Menilik kebudayaan minang lama dari pariangan sampai ke balimbing #1

Selamat pagi dari nagari koto tuo, agam

Selamat pagi dari nagari koto tangah, agam

Selama kurang lebih satu minggu saya tinggal bersama segerombolan teman saya di daerah nagari koto tangah, tidak jauh dari kota bukittinggi. Saya dan tiga orang teman dari Jawa sengaja mengembara ke tanah sumatera untuk mencari kitab suci *EH*. Kami ke tanah minang untuk jalan-jalan sembari menunggu tugas pekerjaan penelitian lapangan kami selanjutnya. Host saya kali ini adalah uda Doni, penyuka jalan, antropologi dan traveling asli orang minang. Tinggal di desa ini rasanya seperti tinggal di kampung minang jaman dahulu karena masih terdapat banyak rumah adat bagonjong di sana. Suhu udara di sini begitu sejuk karena diapit gunung marapi, singgalang dan bukit barisan. Selain mengajak kami muter-muter kota bukitinggi, uda doni juga mengajak kami mengunjungi bangunan-bangunan adat minang lama yang ada di sekitar bukitinggi sampai batusangkar. Tentu saja kami sangat bergembira karena bisa belajar dan menambah wawasan sedikit mengenai Minangkabau. Kami waktu itu mendapatkan pinjaman motor. Menurut uda Doni jika ingin mengelilingi ranah minang memang sebaiknya menggunakan motor atau mobil karena transportasi umum masih termasuk jarang kecuali di kota-kota. Meskipun demikian untuk menyewa motorpun sangat susah, kecuali kalau sudah kenal baik dengan penduduk setempat.

Kami berangkat pagi-pagi sekali dari nagari koto tangah.  Setelah melalui jalan-jalan berkelok di pegunungan dan hamparan terasiring sawah di kanan dan kiri jalan, kami sampai di lokasi pertama yaitu desa pariangan yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Desa ini terletak di lembah gunung Marapi. Desa Pariangan disebut sebagai nagari tuo atau salah satu desa tertua di ranah Minang. Menurut uda Doni, di nagari inilah asal usul nenek moyang minangkabau berasal. Pariangan berarti riang gembira. Mungkin pada jaman dahulu kala nenek moyang orang Minang selalu riang gembira seperti tarian-tarian mereka yang rancak. Menurut legenda yang telah diturunkan dari ratusan tahun silam, nenek moyang orang Minang adalah Alexander The Great. Wow! Diceritakan bahwa salah satu keturunannya ada yang mengembara dan menetap di salah satu tempat di pulau Sumatera yang dinamakan Pariangan ini.

Komplek prasasti pariangan

Komplek prasasti pariangan

Di nagari ini terdapat banyak situs-situs bersejarah yang menunjukkan awal kebudayaan Minang. Terdapat beberapa prasasti dengan bahasa Minang kuno dan makam kuno pemimpin adat di kala itu yang pusaranya sangat panjang. Selain itu rumah-rumah bagonjong yang usianya sudah ratusan tahun masih terdapat di kompleks nagari tuo ini lengkap dengan bangunan lumbung padinya. Di nagari ini juga terdapat masjid kuno Minangkabau yaitu masjid Ishlah yang berarti berdamai. Di pelataran Masjid kuno ini terdapat sumber air panas yang konon berkhasiat untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Saya mencoba memasuki rangek gadang tapian mandi untuk perempuan dan mencoba membasuh muka dengan air panas yang mengucur melalui dinding-dindingnya. Siapa tahu saja saya menjadi awet muda dengan air tersebut.

Masjid kuno Minangkabau di Pariangan

Masjid kuno Minangkabau di Pariangan

Di dalam rangek gadang tapian mandi di pariangan

Di dalam rangek gadang tapian mandi di pariangan

Nagari koto tuo pariangan nan elok

Nagari koto tuo pariangan nan elok

Di desa pariangan ini di waktu-waktu tertentu diadakan lomba pacu jawi yaitu memacu sapi di arena areal pesawahan yang penuh dengan lumpur. Siapa yang paling cepat sampai, ialah pemenangnya. Sayang kami tiba di saat yang tidak tepat. Karena harus berpacu dengan waktu dan masih ada beberapa tempat lain yang akan kami kunjungi hari itu, kami meninggalkan Pariangan. Setidaknya kami punya cerita bahwa kami pernah ke desa suku Minangkabau yang tertua.
Photos by Dikdot Pras

1 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

One response to “Menilik kebudayaan minang lama dari pariangan sampai ke balimbing #1

  1. Ping-balik: Desa Todo dan jejak adat suku manggarai | Kelanakecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s