Melarikan diri dari hiruk pikuk keramaian Bali ke pantai gunung payung

Hari ke tiga berada di pulau dewata dalam rangka pacaran, saya ingin mengajak pacar saya tercinta ke hidden beach di pulau ini. Host saya di Bali, Sita awalnya menyarankan saya untuk mencari hidden beach di Bali Barat atau Bali Timur yang masih benar-benar sepi. Tapi karena saya males jauh-jauh ia menawarkan dua opsi yaitu ke pantai nyang-nyang atau ke pantai gunung payung yang berada di Bali selatan. Kata Sita sebenarnya pantai-pantai ini sudah ga hidden lagi tetapi memang masih sepi pengunjung. Pantai nyang-nyang dan gunung payung sama-sama memiliki tangga panjang untuk menuju ke pantainya karena letaknya berada di bawah tebing. Pantai nyang-nyang kata Sita memiliki 500-an anak tangga yang harus dituruni dan dinaiki. Buset! itu ke pantai atau trekking? Kalau kami punya banyak waktu atau sekalian kemping mungkin masih mending meniti tangga sebanyak itu dan berlama-lama di pantainya. Akhirnya kami memilih ke pantai gunung payung yang katanya anak tangganya sekitar 250-an. Yah separonya nyang-nyang lah😀 , masih bisa dikuat-kuatkan.

Siap-siap turun tangga berjumlah 250-an

Siap-siap turun tangga berjumlah 250-an

Saya dan pacar saya berangkat pagi-pagi dari rumah host kami Sita di dekat pantai kedonganan. Jarak yang kami tempuh sekitar 15 km, atau 45 menit perjalanan dengan motor matic sewaan kami. Pantai gunung payung letaknya memang agak masuk dari jalan utama nusa dua selatan yang kali itu masih tampak sepi juga, tetapi papan petunjuk ke pantai ini sudah terpasang di persimpangan jalan gunung payung. Sesampainya di sana suasana benar-benar sepi. hanya ada dua buah motor yang parkir sebelum kami. Kami kemudian menuruni anak-anak tangga menuju ke bawah. Pemandangan dari anak-anak tangga ini begitu indah dan unik. Keunikanya adalah banyaknya tanaman alang-alang yang memang sengaja ditanam penduduk setempat untuk dijual. Birunya laut dan hijaunya alang-alang tampak kontras dan menyejukkan pandangan.

Tangga ke pantai gunung payung

Tangga ke pantai gunung payung

Alang-alang hijau ini membuat perjalanan turun terasa epic :D

Alang-alang hijau ini membuat perjalanan turun terasa epic😀

Sampai di bawah di pantai, hanya ada beberapa wisatawan asing yang sengaja membawa surf board untuk surfing di sini. Garis pantai di gunung payung ini pendek karena diujung-ujungnya tertutup tebing. Ombak pantai ini gedhe banget! Jadi tidak bersahabat untuk berenang. Apalagi untuk perenang cemen seperti saya. Kontur pantai ini mirip dengan pantai-pantai di selatan gunung kidul yang juga berombak besar karena sama-sama menghadap ke samudera hindia. Pas kami datang pas ombak pasang, jadi kami hanya berani bermain ombak di pinggiranya sambil piknik memakan bekal yang kami bawa. Untung juga kami bawa bekal karena tidak ada warung di sana. Atau mungkin warungnya sedang tutup? Kami kemudian menghabiskan sisa waktu di pantai sambil memandangi para surfer-surfer perkasa yang tak takut ombak pantai selatan bergelayut di atas ombak. Wow! Pulang dari pantai ini ternyata 250 anak tangga bikin saya gempor juga😀 , tapi untung aja kami ga memilih pantai yang 500 tangga😛 . Buat yang suka pantai sepi dan ga banyak pengunjungnya, pantai gunung payung ini bisa dijadikan destinasi alternatif di pulau Bali.

Sudut pantai gunung payung dengan hamparan pasir putih

Sudut pantai gunung payung dengan hamparan pasir putih

Ombak-ombak besar di pantai gunung payung, terlalu bahaya untuk berenang

Ombak-ombak besar di pantai gunung payung, terlalu bahaya untuk berenang

Pantai gunung payung di google map :

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s