Blusukan rempong ke dusun Gembyong :)

Gara-gara teman saya Han iseng nanya soal tempat main lain di sekitar gunung nglanggeran kepada bapak penjaga parkir embung nglanggeran, ia kemudian menunjukkan sebuah air terjun yang letaknya memang tidak jauh dari situ. Hanya sekitar 3 km dari gunung nglanggeran. Air terjun ini letaknya di perbatasan antara dusun Gembyong, Gunung Kidul dan desa Gayamharjo, Sleman. Nama dusunnya mengingatkan saya akan musuhnya Dae Jang Geum di serial Jewel in The Palace🙂.
on the way ke jurug gembyong

on the way ke jurug gembyong

Tempat ini memang secara resmi belum dibuka untuk tempat wisata, tetapi para pemuda desa setempat menyediakan penitipan kendaraan dan jasa pemandu trekking sukarela ke air terjun yang oleh penduduk setempat dinamakan jurug gembyong. Dalam bayangan saya sih air terjunnya di pinggir jalan dan kami hanya tinggal jalan santai saja ke sana. Ternyata tidak. Untuk menuju ke sana kami harus trekking di jalan setapak yang baru dibabat dan dibuka dua minggu yang lalu. Yak baru dua minggu ini treknya dibuat pemirsa! Saya sih sebenarnya tidak masalah dengan trekking atau medan yang berat karena saya sudah terbiasa *jieeh*. Yang menjadi masalah adalah kostum yang saya kenakan adalah rok lilit dan sandal cantik. Sungguh salah kostum. Tetapi karena sudah terlanjur sampai ke sana, maka saya harus merelakan sandal cantik saya ditinggal di pinggir jalan dan trekking dengan kaki telanjang. Namanya juga trek baru yang medannya masih berupa pecahan batu-batu cadas , kebayang dong sakitnya kayak apa di kaki? Kami berdua diantar oleh pemuda setempat bernama Hendri. Dengan sabarnya dia mau menunggu langkah kaki kami yang memang sudah manulo ini🙂. Jadilah saya trekking dengan rempongnya, karena mengkuatirkan rok dan kaki saya.
jurug gembyong, ngroro-oro

jurug gembyong, ngroro-oro

Untung saja setelah sampai di air terjun, refleksi kaki yang saya alami selama beberapa menit jadi terbayar. Jurug gembyong ini tingginya sekitar 20 meter, aliran airnya mengalir di antara batu-batu cadas yang mungkin juga masih bagian dari bebatuan purba nglanggeran. Di bawah air terjun airnya terkumpul membentuk kolam yang dihuni oleh ikan-ikan lele. Dalamnya bisa mencapai 8 meter, sehingga kalau ga bisa berenang jangan coba-coba deh nyebur di sini.
Setelah puas menikamati jurug ini, kami trekking lagi kembali ke tempat motor kami berada. Bedanya Hendri mengajak kami melewati trek lain dengan cara menyusuri sungai sambil menaiki beberapa air terjun kecil nan cantik. Sungainya sendiri sudah cantik dengan kontur berbatu yang aliran airnya tidak begitu deras. Di beberapa bagian terdapat kolam-kolam sungai yang sangat cocok untuk berenang atau sekedar bermain air.
mari memanjat air terjun

mari memanjat air terjun

trekking susur sungai

trekking susur sungai

Karena sudah sore, kami tidak mungkin bisa berlama-lama di tempat ini, walaupun sungainya sangat menggiurkan untuk trekking sampai ke sudut-sudut tertentu yang menurut informasi masih banyak spot menarik di sana. Sesampainya di atas, kami nongkrong sebentar di jembatan gantung yang merupakan penghubung antar 2 kabupaten. View sungai ini juga terlihat sangat menarik dari jembatan gantung.

jembatan gantung gembyong

jembatan gantung gembyong

TROUBLESOME TREKKING TO GEMBYONG VILLAGE

Because of my friend, Han, inadvertently asked about other sites around Nglanggeran Mountain to a parking attendant in Embung Nglanggeran, we were led to a waterfall nearby. It’s around 3 km from Nglanggeran Mountain. This waterfall lies in borderline between Gembyong village, Gunung Kidul, and Gayamharjo village, Sleman. Gembyong village’s name reminds me of Dae Jang Geum’s foe in Jewel in The Palace series.

This place hasn’t been opened officially as a tourism site, but local bloke provide free parking lot and trekking guide to the waterfall, which locally known as Jurug Gembyong. In my imagination, the waterfall will be on a roadside and we only need to leisurely stroll there. But, alas! To reach the waterfall we need to trek on a new path that the reeds just been cut two weeks ago. Two weeks old path, folks! Actually, I don’t have any problem with trekking or rugged terrain *smug*. But, the thing is I was wearing wrap skirt and nice sandals. Definitely wrong outfit. Since we already there, I had to left my nice sandals on roadside and continue trekking barefooted.  Mind you that this is a new path, complete with rock fragments, imagine how hurt it was to my feet. We were guided by a lokal bloke named Henry. He was very patient waiting for us walking in our elderly footstep  . So, there was I, troublesomely trekking, worrying my skirt and toes.

When we reached the waterfall, all those foot reflexology that I had was paid handsomely. The height of Jurug Gembyong is about 20 metres, the water falls between rocks that probably is a part of Nglanggeran ancient rocks. There’s a big pool in the base of the falls, habited by catfishes. The depth of the pool is about 8 metres, so if you can’t swim, jumping into pool is not recommended.

After enjoying the waterfall, we trekked back to where we left our motorcycles. This time Hendri took us to another path by the river and up to several beautiful small falls along the way. The river itself is captivating, has rocky contour and gentle stream. There are small ponds in several places, suit for swimming or playing splash.

The sun was setting, so we cannot stay there longer eventhough the river tempted us to explore its nooks. We were informed that there are many interesting spots to explored. We also crossed a suspension bridge that connects 2 municipals and stayed there for a while. From there we can see an interesting view of the river.

Photo caption:

  1. On the way to Jurug Gembyong
  2. Jurug Gembyong, ngroro-oro
  3. Let’s climb the waterfall
  4. Trekking along river
  5. Gembyong suspension bridge

Translated by KamarAna

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Blusukan rempong ke dusun Gembyong :)

  1. wah mantap nih warga setempat nya🙂 ini memang mau diresmikan pemda atau gmn mbak? ga nyemplung cibang-cibung sekalian mbak? hehe.

  2. luarbiasa bumi kita tercinta ini menyimpan rahasia alam yang sangat menakjubkan,, amazing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s