Catatan Perjalanan ke Thailand #1 Hua Lamphong and around

Jujur ini adalah perjalanan pertama kalinya saya backpackeran ke luar negeri, karena perjalanan saya ke Malaysia waktu itu adalah perjalanan kantor. Kali ini saya mempunyai 2 orang travelmates yang lucu-lucu yaitu Sita dan Kuta. Persiapan saya hanyalah buku backpacking hemat ke Thailand dan catatan-catatan kecil dari seorang teman backpacker, Brili yang sudah lebih dulu ke Thailand. Waktu itu saya ingin mencari pinjaman lonely planet Thailand tapi tidak ada satu temanpun yang memilikinya. Sita dan Kuta mengandalkan itenerary yang sudah saya susun selama 11 hari. Kami bertemu langsung di dong muang airport, saya dari Jakarta dengan tiket promo dari Thai Lion Air dan mereka datang langsung dari Bali dengan Air Asia yang waktu itu juga sedang promo. Saya dan travelmates saya tidak ingin menjadi rushing backpacker atau backpacker yang kesusu dan ingin melihat semuanya dalam waktu yang sempit. Maka kami bertekad perjalan kali ini akan selow dan santai.

Sesuai dengan saran Brili, saya naik bus dari dong muang sampai stasiun MRT terdekat. Dari stasiun MRT Bang Sue kami langsung menuju ke stasiun MRT Hua Lamphong dan mencari penginapan di daerah ini. Kami menghindari menginap di daerah yang terlalu banyak turis seperti khao san road. Kami tidak menggunakan aplikasi buking hostel secara online , supaya tahu bagaimana capeknya mencari penginapan. Benar saja, kami baru mendapatkan penginapan pada malam harinya di baan hua lamphong guest house dengan harga 800 bath atau sekitar Rp 280.000 untuk 3 orang lengkap dengan sarapan pagi.

baan hua lamphong guest house

baan hua lamphong guest house

Kawasan Hua Lamphong ini  cukup strategis untuk ke mana-mana. Kami hanya tinggal jalan kaki ke stasiun kereta api hua lamphong, stasiun MRT hua lamphong dan kawasan china town yang penuh dengan aneka macam street food menggoda selera. Malam pertama kami berada di sini kami langsung beredar mencari makan malam di china town. Sepanjang jalan rasanya kami ingin membeli semuanya dan memakan semuanya. Harga-harga makanan di hua lamphong dan china town cukup terjangkau untuk kantong para backpacker. Sebagai contohnya saya membeli kwetiaw ayam yang sangat lezat hanya dengan harga Rp 12.000 saja. Selain makanan berat di sepanjang jalan juga banyak terdapat makanan-makanan kecil seperti bakso tusuk sea food, goreng-gorengan, buah-buahan potong dan lain-lain. Sebagai penggemar cilok atau bakso tusuk, tentu saja saya tertarik untuk mencicipi bakso tusuk ala Thailand yang terbuat dari ikan, udang atau kepiting dengan saus asam pedas yang sungguh lezat. Tentu saja harga bakso tusuk di sini lebih mahal daripada di Indonesia, tapi di Thailand mereka menyajikannya dengan serius.

Bakso dan seafood tusuk ala Thailand

Bakso dan seafood tusuk ala Thailand

kwetiaw ayam, makanan pertama saya di Thailand

kwetiaw ayam, makanan pertama saya di Thailand

Street food yang menyajikan masakan dari aneka macam sayuran

Street food yang menyajikan masakan dari aneka macam sayuran dan sea food

street food yang menyajikan ikan bakar ala thailand dan masakan mulut bebek

street food yang menyajikan ikan bakar ala thailand dan masakan mulut bebek

Perjalanan china town kami tidak berhenti malam itu juga. Keesokan harinya kami berjalan kaki lagi sepanjang china town sampai di sebuah komplek pasar di soi wanit road dan yaowarat road. Jalan ini sangat panjang dan di kanan kirinya penuh dengan kios-kios. Di komplek pasar ini ada macam-macam barang-barang unik dan lucu yang dijual. Mulai dari tas, dompet, sepatu, baju dan aksesoris. Sayang beberapa barang hanya dijual secara grosir dan tidak boleh mengecer. Terbayang kalau saya punya toko, saya pengen banget kulakan di sini. Selain itu banyak pula makanan-makanan unik dan berbeda yang dijual di sini. Makanan-makanan yang jarang dijual di Indonesia. Seperti manisan kesemek, ubi manis raksasa, jus delima dan aneka macam jajan pasar. Sesekali saya mencoba beberapa makanan yang dijual di sini. Hari pertama di Thailand saja telah sukses membuat diet saya gagal, bagaimana dengan hari-hari selanjutnya?

salah satu sudut china town bangkok

salah satu sudut china town bangkok

Pasar di soi wanit road

Pasar di soi wanit road

yummy pome juice ala Thailand

yummy pome juice ala Thailand

Aneka jajan pasar ala Thailand

Aneka jajan pasar ala Thailand

Manisan kesemek ala Thailand

Manisan kesemek ala Thailand

Ubi bakar ala Thailand

Ubi bakar ala Thailand

Menurut saya jika anda ingin benar-benar melancong ke Thailand secara hemat dan dekat dengan aktifitas masyarakat lokal dan kuliner lokal yang kental, menginaplah di kawasan hua lamphong. Meskipun penginapan tidak sebanyak di khao san road, tetapi ada banyak penginapan lokal yang berada di gang-gang di dekat stasiun hua lamphong. Anda akan berasa seperti tinggal dengan keluarga lokal Thailand. Selain itu kawasan ini ini juga less touristy dari pada di khao san, sehingga makananpun lebih terjangkau.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri, Travel Food and Fruit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s