Mengunjungi rumah adat Manggarai di Ruteng Pu’u

Masih dalam rangka liburan paskah di Manggarai, dari Ranamese kami kembali ke kota Ruteng. Kami ingin melihat sesuatu yang cultural banget seperti rumah adat atau peninggalan-peninggalan masa lalu suku-suku di Manggarai. Kami ingat kemarin salah seorang staff kabupaten menyarankan kami untuk  ke kampung Ruteng Pu’u yang jaraknya 3 km dari pusat kota. Kami memacu kuda-kuda besi kami ke sana. Setelah beberapa kali nyasar dan bertanya kepada penduduk setampat sampailah kami di Ruteng Pu’u. Rumah adat Ruteng Pu’u berada di desa Ruteng Pu’u, kecamatan Golo Dukal.

Batu-batu raksasa di sekitar Ruteng Pu'u

Batu-batu raksasa di sekitar Ruteng Pu’u

Kami dan pak Lambert di depan rumah gendang

Kami dan pak Lambert di depan rumah gendang

Begitu masuk komplek rumah adat ini terlihat jalan batu melingkar yang tinggi dan ditengahnya juga terdapat batu-batu tersusun. Ada sebuah pohon tumbuh di batu-batu ini. Di ujung jalan batu melingkar terlihat dua rumah adat yang masih terjaga bentuknya. Biasanya di desa-desa lain di Manggarai yang pernah kami jelajahi, hanya ada satu rumah adat gendang dalam satu desa. Itupun bentuknya sudah berubah dan atapnya tak lagi dari ijuk melainkan dari seng. Kami bertemu dengan pak Lambert, yang merupakan tetua adat di Ruteng Pu’u. Ia berpakaian sangat rapi waktu itu karena mau berangkat misa untuk paskah. Ia sempat menjelaskan beberapa hal kepada kami tentang Ruteng Pu’u. Ia bilang ada dua rumah adat di sini, yang satu rumah gendang yang satu lagi rumah tambor. Jalan batu melingkar dan susunan batu di tengah ini adalah compang, yaitu altar tempat melakukan uparacara. Upacara yang dilakukan di compang dinamakan dengan Penti. Biasanya masyarakat adat menyumbangkan sapi atau kerbau di altar ini sebagai wujud ucapan bersyukur kepada Tuhan YME.  Pohon yang dulu tumbuh besar di tengah compang adalah pohon beringin. Dalam bahasa manggarai beringin adalah ruteng. Oleh karena itu kampung Ruteng namanya diambil karena ada pohon beringin tumbuh di sana. Pu’u dalam bahasa Manggarai berarti pusat. Jaman dahulu kala, kampung adat ini adalah pusatnya masyarakat.

Saya di rumah adat gendang di Ruteng Pu'u

Saya di rumah adat gendang di Ruteng Pu’u

Rumah gendang dan rumah tambor di Ruteng Pu’u ini masih sangat tradisional. Rumah bergaya panggung ini dinding dan lantainya masih terbuat dari kayu. Atapnya masih terbuat dari ijuk. Setiap beberapa tahun sekali atau ketika ijuknya sudah rusak, masyarakat menggantinya dengan upacara adat. Di tengah rumah gendang ini terdapat satu kayu utama yang dinamakan dengan tiang siri bongkok. Di tiang ini tergantung gendang dan benda-benda pusaka adat seperti caci untuk tari caci. Di atas atapnya yang kerucut terdapat sebuah ukiran wajah manusia bertanduk kerbau dan di atasnya ada sebuah panah gasing. Kata pak Lambert ini berarti orang-orang manggarai harus selalu melihat ke atas kepada Tuhan YME. Tanduk kerbaunya menyimbolkan kekuatan. Manusia manggarai harus kuat dan berjuang untuk hidupnya. Mendengar penuturan pak Lambert, ternyata orang-orang Manggarai mempunyai filosofi hidup yang sangat bagus dan hal itu disimbolkan dalam rumah adatnya. Bentuk kerucut rumah adat ini juga filosofinya sama dengan pembagian tanah untuk sawah yang dinamakan lodok. Oleh karena itu orang Manggarai tidak membagi tanahnya secara kotak-kotak tetapi secara kerucut. Jadi bentuknya mirip jaring laba-laba. Pak Lambert yang saat itu harus pergi ke gereja kemudian pamit kepada kami. Di rumah gendang di sini terdapat kotak sumbangan untuk adat setempat. Para pengunjung bisa mengisinya secara sukarela. Di Manggarai raya terutama di Manggarai tengah masih terdapat bangunan rumah gendang tradisional seperti ini. Semoga saja rumah-rumah adat seperti ini selalu terawat dan dilestarikan oleh masyarakat manggarai sendiri sebagai ciri khas unik mereka.

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s