Ke Thailand dengan passport almost expired (jangan dicontoh)

expiry date of my passport

expiry date of my passport

Gara-gara pembicaraan di skype dengan seorang teman baik saya, Sita yang tinggal di Bali, saya memutuskan untuk ikut dia backpacker ke Thailand. Saya memang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan jalan-jalan dengan teman baik saya itu. Saat itu juga saya membooking tiket promo online dengan bantuan seorang teman yang pernah ke Thailand. Saya mendapatkan harga sangat murah dari maskapai Thai Lion Air yaitu Rp 250.000 one way Jakarta – Bangkok untuk tanggal 8 januari 2014. Sebulan setelahnya saya dan Sita baru bersama-sama membooking tiket Air Asia Bangkok – Jakarta Rp 600.000 per orang tanpa bagasi untuk tanggal 18 januari 2014. Jadi total kami di Thailand adalah 11 hari 10 malam.

Sebagai seorang backpacker amatir yang belum pernah ke negeri gajah putih, saya mendiskusikan itenerary saya kepada teman saya Brili yang baru saja pulang dari sana. Sampai pada suatu saat dia bercerita bahwa dia ditolak masuk ke sebuah negara di ASEAN karena paspornya kurang dari 6 bulan. Saya sadar paspor saya 2 bulan lagi expired, dan keberangkatan saya ke Thailand hanya tinggal 3 hari lagi. Beberapa bulan sebelumnya Sita pernah bilang, “kayaknya gapapa deh pakai paspor itu, kan masih berlaku”. Dengan santainya saya tidak mencari tahu lagi soal paspor yang sebenarnya 6 bulan sebelum expired sama saja dengan expired. Teman saya Brili kemudian berkomentar bahwa dia tidak yakin saya bisa lolos di imigrasi, tetapi dia menyarankan untuk mencoba. Sebenarnya saya tidak suka gambling dan melakukan sesuatu yang agak melanggar peraturan. Tetapi karena semua persiapan sudah 90% maka berangkatlah saya ke Jakarta untuk terbang ke Bangkok.
Saat perjalanan menuju ke bandara saya pasrah saja, ga bisa ke Thailand ya sudah rugi tiket dan pajak bandara. Saya memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi kepada saya. Mungkin saja saya diperbolehkan pergi oleh imigrasi Indonesia , tetapi dideportasi saat saya sampai di Thailand. Saya sampai berpesan pada Sita yang saat itu berangkat dari Bali 3 jam setelah saya, kalau saya tidak ditemukan di mana-mana, mungkin saya ada di pos imigrasi bandara dong muang, siap dideportasi pakai Thai Airways. Di cek-in counter, petugas Lion Air hanya menanyakan tiket pulang saya dan kemudian dengan mudah saya menunjukkanya. Saya diperbolehkan cek in oleh Lion Air. Antrian menuju imigrasi saat itu menurut saya adalah antrian yang paling menegangkan. Benar saja si petugas imigrasi menanyakan paspor baru saya, karena paspor saya 2 bulan lagi sudah expired. Lalu saya menjawab bahwa saya tidak punya paspor baru sambil menunjukkan tiket balik saya. Petugas imigrasi tersebut memanggil atasannya dan menyuruh saya berbicara dengan atasannya. Bapak atasan tersebut kemudian berkata bahwa ia tidak berani meloloskan saya karena paspor saya sudah mau mati. Saya pasrah saja, ga bisa pegi ya sudahlah. Tetapi kemudian ia menyuruh saya untuk kembali ke cek in counter menanyakan kembali apakah saya bisa pergi atau tidak. Dengan tergopoh-gopoh saya lari kembali ke cek in counter menemui petugas yang mengurusi tiket saya. Ia berkata bahwa karena saya punya tiket kembali maka saya bisa pergi. Saya kembali lagi ke bapak petugas imigrasi tersebut dan mengatakan bahwa menurut Thai Lion Air saya bisa terbang karena saya memiliki tiket kembali yaitu 11 hari lagi, masih lebih dari sebulan sebelum paspor saya expired. Bapak petugas itu kemudian memberi cap di paspor saya. Yippieee!! Saya lolos di Indonesia.
Selama 3,5 jam penerbangan, saya tidak bisa tidur nyenyak memikirkan nasib saya di Imigrasi Thailand. Masa sih cuma 11 hari saja saya akan dideportasi? Sesampainya saya di bandara internasional Dong Muang, Bangkok, saya lebih pasrah lagi. Lumayanlah pernah menginjakkan kaki di sini. Saya hanya punya tiket balik saya sebagai satu-satunya senjata saya. Petugas imigrasi di Thailand kemudian dengan ramah memeriksa paspor saya, bahkan ia juga tidak menanyakan tiket balik saya.Saya mendapatkan cap kedatangan dari negeri gajah putih. Saat itu juga saya merasa sangat lega, setelah berjam-jam merasa tegang. Saya kemudian duduk manis di salah satu sudut di ruang kedatangan bandara menunggu teman saya Sita terbang dari Bali.
Akhirnya dapat cap Thailand

Akhirnya dapat cap Thailand

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s