Rembang-Lasem-Purwodadi Roadtrip #7 : Sangiran, belajar tentang zaman purba dengan mengunjungi museum

Narsis di depan museum Sangiran

Narsis di depan museum Sangiran

Masih dalam acara road trip naik motor dari Jogja ke Rembang-Lasem-Purwodadi dan kembali lagi ke Jogja bersama teman saya cik Emi! Hore! Meskipun rasanya siang itu kami pegel banget dan pengen istirahat di penginapan, kami harus pulang hari itu juga. Well sebenarnya karena kami sudah hampir kehabisan uang sih😀. Siang mulai terik di kota Purwodadi, kami beranjak dari warung swieke jam 12.30, melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja. Jarak yang harus kami tempuh masih jauh, sekitar 100 km lebih. Meskipun masih jauh, kami ga mau ngoyo. Harus beristirahat beberapa kali di jalan untuk meluruskan pinggang, punggung dan kaki. Siang itu kami mengambil rute ke arah Surakarta melewati jalanan berkelok-kelok penuh di tengah hutan tidak jauh dari waduk kedungombo. Di perjalanan saya teringat cerita salah seorang sahabat saya tentang kunjungannya ke museum purbakala Sangiran bersama keluarganya. Ia tampak terkesan dengan museum ini karena bangunan dan isi museum tersebut di luar dugaannya. Wah seperti apa sih museum ini? Saya jadi penasaran. Sebelumnya saya belum pernah googling atau mencari informasi tentang Sangiran karena terlalu sibuk traveling di luar Jawa😦 . Saya hanya sering mendengar nama Sangiran di pelajaran IPA dan Biologi saat saya sekolah dahulu. Ah men! manusia macam apa saya men. Akhirnya siang itu saya mengajak Emi untuk mengunjungi Sangiran Early Man Site. Mumpung lewat, sayang kalau dilewatkan.

Sangiran sebagai UNESCO heritage site

Sangiran sebagai UNESCO heritage site

Baru masuk ke gerbang utamanya saja saya amazed, ternyata museum ini bakal keren banget! Kami membayar Rp 5000 per orang. Wah udah keren tiket masuknya murah pula, kurang mahal rasanya. Sewaktu kami akan masuk ke museumnya, saya baru ngeh ternyata Sangiran termasuk ke dalam UNESCO heritage site. Ke mana aja gw men? Kok baru ke sini sekarang? Siang itu karena weekday, museum tampak sepi jadi saya dan Emi bisa nyaman menyamar sebagai arkeolog gadungan di tempat ini. Begitu masuk ruangan pertama kami langsung disuguhi beberapa video dan gambar tentang asal mula alam semesta. Ada video tentang Big Bang Theory juga di sini. Ahh saya jadi ingat Sheldon Cooper! Dia harus ke sini nih. Di ruangan selanjutnya terdapat gambar pemaparan evolusi manusia dari Charles Darwin dan ilmuwan lainnya. Ternyata situs Sangiran ini disejajarkan dengan situs-situs purbakala lain di dunia seperti di Zhoukoudian di Cina, Olduvai Gorge di Tanzania dan Strekfontein di Afrika Selatan.

Evolusi manusia :)

Evolusi manusia🙂

Sesuai dengan pelajaran Biologi yang pernah saya terima dulu, situs ini ditemukan pada tahun 1883 oleh P.E.C Schemulling, situs ini juga pernah dieksplorasi oleh Eugene Dubois di abad ke 19. Nah kalau ingin tahu siapa saja para arkeolog dunia yang pernah mengekplorasi dan menemukan fossil-fossil di tempat ini, sebaiknya datang langsung ke mari, karena penjelasan tentang ini sangat detil dan mudah dipahami. Selain arkeolog dunia, kegiatan para arkeolog Indonesia yang belakangan ini lebih berperan besar juga dipaparkan di museum ini. Ada banyak fossil-fossil yang ditampilkan di museum ini seperti fossil manusia purba Homo erectus dan Meganthropus paleojavanicus yang dulu ditemukan oleh Von Konningswald. Ada pula fossil Homo florensis yang ditemukan di Liang Bua, Flores. Fossil hewan-hewan purba seperti buaya raksasa, banteng, gajah purba,dan kura-kura purba juga dipajang di museum ini.

Gading gajah purba yang ukuranya sangat besar

Gading gajah purba yang ukuranya sangat besar

lapisan batuan yang ada di Sangiran

lapisan batuan yang ada di Sangiran

Fossil kepala buaya purba

Fossil kepala buaya purba

Emi sedang mengamati tulang-tulang gajah purba

Emi sedang mengamati tulang-tulang gajah purba

Tengkorak asli manusia mini Homo floresiensis

Tengkorak asli manusia mini Homo floresiensis

 Ruang demi ruang di museum ini sangat interaktif dan menarik. Diorama-diorama nya terlihat hidup dan membuat pengunjung mudah memahami kehidupan di masa purba dulu. Nah kalau saya banyak cerita, rasanya seperti membocorkan rahasia isi museum ini. So? jika kalian membaca tulisan saya ini, tunggu apalagi? Datanglah ke Sangiran! Salah satu di antara 8 UNESCO heritage site yang ada di Indonesia, dan salah satu di antara 3 UNESCO heritage site yang ada di pulau Jawa. Perjalanan purbakala hari itu kemudian diakhiri dengan menghabiskan rupiah terakhir saya di sentra oleh-oleh Sangiran. Saya membeli gelang yang katanya terbuat dari batu fossil pohon purba🙂 .

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s