Catatan Perjalanan ke Thailand #11 : Road trip gila 260 km Chiang Mai – Pai – Ciang Mai

Hari ke empat di Chiang Mai, kami dengan spontan memutuskan untuk bermotor ria menuju Pai. Sebuah kota kecil yang letaknya 130 km dari Chiang Mai. Saya membayangkan jaraknya seperti dari Jogja ke Pacitan. Lumayan lah. Di Indonesia sendiri kami sudah biasa road tripping dengan motor bebek , keliling Bali, Lombok, NTT, Sumatera, Jogja dan Jawa Tengah. 100 km adalah jarak yang biasa kami tempuh. Kami checkout dari host kami di Le Meridien hotel dan membawa serta semua backpack dan barang-barang kami! Haha, rempong bener memang. Sebenarnya di Chiang Mai ada beberapa tempat untuk menitipkan barang, tetapi karena penghematan maka kami memang berniat rempong hari itu.

Jalanan super lengang Chiang Mai -Pai

Jalanan super lengang Chiang Mai -Pai

Salah satu view point Chiang Mai - Pai

Salah satu view point Chiang Mai – Pai

Biarpun kedinginan tetap selfie di jalan

Biarpun kedinginan tetap selfie di jalan

Jam 10 pagi kami sudah siap berangkat. Kami memacu motor kami pelan-pelan saja sambil menikmati pemandangan di jalan. Beberapa kilometer selepas kota Chiang Mai suhu udara masih hangat-hangat saja sekitar 18 derajat celcius. Jaket dan kaos tangan masih melindungi kami dengan baik. Ketika kami berbelok ke arah timur laut selepas jalan utama Chiang Mai – Chiang Rai, suhu udara tiba-tiba menurun drastis. Mungkin karena kami memasuki area pegunungan. Suhu udara turun menjadi 12- 15 derajat celcius. Buat kami yang terbiasa kepanasan, suhu seperti ini mulai menusuk-nusuk kulit kami. Apalagi kami naik motor! Anginnya terlalu dingin untuk kami. Sita bilang suhu udaranya seperti pas dia road trip di Kintamani pada malam hari. Kebayang donk, kalau malam hari seperti apa dinginnya di sini?

Pedesaan di tengah perbukitan

Pedesaan di tengah perbukitan

road trip dengan backpack rempong :D

road trip dengan backpack rempong😀

Kami kemudian berhenti sejenak untuk mengenakan syal dan apa saja yang bisa kami pakai di atas motor sepanjang perjalanan. Kami baru sadar kalau Thailand utara ini sudah dekat dengan daerah sub tropis yang pada bulan januari memasuki musim dingin. Jadi daerah Thailand utara pas musim dingin benar-benar ketularan dingin juga. Sepanjang perjalanan kami jarang sekali melihat roda dua melintasi jalan raya di pegunungan ini. Kebanyakan turis yang ingin ke Pai dari Chiang Mai menggunakan kendaraan umum roda empat. Kami sempat mereview kembali mau lanjut atau mau kembali ke Chiang Mai. Karena sudah niat kedinginan di jalan maka kami pun nekad lanjut. Bagi teman-teman yang ingin road trip dari Chiang mai ke Pai, saran kami sebaiknya jangan pergi di antara bulan desember sampai februari karena udara terlalu dingin untuk pengendara motor. Tetapi kalau mau nekad seperti kami pastikan sedia perlatan lengkap untuk mebuat tubuh tetap hangat.
Mampir beli bensin

Mampir beli bensin eceran

Sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan hutan dan pegunungan yang hijau menyegarkan mata. Danau dan sungai juga penuh dengan air yang masih jernih. Alam pedesaan Thailand ternyata cantik juga. Tepat pas jam makan siang kami mampir di subuah warung kopi di sebuah desa kecil. Kami memesan secangkir kopi dan semangkuk mie instant seperti di warung burjo. Bedanya kopi di warung kecil ini original, terbuat dari biji kopi lokal dan diroasting sendiri oleh pemiliknya. Wah keren juga ya warung kopi in the middle of nowhere tapi kopinya bukan kopi sachet. Di beberapa titik di sepanjang jalan ternyata memang banyak rest area yang menyediakan cafe bagi para road tripper dengan penataan yang rapi dan menarik. Kapan ya di Indonesia bisa seperti ini juga ?
Mampir ke warung kopi untuk istirahat dan makan

Mampir ke warung kopi untuk istirahat dan makan

Biji kopi asli Thailand

Biji kopi asli Thailand

Kami sampai di Pai sekitar jam 2.30 siang dan menginap semalam. Total perjalanan dari Chiang Mai ke Pai dengan motor adalah 4,5 jam dengan beristirahat selama 30 menit di jalan. Meskipun jalan menanjak dan berkelok-kelok , tidak ada halangan kepadatan lalu lintas karena jalannya amat sangat lengang. Kami hanya melewati 2 kali traffic light sepanjang 160 km. Pagi harinya kami kembali lagi ke Chiang Mai jam 6.30 pagi. Suhu udara sekitar 10 derajat celcius sepanjang perjalanan. Kami nekad kembali naik motor dan kedinginan sepanjang jalan karena harus mengejar kerta ke Bangkok. And this experience was the coldest motorbike trip we ever did!!! Gapapa deh, itung-itung buat latihan road tripping di Eropa atau negara dingin lainnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s