Jurnal Filipina #3 : Intramuros

Rizal park, Manila

Rizal park, Manila

Filipina adalah bekas jajahan Spanyol. Seperti halnya di kota tua Jakarta dan kota tua Semarang yang merupakan peninggalan Belanda, di Filipina juga terdapat kawasan kota tua peninggalan penjajah. Letak kota tua ini ada di down town Manila di muara sungai pasig.Kota ini didirikan pada tahun 1571 dan pada masanya kota ini sangat eksklusif diperuntukkan hanya untuk orang-orang Spanyol saja. Kota ini dikelilingi benteng dan memiliki jembatan yang bisa dibuka tutup untuk mengatur keluar masuknya orang. Pribumi Pinoy tidak bisa sembarangan masuk Intramuros pada masa itu. Eksklusif sekali para penjajah Spanyol jaman dulu ya?

Sudut lain dari jalanan Intramuros dengan arsitektur Spanyol kuno

Sudut lain dari jalanan Intramuros dengan arsitektur Spanyol kuno

Saya dan pacar saya adalah penggemar bangunan-bangunan kuno bersejarah. Hari itu kami sangat tertarik untuk berjalan-jalan mengitari Intramuros sekedar untuk mengaggumi arsitektur kunonya. Karena saya dan pacar saya menginap di Masinag maka untuk menuju ke tempat ini kami harus berganti transport dua kali. Naik jeepney sampai stasiun MRT Santolan, lalu naik MRT berganti sekali di Recto, setelah itu turun di stasiun United Nation Avenue. Stasiun MRT terdekat dari intramuros sebenarnya adalah stasiun central. Kami turun di stasiun UN avenue karena ingin melihat dan melewati Rizal park juga, taman kebangaan masyarakat Manila. Rizal park dan Intramuros letaknya bersebelahan tetapi kalau jalan kaki lumayan tepar juga karena pintu masuk utama Intramuros terletak di sebelah utara di dekat Anda circle atau bundaran Anda.

Salah satu sudut Intramuros. Kereta kuda disewakanuntuk mengitari Intramuros.

Salah satu sudut Intramuros. Kereta kuda disewakan untuk mengitari Intramuros.

Gerbang landmark dari Fort Santiago

Gerbang landmark dari Fort Santiago

Sesuai dengan anjuran dari lonely planet *mumpung punya*, kami mengawali perjalanan di Intramuros dari Fort Santiago. Di Fort Santiago ini terdapat sebuah pusat informasi tentang Intramuros dan pengunjung bisa mendapatkan peta serta buklet secara gratis. Dari buklet tersebut tercatat ada 27 tempat atau atraksi yang bisa dikunjungi di Intramuros. Buset! 27 tempat dalam sehari pastilah ga selesai. Kami hanya mengunjungi sebagian kecil dari tempat-tempat tersebut. Ada beberapa cara mengelilingi Intramuros yaitu dengan menyewa kereta kuda ala jaman Spanyol, menyewa ojek sepeda atau jalan kaki. Kami memilih berjalan kaki untuk pengiritan😀.
Meriam peninggalan perang di Fort Santiago

Meriam peninggalan perang di Fort Santiago

Mumpung kami sedang di Fort Santiago, kami menjelajahi benteng pertahanan kuno yang menjadi bangunan utama di Intramuros. Benteng ini terletak tepat di muara sungai pasig dan memiliki luas 620 meter persegi. Di dalam benteng ini terdapat sebuah memorial dan kuil untuk Dr Jose Rizal yang merupakan salah satu pahlawan kemerdekaan Filipina. Ia dahulu dipenjara dan dieksekusi di tempat ini. Sejarah benteng ini begitu panjang karena selain Spanyol, Inggris dan Amerika juga secara bergantian memanfaatkan Benteng ini sampai perang dunia ke dua. Benteng ini mempunyai banyak ruang bawah tanah, penjara dan ruang penyimpanan senjata. Sampai saat ini masih ada beberapa meriam peninggalan penjajah dipajang di sana. Di dalam benteng ini juga terdapat sebuah chapel kuno peninggalan Spanyol.

Chapel kuno di dalam Fort Santiago

Chapel kuno di dalam Fort Santiago

Dari Fort Santiago kami berjalan ke luar menuju ke Plaza de Roma yang berseberangan dengan Katedral Manila. Sebuah Gereja tua yang didirikan pada tahun 1571 oleh pendeta dari Spanyol. Gereja ini pernah rusak berat karena perang, tetapi direnovasi kembali dan selesai pada tahun 1958. Meskipun hasil renovasi, bagunan gereja ini masih terkesan kuno dengan arsitektur Spanyol yang kental. Pada waktu itu di dalam katedral sedang ada misa. Jadi para turis dan pengunjung dilarang masuk kalau tidak ingin beribadah.

