal selam dan pempek kulit yang lengkap disajikan dengan cuko, mentimun dan topping abon ikan. Benar saja, pempek ini adalah pempek yang paling enak yang pernah saya rasakan!😀. Selain itu saya juga memesan es kacang merah khas palembang yang segar dan menyehatkan.

Pempek beringin yang lezat

Pempek beringin yang lezat

Es kacang merah khas Palembang

Es kacang merah khas Palembang

7. Mencicipi Martabak Har.

Selain pempek, kuliner khas kota ini adalah Martabak Har. Restoran martabak har ini terdapat di beberapa sudut kota Palembang. Yang paling mudah dicapai untuk wisatawan adalah yang berada di kawasan jembatan Ampera. Martabak ini berbeda dengan martabak yang berada di daerah lain. Kuahnya seperti kuah kari yang kental dengan bumbu rempah yang sangat khas.

Martabak har dengan kuah kental yang enak

Martabak har dengan kuah kental yang enak

restoran martabak har

restoran martabak har

8. Makan Mie Celor.

Yang menginspirasi saya untuk ngotot pengen makan mie celor di daerah asalnya adala indomie rasa mie celor. Mie instantnya saja enak apalagi aslinya? Saya kemudian mencoba mie celor di salah satu kantin di pertokoan jalan jend sudirman. Dan memang benar, mie celor menjadi salah satu mie rebus favorit saya.

Mie Celor Palembang JL Jend Sudirman

Mie Celor Palembang JL Jend Sudirman

During The Night
1. Nongkrong lagi di kawasan jembatan ampera dan benteng kuto besak.

Meskipun saya sudah pernah ke kawasan ini pada siang hari, teman saya Martin bilang kepada saya bahwa jembatan ampera itu lebih bagus dilihat ketika malam hari. Memang benar lho! suasana malam hari di kawasan ampera dan BKB ini sangatlah berbeda. Selain keindahan lampu jembatan ampera, ada banyak masyarakat terutama anak muda kota Palembang nongkrong di tempat ini. Kalau di Jogja suasananya mirip seperti di alun-alun kidul. Hembusan angin yang bertiup di sungai musi membawa kesejukan dan suasana nyaman tersendiri bagi para pengunjung. Tetapi anda juga harus berhati-hati karena konon katanya di sini ada banyak copet.

Kerlap-kerlip lampu jembatan ampera di malam hari

Kerlap-kerlip lampu jembatan ampera di malam hari

keramaian di depan BKB saat malam hari

keramaian di depan BKB saat malam hari

2. Mencicipi Mie thek-thek Palembang.

Di depan BKB ini kalau malam ada banyak penjual mie thek-thek yaitu mie rebus khas Palembang. Sambil nongkrong di pinggir sungai musi yang pembatasnya cukup lebar, saya memesan satu porsi mie thek-thek yang harganya hanya Rp 5000 saja.

Mie thek-thek khas palembang

Mie thek-thek khas palembang

Penjual mie thek-thek di depan BKB

Penjual mie thek-thek di depan BKB

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s