Jurnal Filipina #8 : Pesta Keluarga ala Pinoy

Malam ke dua di kota Sorsogon, saya dan pacar saya diajak ke rumah orang tua Peter, host kami. Rumah ini adalah tipikal rumah-rumah penduduk yang ada di Filipina pada umumnya. Di dalam rumah ini terdapat sebuah altar besar tempat meletakkan simbol-simbol Yesus Kristus. Filipino atau Pinoy biasanya membuat altar seperti ini di dalam rumah mereka sesuai dengan agama dan aliran masing-masing. Biasanya mereka berdoa tepat di depan altar ini sehari-hari. Entah mengapa ketika melihat altar ini saya jadi teringat telenovela Amerika Latin. Di telenovela jaman Maria Mercedes dahulu juga digambarkan altar seperti ini. Seketika itu juga saya merasa sedang berada di Latino van Asia🙂, meskipun saya belum pernah ke Amerika Selatan.

Altar untuk berdoa.

Altar untuk berdoa.

Kami kemudian dikenalkan kepada orang tua Peter. Ibunya guru bahasa Inggris, jadi kami dengan mudah berkomunikasi dengan beliau. Di rumah ini, kami diundang untuk merayakan pesta ulang tahun Peter bersama keluarga besar Peter yang terdiri dari paman-paman, bibi-bibi dan sepupu-sepupunya. Sebagian besar dari mereka juga fasih berbahasa Inggris. Saya malam itu mendapatkan tugas untuk membantu Vena, pacar Peter, untuk memasak di dapur. Malam itu ia memasak ayam goreng, lumpia isi abon, salad buah dan tumis sayuran, juga sate babi.

Kami bersama Peter dan orang tuanya

Kami bersama Peter dan orang tuanya

Para pria menunggu di luar sambil minum-minuman kebanggaan mereka yaitu brandy emperador. Emperador tergolong minuman keras beralkohol 40% yang harganya murah meriah. Harganya hanya sekitar 100 peso atau Rp 30.000. Sambil minum brandy di gelas shot yang kecil mereka juga meneguk lemon tea yang manis di gelas besar. Botol brandy ini diletakkan di tengah-tengah dan para pria minum secara berputar dan bergiliran. Minuman beralkohol seperti ini adalah minuman yang biasa tersedia di pesta-pesta Filipino, bahkan di pesta keluarga sekalipun. Terkadang ada yang minum sampai mabuk karena tidak tau batas kemampuannya sendiri. Untung malam itu tidak ada satupun yang minum sampai mabuk. Bapak, Paman dan saudara-saudara Peter minum untuk menunjukkan rasa sosial dan persaudaraan saja. Walaupun demikian yang biasanya minum di acara keluarga hanya kaum pria saja. Di daerah-daerah tertentu di Filipina wanita masih dianggap tabu untuk minum.

makan malam sudah siap

makan malam sudah siap

Para pria dan emperador

Para pria dan emperador

kami bersama para wanita

kami bersama para wanita

Setelah selesai memasak saya dan Vena membawa makanan-makanan tersebut ke depan. Sate babinya ia bakar on the spot saat pesta berlangsung. Saudara, keluarga besar dan teman Peter datang mengucapkan selamat serta menikmati sajian makanan yang kami masak. Menurut saya rasa dan bumbu masakannya tidak jauh beda dengan masakan yang ada di Jawa. Para wanita mendapatkan minuman tersendiri yaitu lemon juice dan aneka minuman bersoda. Pesta tersebut terlihat hangat dan meriah meskipun sederhana. Orang tua dan saudara-saudara Peter juga menyambut kami dengan ramah serta asyik diajak ngobrol. Mereka bertanya tentang perbedaan dan kesamaan antara Indonesia dengan Filipina dengan antusias. Wih saya berasa tiba-tiba jadi duta bangsa Indonesia di Sorsogon🙂.  Saya merasa senang malam itu bisa bertemu dengan mereka semua.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s