Pengalaman pertama makan ulat sagu

Anak-anak penjual ulat sagu asap

Anak-anak penjual ulat sagu asap

Sudah sampai ke tanah Papua? sudah pernah mencoba makan ulat sagu? Tidak wajib sih makan ulat sagu di Papua, tetapi sebagai penyandang predikat pemakan segala di antara teman-teman saya, penasaran dong mencicipi sedikit. Ulat sagu bagi orang papua adalah makanan istimewa. Bisa dicemil secara mentah atau dimasak dahulu, diasap lalu dimakan bersama dengan papeda. Biasanya warga masyarakat menikmati ulat sagu ini sembari menokok sagu di hutan. Ulat sagu sebenarnya adalah larva dari sejenis serangga dengan nama biologi Rhynchophorus ferrugineus . Habitatnya memang di tanaman berjenis palem-paleman seperti sagu. Larva sebesar jari-jari tangan dan berwarna putih tulang ini memiliki kandungan gizi seperti protein dan asam amino yang tinggi. Jadi buat orang-orang yang alergi terhadap protein, lebih baik jangan coba-coba deh. Biasanya orang-orang yang alergi terhadap seafood juga alergi terhadap larva sagu ini. Setelah saya iseng ngecek di wikipedia ternyata larva dari serangga kelas arthropoda ini menjelma jadi serangga kumbang ketika dewasa. Kebayang kan makan jelmaannya kumbang?

sate ulat sagu asap

sate ulat sagu asap

Sore itu di kampung weriagar baru, ada seorang anak kecil yang menyunggi sate ulat sagu untuk dijual keliling kampung. Tusuk satenya jauh lebih panjang dari sate ayam. Larva segar ini diasap dengan hanya berbumbu garam. Di kampung ini satu tusuk ulat sagu dihargai Rp 12.000. Karena bapak kampung yang baik hati mempersilahkan saya dan teman-teman untuk mencobanya, maka saya mengambil satu tusuk. Inilah kesempatan pertama saya makan ulat sagu di tanah papua. Saya ambil satu ulat sagu di ujung tusuk dan langsung mengunyahnya. Rasanya kenyal seperti lemak atau gajih sapi namun dengan lebih banyak cairan berwarna kuning kental.

nyicip sedikit

nyicip sedikit

Hmm saya cuma sanggup makan 3 ulat saja. Saya tidak suka dengan cairan kental yang keluar diantara dagingnya. Mungkin karena saya terpengaruh film-film zombie yang kalau zombienya mati mengeluarkan cairan-cairan itu. Mungkin yang mentah lebih enak kali yah? Berhubung saya bukan penggemar lemak dan jeroan, maka saya tidak bisa makan terlalu banyak. Cukup tau aja sih.

6 Komentar

Filed under Keliling Indonesia, Travel Food and Fruit

6 responses to “Pengalaman pertama makan ulat sagu

  1. look soo….. yummmy ahahaa, pengen coba juga sesekali😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s