Jurnal Filipina : Day 1, On the way to Mauban & Cagbalete Island

Mabuhay Manila! Akhirnya setelah membeli tiket balik semalam, saya diperbolehkan melanjutkan perjalanan saya dengan tiger air jam 3 pagi dari Changi, Singapura. Perjalanan Singapura – Manila kurang lebih 2 jam, sampai di  bandara NAIA di Manila jam 5 pagi. Saya langsung dijemput oleh pacar saya dan 2 orang temannya dengan kendaraan pribadi. Merekalah yang akan menjadi host kami selama 3 minggu di Filipina. Kedua teman pacar saya ini adalah Vena dan Peter. Mereka adalah sepasang kekasih yang menyewa sebuah apartemen bersama. Jadi selama di Manila kami tidak perlu susah-susah memikirkan akomodasi.

Wiih, 3 minggu! Pacar saya ternyata membeli tiket balik untuk saya 3 minggu kemudian. Saya sangat excited untuk menjelajahi Filipina! Negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki kurang lebih 7107 pulau. Saya sudah membayangkan pantai-pantai dan pulau-pulaunya nan eksotis. Saya juga penasaran dengan budaya dan keseharian mereka. What kind of culture shock that will happen to me? Let see!
Pemandangan padang ilalang ketika on the way ke Mauban

Pemandangan padang ilalang ketika on the way ke Mauban

Hari pertama,mereka langsung menculik saya keluar kota Manila menuju suatu pulau dengan mobil.  Itulah alasan mengapa pacar saya memaksa saya harus tiba di manila hari itu juga.  Vena dan Peter kebetulan juga sedang mendapatkan libur panjang dari kantor mereka, sehingga bisa mengantar kami jalan-jalan. Saya mempunyai waktu 6 jam untuk tidur dan istirahat di apartemen mereka di daerah Masinag, Manila. Jam 12 tepat kami berempat berangkat bersama. Peter lah yang menjadi sopir selama perjalanan karena yang lain tidak bisa menyetir sama sekali. Estimasi waktu menuju ke Mauban kota tujuan kami adalah 3 sampai 4 jam. Kesan pertama berkendara di jalanan Filipina, hmmm mirip seperti di Indonesia lah. Banyak jalan yang sempit tapi kendaraannya banyak dan terkadang macet di beberapa titik.Di Filipina kendaraan berjalan di lajur kanan. Di jalanan Filipina juga banyak kendaraan umum lokal seperti jeepney dan tri cycle bike. Tri cycle bike ini mirip dengan bentor yang ada di Palembang. Cuaca di sini juga rata-rata panas sama seperti di Indonesia. Saya tak henti-hentinya melihat keluar mobil saking excitednya. Pemandangan pegunungan, kebun dan sawah adalah yang paling sering dijumpai selama perjalanan ini, well lagi-lagi so far sama lah seperti di negeri saya tercinta.

tri cycle ala Filipina

tri cycle ala Filipina

My first lunch in the Philipines, a small burger

My first lunch in the Philipines, a small burger

Kami mampir sebentar untuk membeli makan siang di sebuah kedai burger di pinggir jalan. Harga satu buah burger sederhana 30 peso atau Rp 9000. Lumayan terjangkau lah.Sayang kedai ini tidak menyediakan saos sambal sebagai cocolan burger saya. Tampaknya saos sambal memang tidak lazim digunakan di warung burger. Sayang saya ga riset dulu soal saos sambal di Filipina. Kalau tahu demikian saya akan bawa saos sambal dari Indonesia. Kedai sederhana yang menjual aneka jajanan ini juga mirip dengan kedai yang ada di Indonesia. Kemasan sachetnya ditata rapi berjejeran di gantungan.Kemasan lain yang lebih besar serta botol-botol minuman ringan ditata rapi di bawahnya.
warung burger dan jajanan yang tertata rapi

warung burger dan jajanan yang tertata rapi

Peter dan Vena ternyata juga baru pertama kali ke kota Mauban yang ada di propinsi Quezon. Sepanjang perjalanan mereka mengandalkan google map untuk navigasi. Terkadang sinyal gps dan providernya kuat terkadang juga tidak. Pernah juga kami kehilangan sinyal sama sekali dan harus bertanya arah kepada penduduk lokal. Prinsipnya sama lah, GPS dari smartphone ga jalan pakai GPS yang lain alias gunakan penduduk setempat🙂. Para penduduk di sini cukup ramah terhadap orang yang bertanya soal jalan.
Selepas daerah Pasagjan, 3 jam perjalanan dari Manila kami istirahat lagi di pinggir jalan sambil mencicipi kue tradisional khas Filipina. Namanya kue bika. Kue ini seperti kue serabi yang dimasak di tungku tradisional berbahan tanah liat, dibakar di atas sabut kelapa. Setelah masak kue ini ditempatkan di daun pisang kemudian dimasukkan ke sebuah keranjang yang terbuat dari daun kelapa. Kue ini rasanya manis dan rasa santan kelapanya benar-benar terasa.

mampir sebentar membeli kue bika

mampir sebentar membeli kue bika

4 jam berlalu kami belum sampai-sampai juga ke kota yang dituju. Rasanya agak panik juga karena jalanan mulai sepi dan kanan-kiri hanya hutan saja. Kami mulai bertanya-tanya lagi kepada penduduk setempat arah kota Mauban. Ternyata jaraknya masih lumayan jauh. Saya sampai tertidur di dalam mobil. Begitu bangun , kami sudah sampai di gerbang kota kecil Mauban dan hari sudah gelap.Perjalanan darat hari itu ternyata menghabiskan waktu 6 jam karena kemacetan di beberapa titik. Kota ini setingkat kota kecamatan di Indonesia jadi suasana malam terasa sangat sepi. Kami langsung menuju ke pelabuhan untuk menanyakan penyeberangan ke Cagbalate island, tujuan utama perjalanan kami. Perahu umum yang hanya membayar 100 peso ternyata sudah tidak ada. Perahu terakhir berangkat jam 4 sore. Kami terpaksa menyewa perahu kecil yang sebenarnya bisa muat sampai 12 orang seharga 800 peso atau Rp 240.000 untuk ke pulau.
Hari pertama di Filipina yang melelahkan, tetapi saya senang sekali bisa berada di sini meskipun Filipina awalnya tidak ada dalam list tujuan utama traveling saya.  Saya membawa bekal buku panduan lonely planet. Selain sebagai petunjuk utama perjalanan, saya juga ingin menghindari tempat-tempat yang sudah tercatat di dalamnya *nah lho!!. Dan Cagbalete Island adalah salah satu yang tidak ada di dalam lonely planet!! Yeaaay!!!

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s