Catatan perjalanan ke Thailand #7 : Naik kereta api ke Chiang Mai

Menunggu kereta di stasiun Ayutthaya

Menunggu kereta di stasiun Ayutthaya

Malam itu kami menunggu kereta dengan sabar di stasiun Ayutthaya. Kereta yang akan mengantar kami menuju kota Chiang mai, kota terbesar ke dua di Thailand yang terletak di daerah utara. Kami membeli tiket kereta ini langsung di stasiun Ayutthaya seharga Rp 240.000 untuk kelas 2. 3 kali lipat lebih mahal dari tiket kereta api kami yang hangus sehari sebelumnya yang hanya sekitar Rp 80.000 untuk kelas ekonomi. Kali ini kami ga mau ngere-ngere banget karena pengen tidur nyenyak di dalam kereta. Kelas kereta api di jalur Bangkok-Chiang Mai ada 3 yaitu kelas 3 yang hampir mirip dengan kelas ekonomi di Indonesia tetapi tanpa AC. Kelas 2 lebih longgar dan tempat duduknya bisa diatur juga tanpa AC. Kelas 1 merupakan tempat tidur berjejer-jejer, jadi bisa tidur dan berbaring selama perjalanan 15 jam. What? 15 jam? Iya perjalanan yang menempuh hampir sekitar 700 km ini setara dengan perjalanan dari Jakarta sampai Surabaya. Lumayan lama juga untuk sebuah perjalanan naik kereta api.

Kereta datang sekitar pukul 9 malam. Gerbong yang kami tempati tampak lengang dan tidak banyak penumpang. Kebanyakan penumpang merupakan turis asing. Hanya beberapa masyarakat lokal saja yang terlihat di gerbong tersebut. Keadaan yang sangat berbeda dari Indonesia. Kereta selalu penuh dengan masyarakat😀 . Saya jadi teringat jaman-jaman naik kereta ekonomi dari Jogja ke Jakarta atau Bandung waktu penumpang bisa tidak dapat tempat duduk. Penuh sesak dengan orang sampai di lantai-lantai dan banyak pula yang berjualan. Tampaknya orang Indonesia memang suka jalan-jalan😀.

 

Ketika kereta mulai berangkat dari Ayutthaya, udara di dalam kereta yang tadinya hangat berubah total menjadi sangat dingin. Meskipun tanpa AC tetap saja lebih dingin dari AC. Beberapa penumpang kemudian mulai menutup jendela-jendela yang tadinya terbuka untuk mencegah angin dingin masuk. Meskipun sudah tertutup semua, udara dingin hanya berkurang sedikit. Brrrr! dingin banget! Perkiraan saya sekitar 10 derajat celcius. Mungkin karena bulan januari, daerah Thailand ke utara terpengaruh angin dingin dari negara 4 musim di atasnya. Saya baru beneran ngeh di Thailand ada cold season juga ternyata.

Saking dinginya kereta Bangkok-Chiang mai di bulan januari, saya tidur berlapis sleeping bag

Saking dinginya kereta Bangkok-Chiang mai di bulan januari, saya tidur berlapis sleeping bag

Untung saja sebelum perjalanan kereta ini, teman saya Brili sudah memperingatkan kami untuk membawa jaket tebal sekaligus selimut karena menurut dia dinginnya Naudzubillah. Orang Indonesia belum tentu bisa bertahan dengan angin dingin seperti ini dengan hanya mengenakan baju biasa. Saya sudah persiapan jaket termal yang biasa saya pakai untuk naik gunung dan sleeping bag. Ketika kami sudah nyaman di tempat duduk, saya langsung mengeluarkan sleeping bag saya dan nyungsep di dalamnya. Teman saya 2 orang juga nyungsep di dalam selimut plus handuk serta sarung pantai  mereka. Saya amati banyak traveler asing yang sepertinya tidak membawa selimut dan mereka tampak kedinginan meskipun sudah mengenakan jaket.

 

Seperti di Indonesia, di dalam kereta ini juga ada kereta makan dan ada petugas kereta api yang berjalan menawarkan makanan dan minuman dengan harga lebih mahal dari pada di warung biasa. Pagi harinya kami memutuskan untuk sarapan dan nongkrong di gerbong kereta makan. Gerbong makan ini tampak seperti cafe di dalam kereta, sangat nyaman. Dari gerbong ini pula pemandangan di luar kereta tampak lebih enak viewnya karena jendelanya lebih lebar. Saya memesan satu set asian breakfast berupa bubur ayam dan teh hangat dengan satu gelas jus jeruk seharga 100 bath atau Rp 40.000.  Teman saya memesan satu set sandwich dengan minuman dan harga yang sama.

Gerbong kereta makan di Thailand. Credits to Rosita

Gerbong kereta makan di Thailand. Credits to Rosita

Saat itu juga kereta berhenti di sebuah stasiun kecil dan ada seorang ibu-ibu menawarkan makanan yang dibungkus dengan kertas coklat seperti di Indonesia dari luar jendela. Rupanya itu sejenis phad tai dan dijual seharga 10 bath saja atau Rp 4000 sebungkus. Murah beneerr! Saya membeli satu dengan dibantu oleh mas-mas kondektur kereta. Mas kondektur itu kemudian bercerita dengan bahasa inggrisnya yang terbatas tentang phad tai. Akhirnya kami berkenalan dengan mas kondektur yang tampak lemah lembut gemulai dan rambutnya dicat pirang itu. Saya jadi membayangkan, bagaimana kalau kondektur  kereta api di Indonesia seperti dia? Apakah akan dihukum karena rambutnya dicat pirang bukan karena kinerjanya?  *Ooops sorry. Huuuh saya jadi membayangkan sebuah tempat yang menilai orang bukan dari penampilan luarnya tetapi dari apa yang dilakukanya, mungkin ada ga ya? *ngelantur. Mas kondektur itu bernama mas Cat, setidaknya begitulah ia memperkenalkan namanya ke kami. nama aslinya cukup sulit untuk dilafalkan😀.Selama beberapa jam di gerbong makan kami lumayan akrab dengan dia dan dia juga mengajarkan kami kata-kata dasar bahasa Thai.

Pagi hari dari dalam gerbong. Credits to Rosita

Pagi hari dari dalam gerbong. Credits to Rosita

Lembah dan sungai dari jalur kereta Bangkok-Chiang Mai

Lembah dan sungai dari jalur kereta Bangkok-Chiang Mai

Kereta melaju cukup cepat melewati lembah-lembah, bukit-bukit, hutan dan sungai dengan pemandangan yang menyejukkan mata dan jiwa *beneran lho. Ternyata pemandangan alam di Thailand indah juga. Sekitar jam 2 siang kami sampai di kota Chiang Mai, akhir dari perjalanan kereta ini.Stasiun kereta api di kota Chiang Mai ini juga merupakan stasiun akhir di daerah utara.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s