Sate ambal, sate khas kebumen yang unik

Alkisah pada suatu ketika, saya mendapatkan undangan kondangan di daerah Kebumen bagian selatan. Yang menikah adalah seorang teman kuliah. Karena saya sedang free dan lagi niat motoran sampai sana, saya mengajak seorang teman kuliah lain berboncengan dengan saya. Dari Jogja paling cepat menuju ke Kebumen selatan adalah lewat jalan Daendels. Pernah mendengar nama jalan ini? Sounds so colonial? Yak! nama jalan ini diambil dari seorang jenderal Belanda yang terkenal dengan kerja paksanya *sigh. Rupanya ialah pioneer pembangunan jalan sepanjang ratusan kilometer ini. Anyway saya ga mau ngomongin kondangan atau sejarah jalan Daendels yaa. Saya mau ngomongin yang lain😛 . Kami berdua belum sarapan dari Jogja, jadi rasanya kami ingin makan sajian istimewa yang ada di JL Daendels. Karena saya sudah sering lewat jalan ini , saya sudah tau dunk pengen makan apa😀 .

Kami kemudian berhenti di daerah Ambal, Kebumen. Ada belasan warung sate ambal yang berjejer-jejer sepanjang jalan. Sate ambal adalah sajian sate yang memang asli dari kecamatan Ambal ini. Sebelumnya pas saya dan keluarga saya mampir untuk beli sate, kami selalu memilih warung sate dengan random. Nah sekarang saya dan teman saya pengen tahu warung mana yang paling enak menurut penduduk lokal. Kami niat banget berhenti di jalan dan bertanya kepada beberapa ibu-ibu. Menurut mereka hampir semuanya enak sih, tetapi mereka manganjurkan kami untuk ke warung sate ambal milik pak Parmin. Ketika kami sampai di sana, warungnya baru saja buka. Kata pak Parmin sendiri warungnya biasanya buka jam 10 pagi sampai satenya habis.
IMG_0174

Warung sederhana sate ambal pak Parmin

Penasaran sate ambal itu seperti apa? Sate ambal adalah sajian sate yang terbuat dari daging ayam tetapi bumbunya terbuat dari tempe yang ditumbuk lembut dan dicampur dengan aneka rempah dan gula merah. warna kuahnya merah seperti kuah kari tetapi rasanya manis. Sate ambal disajikan dengan ketupat. Satenya sendiri juga dibumbui rempah tertentu dan gula, jadi rasanya juga sudah manis. Satu porsi satenya ternyata isinya 20 tusuk. Buset banyak bener! Karena kebanyakan yang satu porsi kami bungkus supaya bisa dicicipi orang rumah🙂 . Kami berbagi 20 tusuk sate berdua. Rasanya? enak dan manis. Kalau saya sih suka walaupun manis karena rempah di bumbunya terasa begitu lezat. Suprisingly rasa dan aroma tempenya malah udah ga terasa lagi. Kok bisa ya? Seporsi sate ini harganya ternyata cuma Rp 20.000 saja. Murah! Kami sangat puas makan di warung pak Parmin ini. Kapan-kapan kalau lewat Ambal lagi, kami mau mampir lagi🙂 . Btw anyway busway, ternyata sampai di acara kawinan teman yang saat itu sudah bubaran kami disuguhin sate ambal lagi😀 . Kata teman yang hari itu menikah sate ambal ini adalah makanan andalan kondangan di daerah Kebumen.

IMG_0175

Sate ambal, disajikan dengan bumbu unik dan irisan ketupat

 

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Sate ambal, sate khas kebumen yang unik

  1. Kemarin pas gowes Jogja-Kebumen juga sempat mampir sate ambal. Pedes2 gimana gitu ya. Beda dengan sate ayam (madura) yg biasa kita makan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s