Menonton tarian folklore Bali di cafe lotus Ubud

Penari anak-anak menarikan tarian kelinci Bali dengan ritme yang ceria

Penari anak-anak menarikan tarian kelinci Bali dengan ritme yang ceria

Ini ketiga kalinya saya berkunjung ke Ubud. Kali pertama dan kali ke dua saya ke Ubud hanya seharian dan tidak menginap. Kali ke tiga ini saya dan pacar saya memang berniat untuk menikmati Ubud ala turis dan menginap di sana😀 . Sudah lama saya ga piknik santai yang beneran santai dan bersantai di Ubud memang pilihan yang paling tepat. Ubud yang berada di kabupaten Gianyar ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dari seluruh dunia. Suasana daerah touristy di pedesaan berpadu dengan adat budaya yang kental.  Salah satu cara menikmati Ubud di malam hari yang tak boleh terlewatkan adalah menonton tarian folklore Bali yang digelar di beberapa tempat di Ubud. Kami memilih menonton pertunjukan tari ini di cafe Lotus yang terletak di JL Raya Ubud karena hari itu mereka menggelar gamelan dan tarian yang semuanya diperankan oleh perempuan. Di hari lain cafe ini mempertunjukkan tarian folklore dengan tema-tema yang berbeda.

panggung cantik di cafe lotus Ubud

panggung cantik di cafe lotus Ubud

Tiket untuk menonton pertunjukan berdurasi 70 menit ini harganya Rp 80.000 per orang dan tempat duduk yang disediakan terbatas. Pertunjukan dimulai jam 7.30 malam. Sebelum pertunjukan, penonton diberikan buklet panduan tentang tari-tarian yang akan dipertunjukkan dalam berbagai bahasa. Jadi selain menonton, penonton juga diberikan pengetahuan tentang latar belakang dan sejarah tarian tersebut. Begitu saya masuk ke lokasi pertunjukan ini rasanya wow! Panggungnya berada di tengah-tengah kolam lotus dengan pencahayaan yang cantik. Latar belakang panggung yang aslinya merupakan sebuah pintu masuk pura keluarga ini begitu terlihat epic diterangi sorot-sorot lampu panggung. Kalau dilihat dari jumlah kursinya, mungkin hanya muat sekitar 50 penonton saja. Jadi pertunjukan ini terkesan eksklusif untuk para penontonya. Malam itu tampaknya hanya saya penonton yang asli Indonesia. Penonton-penonton lainnya adalah turis asing. Pertunjukan dimulai tepat waktu. Gamelan-gamelan bali ini dimainkan oleh ibu-ibu yang memang tampak lihai memainkanya. Iramanya terkesan lincah dan ceria, membuat malam itu terasa lebih hidup. Mereka mengenakan pakaian adat Bali dan tampak cantik-cantik. Ada beberapa tarian yang ditampilkan di pertunjukan malam itu seperti tari pendet, tari panji semirang, tari cendrawasih dan tari kelinci. Saya jadi teringat dulu waktu SD pernah belajar tari pendet dan tari panji semirang. Bahkan saya pernah tampil menarikan tari pendet di acara FKY. Tentu saja saya kalah jauh dari mereka yang memang benar-benar menari seperti para seniman yang sedang saya tonton ini. Saya takjub melihat mereka yang bisa menari dengan luwes dan mendalami karakternya. Di akhir acara, penonton bisa berfoto dengan para penari di panggung. 70 menit yang menyenangkan untuk kami berdua. Kesenian Bali memang menarik dan patut diapresiasi dengan cara menonton pertunjukannya seperti ini. So jika kalian pas berada di Ubud, acara seperti ini sayang banget kalau dilewatkan🙂.

Tari pendet di cafe lotus Ubud

Tari pendet di cafe lotus Ubud

Tari cendrawasih dengan kostum yang sangat cantik

Tari cendrawasih dengan kostum yang sangat cantik

Tari panji semirang di cafe lotus Ubud

Tari panji semirang di cafe lotus Ubud

Ingin menonton tarian ini di Cfe Lotus Ubud ? Sila klik di link berikut http://www.cafelotusubud.com/folklore.html

Lokasi di google map :

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s