Belajar mengolah sagu di Weriagar

Selama saya dan teman-teman satu tim penelitian tinggal di Weriagar kami sehari-hari kebanyakan makan dengan papeda, makanan pokok orang Papua. Papeda terbuat dari sagu yang dimasak dengan air mendidih di atas tungku hingga adonannya terlihat seperti lem. Papeda enak sekali dimakan dengan ikah berkuah. Hmmmm lezat sekali! Sebagai pemakan papeda saya dan teman saya penasaran bagaimana sagu diolah oleh masyarakat setempat. Di sepanjang tepian sungai Weriagar, saat siang sampai sore hari banyak penduduk distrik ini yang sedang mengolah sagunya. Kami menghampiri salah satunya dan kami rekam dalam bentuk video sebagai pembelajaran dan kenang-kenangan dari tanah Papua.

Untuk mengambil dan memangkur sagu dari hutan, masyarakat Weriagar harus berperahu sejauh 1 sampai 2 jam menyusuri sungai Weriagar sampai di tanah padat. Sagu-sagu ini hanya tumbuh di tanah yang agak padat, tidak bisa tumbuh di tanah rawa. Stok sagu di kawasan ini masih banyak, jadi mereka tidak khawatir kelaparan. Masyarakat sendiri sudah mempunyai hak ulayat masing-masing untuk mengambil sagu jadi tidak perlu berebut. Dari hutan batang sagu ini di tarik dengan perahu sampai ke kampung. Batang sagu ini ditokok dan diperas di pinggir sungai. Satu batang sagu bisa untuk bahan makanan seluruh keluarga selama 2 minggu. Tergantung besar kecilnya batang sagu tersebut.
Bagaimana prosesnya hingga menjadi bahan papeda ? silahkan menonton video amatir saya🙂
Cara menokok sagu :

Cara memeras sagu :

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s