Santap malam di kota Padang dengan Martabak Kubang Hayuda

Malam terakhir di ranah Minang, saya dan teman-teman menyempatkan diri mampir ke kota Padang. Kami muter-muter kota dari pantai, jembatan siti nurbaya sampai balik lagi ke pasaraya menggunakan bendi supaya beneran terlihat seperti turis *eh*. Puncaknya teman-teman yang asli Sumatera Barat mengajak kami untuk santap malam di sebuah tempat yang spesial. Mereka mengajak kami ke martabak kubang hayuda, yang letaknya di JL Prof M Yamin 138 B, belakang tangsi, komplek pasaraya Padang. Tempat ini memang spesial dengan menu martabaknya, tetapi ada menu lain yaitu sate padang dengan daging sapi dan ayam serta nasi goreng Padang. Martabak kubang sebelumnya lebih dikenal sebagai martabak mesir. Martabak ini konon banyak dibuat, dimasak dan dijual oleh orang-orang Kubang, sebuah desa di kabupaten Lima Puluh Kota. Oleh karena itu sekarang lebih dikenal sebagai martabak Kubang. pemilik Martabak Hayuda sendiri juga aslinya dari Kubang. Martabak kubang adalah martabak telur dengan daging sapi yang disajikan dengan bumbu celupan berupa kuah asam manis yang diberi irisan cabai, tomat dan bawang bombay. Martabak kubang telah dijual di banyak kota besar di seluruh Indonesia, tetapi sayang juga dunk kalau sudah ke kota Padang ga ngicipin kuliner asli Sumatera Barat di tempat asalnya.
Para chef di martabak kubang hayuda sedang memasak

Para chef di martabak kubang hayuda sedang memasak

Seporsi martabak kubang hayuda

Seporsi martabak kubang hayuda

Para “chef” di martabak kubang Hayuda ini adalah bapak-bapak. Mereka menggoreng martabak ini di beberapa wajan pipih besar-besar. Saking banyaknya pengunjung restoran ini, wajanya selalu penuh dengan martabak. Melihat proses memasaknya membuat saya bertambah lapar dan ngiler. Martabak ini dijual seharga Rp 18.000 per porsi. Kami memesan martabak satu-satu per orang dan seporsi sate ayam padang. Pas pesanan saya sampai rasanya saya sudah tidak sabar mencicipi kelezatanya. Rasanya memang gurih, lembut dan enak dipadu dengan kuah asam pedas yang menggigit. Pas sekali perpaduannya! Satu porsi martabak saja sudah sangat mengenyangkan. Rasanya puas sekali malam itu, jalan-jalan ditutup dengan santap malam kuliner khas Sumatera Barat nan lezat sebagai farewell party dengan ranah Minangkabau selama 2 minggu bertugas di sana. Semoga kapan-kapan bisa ke Sumatera Barat lagi dan mengeksplor keindahan alam, budaya dan kelezatan kulinernya.

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s