Menyapa ikan-ikan di pantai Amed

Ini kali ke dua saya snorkeling di Bali. Sebelumnya di tahun 2008, saya pernah snorkeling di Candidasa. Sebenarnya saya pengen banget snorkeling di pulau menjangan karena banyak teman-teman yang merekomendasikannya. Selain masih sepi, terumbu karang di sana juga masih terjaga dengan baik. Tetapi karena saya juga penasaran dengan Amed dan jaraknya terhitung lebih dekat, maka saya memutuskan bermotor ria dari Ubud menuju ke Amed dengan pacar saya. Waktu itu saya menghabiskan waktu 3 jam di perjalanan karena kesasar dan google map saya tidak berfungsi dengan baik. Sesampainya di kawasan Amed saya kaget juga, ternyata di sini sudah dibangun banyak sekali villa dan kafe, banyak sekali! Jauh sekali dari bayangan saya yang saya kira masih agak sepi. Karena saya tidak menginap di sini, teman saya Sita menyarankan untuk pergi ke daerah paling ujung dan memarkirkan motor di sana, lalu menyambangi salah satu kafe di sana untuk menitipkan barang. Kafe-kafe di sepanjang Amed ini memang menjadi shelter atau basecamp untuk snorkeling. Kita hanya tinggal memesan makanan dan minuman saja di sana. Selepas itu anda bisa memanfaatkan fasilitas pancuran air, toilet dan kursi pantai secara gratis. Menurut saya harganya masih cukup terjangkau sekitar Rp 50.000 untuk makan dan minum. Jika ingin ngirit lagi bisa sih, tinggal taruh saja barang-barang di pinggir pantai lalu bergantian snorkeling dengan teman. Pada dasarnya jika anda mempunyai peralatan snorkeling sendiri dan membawa bekal makanan sendiri, wisatawan tidak ditarik uang apa-apa, kecuali uang parkir. Apabila tidak membawa snorkle, ada penduduk sekitar yang berkeliling menyewakan snorkle seharga Rp 40.000. Bila ingin menyewa fin atau jaket pelampung maka hanya menambah Rp 20.000. Karena saya adalah perenang cemen, maka saya menyewa snorkle dan jaket pelampung🙂.

Amed merupakan kawasan pantai yang berpasir hitam. Mungkin karena letaknya tidak begitu jauh dari gunung Agung, maka lahar vulkanik letusannya bermuara ke pantai ini. Ombak pantai yang menghadap ke selat Bali ini begitu tenang, cukup aman untuk berenang dan bermain air. Ini pertama kalinya saya snorkeling di pantai yang pasirnya hitam. Meskipun pasirnya hitam, menurut saya airnya sangat jernih dan tidak banyak sampah. Setelah siap dengan peralatan perang kamipun siap berenang. Waktu itu ada banyak wisatawan lain juga yang sedang snorkeling. Ikan-ikan di sini ternyata banyak dan beraneka ragam, mulai dari clown fish, ikan-ikan berwarna kuning juga bintang laut. Ikan-ikan ini juga ramah dengan manusia. Mungkin karena saking banyaknya manusia berenang di sini, mereka jadi tidak takut lagi dengan manusia, malah dengan santainya berenang di sekitar kami. Yang sangat disayangkan di kawasan ini adalah terumbu karang tepi pantainya yang sudah rusak. Jika anda berani berenang agak ke tengah terumbu karangnya masih terjaga. Jadi menurut saya, apabila tujuan snorkeling anda di Bali adalah untuk melihat ikan-ikan dalam jumlah banyak, bersnorkelinglah di Amed🙂
Underwater amed #1

Underwater amed #1

Underwater amed #2

Underwater amed #2

Underwater amed #3

Underwater amed #3

Underwater amed #4

Underwater amed #4

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s