Catatan Perjalanan ke Thailand #4 Amphawa floating market and temples

Salah satu yang ingin saya lihat di Thailand adalah floating market, kegiatan jual-beli di atas perahu. Ya seperti pasar apung di sungai barito, Banjarmasin, yang belum pernah saya kunjungi.  Di Thailand memang banyak terdapat floating market, karena banyak terdapat sungai lebar dan berarus tenang diantara pemukiman penduduk. Menurut host saya Jekky, pada awalnya floating market di Thailand digunakan oleh penduduk untuk jual-beli kebutuhan sehari-hari seperti sayur dan buah, akan tetapi saking banyaknya turis dan wisatawan asing yang datang, floating market berubah menjadi tempat yang sangat komersil dan touristy. Yang tadinya menjual kebutuhan sehari-hari menjadi menjual berbagai macam souvenir dan oleh-oleh.

Hari ke 3 kami di Thailand, Jekky kemudian membawa kami berjalan-jalan ke tempat yang ada floating marketnya yaitu di Amphawa, sebuah distrik di provinsi Samut Songkhram yang terletak di sebelah barat daya kota Bangkok. Jekky bilang floating market di Amphawa ini meskipun sudah diperuntukkan untuk wisata, namun segmentnya lebih kepada wisatawan lokal. Tidak seperti floating market lain yang segmentnya adalah wisatawan asing dan barang-barang yang dijual di sana menjadi mahal-mahal. Kami menyewa sebuah van yang sebenarnya bisa diisi 12 orang, meskipun peserta trip kami hanya 5 orang yaitu kami bertiga, Jekky dan seorang traveler dari Lithuania. Kami berangkat jam 7 pagi untuk menghindari kemacetan kota bangkok. Sekitar 2,5 jam kemudian sampailah kami di Amphawa floating market. Hari itu pengunjung lumayan ramai, karena ada banyak bus dan mobil yang memadati parkiran floating market.

Aneka macam jajanan di Amphawa floating market

Aneka macam jajanan di Amphawa floating market

Baru beberapa langkah masuk ke area floating market, saya merasa gila! ahhh ada banyak makanan lagi di sini! Aneka rupa jajanan manis, asin, mentah, matang disajikan dengan menggoda iman di sini. Shit! hancur program diet saya. Kami bertiga langsung membeli beberapa jajanan yang kami anggap enak dan menarik. Jekky menyarankan kami untuk tidak terlalu banyak jajan dulu karena sebelum jalan-jalan di area floating market, Jekky akan mengajak kami mengunjungi beberapa kuil Buddha dengan menggunakan boat menyusuri sungai-sungai. Kami kemudian menjadi kalem dan menunggu datangnya perahu sewaan kami.

Amphawa, selain terkenal dengan floating market, areal ini juga terkenal dengan beberapa kuil Buddha untuk beribadah dan berziarah. Oleh karenanya, di tempat ini 90% pengunjungnya adalah turis lokal yang tujuannya juga beribadah. Mereka yang berziarah dan berdoa di kuil-kuil ini biasanya mempunyai hajat-hajat tertentu, seperti akan menikah, akan ujian dan lain-lain. Kami menaiki sebuah perahu bermotor kecil yang kami sewa seharga 200 bath untuk satu kali trip. Di areal ini terdapat lebih dari 10 kuil yang bisa dikunjungi, tetapi kami hanya mengunjungi 5 kuil saja. Kami mengikuti Jekky yang berdoa di tiap-tiap kuil tersebut dengan membawa bunga dan dupa. Ritual terakhir yang ia lakukan adalah menempelkan sticker emas di patung sang Buddha setiap kali selesai berdoa. Tipikal kuil Buddha yang kami kunjungi di Amphawa terdiri dari satu bangunan utama dengan altar Buddha yang patung-patungnya bercat emas. Bagian luar bangunannya terdapat stupa-stupa serta patung-patung Buddha berderet mengitari bangunan utama. Karena ini pertama kalinnya saya mengunjungi sebuah negara yang mayoritas beragama Buddha, dan pertama kalinya melihat kuil Buddha yang didesain sedemikian rupa, saya merasa amazed berada di sini. Salah satu kuil Buddha yang terkenal paling unik yang kami kunjungi adalah Wat Bang Kung. Kuil ini unik karena bangunan utamanya ada di dalam pohon beringin besar. Hmm jadi kuil ini dibangun dulu baru ditanam pohonnya atau bagaimana yah? Di halaman Wat Bang Kung juga terdapat patung-patung orang bermain muay thai yang sangat unik.

Amphawa floating market dari atas jembatan

Amphawa floating market dari atas jembatan

Salah satu kuil yang berada di pinggir sungai Amphawa

Salah satu kuil yang berada di pinggir sungai Amphawa

Altar Buddha #1

Altar Buddha #1

deretan altar Buddha

deretan altar Buddha

Altar Buddha #2 di wat bang kung

Altar Buddha #2 di wat bang kung

wat bang kung, temple di dalam pohon beringin

wat bang kung, temple di dalam pohon beringin

Setelah 3 jam kami berkeliling ke kuil-kuil tersebut, kami memutuskan kembali ke floating market. Bapak pemilik perahu melewatkan kami ke rute yang berbeda dari jalur berangkat. Ia kemudian menunjukkan rumah-rumah penduduk setempat yang sebagian besar masih berdisain tradisional dan terbuat dari kayu. Selain rumah penduduk, kawasan ini juga banyak terdapat homestay untuk menginap para wisatawan. Sungai amphawa ini karena hanya terletak beberapa kilometer dari laut di pinggirannya banyak tumbuh tanaman nipah.

Rumah penduduk di Amphawa

Rumah penduduk di Amphawa

Amphawa floating market

Amphawa floating market

Sesampainnya kami kembali di floating market, kami kemudian mencoba berbagai macam makanan yang dijual di atas perahu-perahu. Ada macam-macam seafood, salad, dan thai tea. Kami juga menyusuri berbagai macam pertokoan yang ada di areal ini. Jika anda termasuk orang yang impulsif dan tidak bisa menahan diri untuk berbelanja, anda dijamin bisa kalap di tempat ini karena barang yang dijual seperti aksesoris, baju, tas dan pernak-perniknya begitu unik dan berbeda. Untung saja saya masih bisa bisa menahan diri untuk tidak membeli pernak-pernik di sini. Tapi kalau buat makanan yang ada di sini, hmm ga kuat ternyata saya.

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri, Travel Food and Fruit

2 responses to “Catatan Perjalanan ke Thailand #4 Amphawa floating market and temples

  1. Lily

    Bu saya akan ke bangkok april ini rencana mau ke amphawa kalau sewa minivan berapa harganya yah?brp jam dan pp+ driver(all in)?tolong infonya dan no telp penyewaan van nya
    Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s