Catatan perjalanan ke Thailand #8 : Hari pertama, Chiang Mai saturday night market

Sesampainya di stasiun kereta api Chiang Mai, kami merasa lemah, letih dan lesu. Kami berniat setelah mendapatkan hotel atau hostel nanti, kami ga akan ke mana-mana. Istirahat saja di hotel sampai esok hari. Saya sendiri sudah capek membayangkan perjalanan kami mencari hotel, jangan-jangan akan seperti mencari hotel di hua lamphong dan khao san road 2 malam yang lalu. Harus berjalan kaki lama baru ketemu. Kami memang terlalu go show dan spontan. Tidak reservasi hotel dulu lewat berbagai website atau aplikasi dari hp.Ternyata di dekat pintu keluar stasiun banyak sekali agen-agen hotel sedang berjejer mencari tamu. Saya pikir itu hanya untuk hotel-hotel mahal dan berbintang. Ternyata banyak hotel atau hostel kelas backpacker yang ditawarkan di situ. Pilihan kami akhirnya jatuh pada sebuah hotel bernama Chiang Mai Thai House. Kami memesan kamar yang sekaligus 3 tempat tidur tanpa ac, dengan harga 600 bath atau sekitar Rp 240.000 tanpa breakfast. Jadi per orang membayar Rp 80.000 per malam. Kami pesan 2 malam. Dari stasiun, hotel ini menyediakan transportasi gratis berupa mobil pick up tertutup. Lumayan lah, kami tidak perlu mengeluarkan uang transport menuju ke pusat kota. Hotel ini fasilitasnya lumayan lengkap dengan harga backpacker. Ada kolam renang dan fasilitas internet gratis yang cepat. Kamar dan lingkungannya pun sangat bersih. Kamar mandinya pun juga bagus. Yang paling saya suka tinggal di sini adalah lokasinya yang strategis. Hanya sekitar 100 meter dari Tapae gate, pusat kota Chiang Mai. Mau ke mana-mana tinggal jalan kaki saja.

Salah satu petugas hotel sore itu memberitahukan kepada kami untuk mengunjungi Chiang Mai saturday night market. Pasar kaget yang hanya ada setiap malam minggu saja di sekitar Tapae gate. Malam ini kebetulan adalah malam minggu, yang artinya untuk ke sana lagi harus menunggu minggu depan. Akhirnya walaupun dalam keadaan sangat capek kami tetap bersemangat berkeliling melihat night market.

ramainya saturday night market di kota Chiang Mai

ramainya saturday night market di kota Chiang Mai. Photo credit to Rosita.

Pelancong-pelancong dari berbagai belahan bumi rasanya tumplek bleg di tempat ini. Sungguh pasar kaget yang padat oleh pengunjung. Dan jika seorang shopaholic berada di tempat ini pasti sudah kalap pengen beli macem-macem, karena banyak sekali barang lucu-lucu dan unik. Kerajinan tangan dan pernak-pernik yang di jual di tempat ini agak berbeda dari yang dijual di Bangkok. Kebanyakan merupakan kerajinan khas Hmong, Thailand utara yang full colour dan full pattern yang penuh dengan sulaman cantik. Banyak pula kerajinan dari kain perca yang dijahit bersambung-sambung menjadi selimut, celana atau tas yang terbuat dari kain khas Hmong. Di tempat ini pengunjung bisa tawar-menawar dengan pedagang sesuai harga yang diinginkan.

Kerajinan keramik lucu-lucu

Kerajinan keramik lucu-lucu. Photo by Rosita.

Kerajinan tas, dompet dan pernik lucu ala Thailand utara

Kerajinan tas, dompet dan pernik lucu ala Thailand utara. Photo by Rosita.

selimut perca nan cantik khas thailand utara

selimut perca nan cantik khas thailand utara. Photo by Rosita.

Selain kerajinan dan pernak-pernik, makanan, minuman dan buah-buahan khas Thailand utara juga banyak dijual di sini. Saya sih banyak melihat buah-buahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya di Indonesia. Ketika saya bertanya kepada pedagangnya itu buah apa, saya sulit sekali mengingat namanya, sulit bener ya sebutanya. Makanan yang ada di tempat ini sangat banyak macamnya, dari mulai sushi murah-meriah sampai aneka jajanan Thailand dengan harga terjangkau. Kami sempat bingung mau mencoba yang mana saking banyaknya. Selain para pedagang, seniman-seniman jalanan juga berjejer-jejer di bagian tengah jalan mempertontonkan keahlian mereka dalam menari, menyanyi atau bermain musik khas Thailand utara. Dari anak kecil yang pandai menari dengan lincah sampai kakek-kakek yang pandai bermain alat musik ada di sana. Poster dan pamflet berbagai acara pertunjukan seni serta pertunjukan thai boxing juga ditawarkan kepada para wisatawan. Bahkan para penjual lotere pun juga tak mau kalah berjualan di sana. Karena saya datang ke tempat ini bermaksud untuk nonton dan bukan untuk belanja, maka saya membatasi diri saya dengan hanya membeli satu celana khas hmong dengan harga 200 bath atau Rp 80.000.

Buah apakah ini?

Buah apakah ini? Photo by Rosita

penari cilik dengan kostum warna-warni

penari cilik dengan kostum warna-warni. Photo by Rorita

sepasang seniman yang sudah sepuh tidak mau ketinggalan menampilkan musik dan tarian mereka

sepasang seniman yang sudah sepuh tidak mau ketinggalan menampilkan musik dan tarian mereka. Photo by Rosita.

Sepulang dari saturday night market jam 10 malam, walaupun kami sudah banyak jajan makanan kecil, kami tetap merasa lapar. Akhirnya kami mencoba jajan di gerobak dorong pinggir jalan dan makan di situ juga. Menunya phad tai ayam seharga Rp 9000. Mengenyangkan dan akhirnya kami bisa tidur dengan pulas dan tenang di hotel setelah bercapek ria hari ini.

phad tai jalanan murah meriah nan enak

phad tai jalanan murah meriah nan enak

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s