Tour de Singkarak, tapi pakai motor :D dan wishlist yang tertinggal.

Jalan aspal lintas singkarak

Jalan aspal lintas singkarak

Pagi itu saya harus meninggalkan sejuknya rumah Devi yang ada di Baso, Agam untuk menuju ke kota Sawahlunto. Saya bersama teman-teman penelitian saya memutuskan untuk menggunakan motor supaya lebih praktis dan hemat. Memang sih perjalanan dari Baso ke Sawahlunto menurut saya lumayan jauh dan membuat pantat pegal, tetapi karena pemandangan yang terhampar sangat memanjakan mata maka saya merasa enjoy saja. Devi, rekan penelitian saya yang asli Sumatera Barat kemudian menawarkan tim kami untuk bermotoran melintasi danau Singkarak. Kebetulan waktu itu sedang ramai-ramainya promosi event rally sepeda yang paling terkenal se-Indonesia yaitu Tour De Singkarak. Sebuah rally lintas kota yang highlightnya adalah melewati jalan di sepanjang danau Singkarak. Sebagai pejalan yang sok ngehip😀 , sayang donk kalau saya sudah di Sumatera Barat tidak mampir melihat keindahan danau Singkarak. Danau singkarak adalah danau terbesar kedua di pulau Sumatera setelah danau Toba. Dan Danau ini adalah danau ketiga terbesar di Indonesia yang luasnya mencapai 107,8 km persegi. Danau Singkarak terletak di dua kabupaten yaitu Kab Solok dan Kab Tanah Datar.

Kami akhirnya “tour de singkarak” menggunakan motor membawa backpack kami yang volumenya cukup besar. Jalan aspal yang menghubungkan kabupaten Tanah Datar dengan kabupaten Solok ini, benar-benar dibangun di sepinggir danau Singkarak berkilo-kilometer jaraknya. Karena danau ini berbentuk memanjang, jadi kesannya seperti mengendarai motor di sepinggir pantai yang panjang. Di seberang jalan yang kami lalui terbentang perbukitan barisan yang bayangannya memantul di permukaan air danau yang jernih. Mata saya berasa ademm berada di sini. Sesekali saya melihat perahu-perahu nelayan yang sedang mencari ikan di Danau ini. Menurut Devi, ada ikan khusus yang hanya hidup di danau ini yaitu ikan bilih. Masakan ikan bilih khas Singkarak ini dapat ditemui di rumah makan yang banyak terdapat di pinggiran danau. Saya jadi ingat, beberapa hari yang lalu Devi pernah memasakkan saya balado ikan bilih. Sesekali saya berhenti untuk mengambil foto landscape Singkarak sambil menghirup udara danau yang sejuk.

Indahnya danau singkarak dengan bukit barisan yang mengelilinginnya

Indahnya danau singkarak dengan bukit barisan yang mengelilinginnya

Salah satu hal unik di Singkarak yang membuat saya penasaran  adalah  jalur rel kereta api di sepanjang danau. Kata Devi kalau ingin naik kereta wisata Singkarak harus berangkat dari Solok atau Sawahlunto. Kereta ini akan berhenti si stasiun Singkarak. dari stasiun wisatawan bisa menuju ke taman wisata pantai tanjung mutiara untuk menikmati wahana danau seperti berperahu atau sekedar piknik. Lucu ya, mungkin saking gedhenya danau ini tepiannya dianggap sudah seperti pantai. Well, saya ga tahu sih kapan bisa naik kereta wisata ini. Pengen banget! cuma ya tadi belum tahu kapan😦 . Biarlah menjadi travel wishlist saya yang tertinggal. Motor-motor kami akhirnya meninggalkan jalan aspal pinggiran danau terus melaju menuju kota Sawahlunto.

A frame of singkarak from my motorbike

A frame of singkarak from my motorbike

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s