Katedral Manila

Katedral Manila

Kami melanjutkan random walk kami ke sebuah rumah makan yang bernama Patio de Conchita tidak jauh dari katedral. Restoran ini arsitekturnya juga bergaya Spanyol. Jadi kami kira tempat ini adalah restoran yang menjual makanan Spanyol. Ternyata restoran ini menjual nasi rames ala Filipina. Sebagai orang Asia yang lebih senang makan nasi saya merasa beruntung menemukan tempat ini. Berbeda dengan pacar saya yang agak ga suka makan nasi😛. Setelah beberapa hari ada di Filipina, menurut saya memang agak susah menemukan tempat makan khas seperti ini. Saya kemudian memesan nasi ikan dengan acar ala Filipina dan salad rumput laut yang rasanya maknyuuss dimakan saat udara panas begini. Kami juga memesan dua gelas es kelapa muda untuk minumnya. Menurut saya tempat ini recommended buat traveler yang ingin mencoba makanan asli Pinoy di Manila. Rasanya menurut saya mirip sama masakan Jawa.

Nasi campur ala Patio de Conchita

Nasi campur ala Patio de Conchita

Menu pilihan kami di Patio de Conchita

Menu pilihan kami di Patio de Conchita

Destinasi kami selanjutnya adalah Bahay Tsinoy museum. Sebuah museum yang diperuntukkan untuk para pendatang Tiong Hoa yang menjadi warga negara Filipina. Museum ini menurut saya sangat interaktif dengan display yang sangat menarik. Belajar tentang sejarah masuknya orang-orang Cina ke Filipina menjadi menyenangkan. Selain itu di tempat ini juga terdapat foto-foto kuno interaksi orang-orang Cina dengan penduduk lokal serta dengan orang-orang Spanyol. Terdapat pula satu ruangan khusus yang memajang deretan foto-foto warga negara Filipina keturunan Cina yang berjasa mengharumkan nama Filipna, seperti Jose Mari Chan, penyanyi yang terkenal dengan lagu beautiful girl. Di museum ini juga ada sebuah video pendek yang menegaskan bahwa orang-orang Cina yang sudah menjadi warga negara Filipina adalah orang Filipina juga. Mungkin di Indonesia perlu dibangun museum seperti ini untuk meminimalisir rasisme antar suku terutama kepada warga Tiong Hoa. Menurutmu?

Bahay Tsinoy Museum dari luar

Bahay Tsinoy Museum dari luar

Saya dan pacar saya kemudian random walk lagi melewati bangunan-bangunan berarsitektur Spanyol yang kini telah menjadi rumah pribadi, hotel dan restoran. Kami juga melewati Memorare Manila, sebuah monumen peringatan untuk korban perang dunia ke dua. Kami mampir sebentar ke dalam gereja San Agustin yang saat itu sedang sepi tidak ada misa. Gereja ini merupakan gereja tertua di Filipina dan satu-satunya bangunan yang bisa survive dari berbagai serangan pada perang dunia ke dua di Intramuros. Gereja ini sangat populer bagi masyarakat Manila untuk upacara pernikahan. Di gereja ini juga terdapat sebuah museum. Sayang waktu itu museum sudah tutup karena sudah sore.

Another corner of Intramuros

Another corner of Intramuros

Monumen untuk mengenang korban perang

Monumen untuk mengenang korban perang

Gereja San Agustin nan cantik

Gereja San Agustin nan cantik

Sebuah hotel bergaya spanish di Intramuros

Sebuah hotel bergaya spanish di Intramuros

Bangunan terakhir yang kami kunjungi adalah Baluarte de San Diego. Sebuah bangunan yang menurut saya epic ini adalah bekas menara dan benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1591. Benteng ini hancur berkali-kali karena perang dan gempa bumi. Sisa-sisa reruntuhan benteng ini menurut saya bentuknya tetap menarik karena terkesan besar dan angker. Beberapa sisa-sisa meriam dan alat perang juga masih dipajang di sini. Salah satu hal yang menarik di pinggiran baluarte san diego dan Intramuros pada umumnya adalah adanya lapangan golf. What? ada lapangan golf di pinggiran benteng di tengah kota Manila! Lapangan golf ini memang panjang mengitari Intramuros tapi lebarnya sangat terbatas. lapangan ini dulunya merupakan parit yang mengitari benteng Intramuros. Unik memang, apalagi di sepanjang Intramuros terdapat tulisan-tulisan peringatan awas ada bola terbang! Jadi kalau berkunjung ke Intramuros pas banyak orang main golf, harap berhati-hati🙂.

Bagian dari benteng tua baluarte de san diego

Bagian dari benteng tua baluarte de san diego

Saya terlihat sangat kecil di atas reruntuhan baluarte de san diego

Saya terlihat sangat kecil di atas reruntuhan baluarte de san diego

lapangan golf di sekeliling Intramuros

lapangan golf di sekeliling Intramuros

 

Awas bola golf!!

Awas bola golf!!

Intramuros di Google Map! cekidot!!

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s