Lawang Sewu, tak seseram dulu lagi

Apakah kamu percaya hantu? Saya percaya ga percaya sih🙂 . Tetapi yang saya ingat ,salah satu penampakan hantu yang pernah saya lihat ada di bangunan tua bernama Lawang Sewu. Waktu itu tahun 2009, saya bersama teman-teman menjelajahi bangunan ini sehabis maghrib. Kala itu Lawang Sewu memang masih seram dan terlihat tak dirawat dengan baik. Apalagi setelah populernya acara penampakan di sebuah stasiun televisi swasta, Lawang Sewu menjadi destinasi horror bagi pemburu hantu. Saat itu di lantai 3 di dekat tower saya dan seorang teman saya tak sengaja melihat sosok hitam raksasa terlihat sedang merokok di pojok ruangan. Ukuran tubuhnya jauh lebih besar daripada manusia biasa. Saya dan teman saya tidak lari, tapi perlahan-lahan meninggalkan tempat itu dengan perasaan merinding. Buset! jarang-jarang lihat penampakan kenapa harus melihat tiba-tiba di sini tanpa warning. Saya kemudian menceritakan pengalaman saya kepada pacar saya tercinta yang tidak percaya hantu. Ia sama sekali belum pernah punya pengalaman misterius atau pengalaman rada-rada horror. Saya tidak bermaksud meyakinkannya supaya percaya sih,tapi karena waktu itu kami sedang di kota Semarang seharian dan ia penasaran tentang bangunan ini, maka saya mengajaknya ke Lawang Sewu.

Bangunan tower Lawang Sewu tak seseram dulu lagi setelah direnovasi

Bangunan tower Lawang Sewu tak seseram dulu lagi setelah direnovasi

Kami mengunjungi Lawang Sewu pagi hari saat weekday jadi tak begitu penuh dengan wisatawan. Karena kami ingin menjelajahi banyak ruangan dan tidak ingin tersesat, maka kami menyewa guide. Harga tiket per orang waktu itu Rp 10.000 dan tarif resmi guide untuk satu jam adalah Rp 30.000. Guide kami bernama pak Agus, ia kemudian menerangkan tentang jumlah bangunan di komplek Lawang Sewu ini. Ada 5 bangunan di Lawang Sewu, dari gedung A sampai gedung E, tetapi bangunan besar yang utama hanya gedung A dan gedung B. Saat itu penampakan gedung A telah berubah menjadi bersih dan terawat karena baru saja selesai direnovasi. Tak tampak kesan horror di sana. Gedung B masih dalam tahap renovasi sehingga di bagian-bagian tertentu masih terlihat kotor dan horror.

Kami di bagian belakang gedung A Lawang sewu yang kini terlihat bersih dan terawat

Kami di bagian belakang gedung A Lawang sewu yang kini terlihat bersih dan terawat

Tidak seperti pengalaman pertama saya sebelumnya, pak Agus guide kami ini tidak pernah sekalipun bercerita horror atau bercerita tentang kejadian mistis di sini. Ia menceritakan tentang sejarah berdirinya bangunan ini dan peralihan fungsi bangunan ini dari waktu ke waktu. Bangunan Belanda ini dibangun pada tahun 1904 dan awalnya difungsikan sebagai kantor perkereta-apian Belanda yang disebut dengan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Bangunan ini dinamakan Lawang Sewu oleh masyarakat kota Semarang karena ada banyak pintu dan jendela-jendela besar di dalamnya. Yang jelas jumlah sebenarnya tidak sampai seribu. Pintu-pintu ini tak hanya terpasang untuk menghubungkan luar dan dalam ruangan, tetapi juga menguhubungkan antar ruangan. Jadi ketika semua pintu antar ruangan terbuka, tempat ini terlihat epic!😀 . Pak Agus kemudian membawa kami berkeliling dari lantai teratas sampai lantai terbawah gedung B, kecuali lantai bawah tanah karena sedang terendam air. Lantai 3 Lawang Sewu memang masih terlihat seram dan banyak jaring laba-laba. Lantai ini dulunya ball room untuk pertemuan atau untuk pesta. Pak guide bilang, bangunan ini akan direnovasi dan dibersihkan segera supaya bisa difungsikan menjadi ruangan serbaguna. Karena ia tak pernah bercerita tentang cerita horror selama mendampingi kami, saya kemudian iseng bertanya mengapa. Pak guide kemudian bilang, pemerintah kota Semarang tidak ingin lagi mengesankan Lawang Sewu sebagai bangunan berhantu. Lebih baik menampilkan informasi sejarah, fungsi dan kesan arsitekturnya yang indah. Well bener juga sih pak, saya sih setuju banget. Apalagi setelah saya melihat penampakan gedung A yang tadinya suram menjadi sangat cantik.

Pintu antar ruangan di gedung B ketika dibuka, tampak seperti lorong yang panjang

Pintu antar ruangan di gedung B ketika dibuka, tampak seperti lorong yang panjang

Lantai 3 gedung B yang akan segera direnovasi. Hmm masih banyak orbsnya :)

Lantai 3 gedung B yang akan segera direnovasi. Hmm masih banyak orbsnya🙂

Lorong di teras gedung A yang tampak cantik

Lorong di teras gedung A yang tampak cantik

Lalu apalagi yang berbeda dengan kunjungan kami di Lawang Sewu yang baru ? Gedung A lantai 1 bangunan ini kini disulap menjadi museum sejarah kereta api milik PT KAI. Pak Agus dengan bersemangat menceritakan sejarah perkereta apian dari jaman Belanda sampai jaman peralihan kereta api menjadi milik negeri kita tercinta.  Alat-alat komunikasi dan perkereta-apian dari jaman dahulu kala ditampilkan di sini. Dari lentera kuno untuk menjaga pintu kereta, sampai mesin telegraph juga mesin pengalih jalur rel kereta. Foto-foto kereta api dari jaman Belanda juga banyak ditampilkan di museum ini. Dari lokomotif kuno juga kereta-kereta manual yang digerakkan dengan tangan atau pedal. Sangat menarik dan menambah wawasan para pengunjung Lawang Sewu, apalagi buat para pecinta kereta api. Penjelajahan kami di Lawang Sewu kemudian diakhiri dengan mengunjungi toko souvenir yang ada di sana. Lawang Sewu yang terkenal sebagai bangunan horror kini perlahan-lahan mulai menanggalkan kesan horrornya. Saya bahkan jadi lupa soal peristiwa penampakan itu saat kembali ke sini🙂.

Lentera-lentera kuno untuk menerangi pintu kereta

Lentera-lentera kuno untuk menerangi pintu kereta

Mesin telegraph kuno untuk berkomunikasi antar stasiun

Mesin telegraph kuno untuk berkomunikasi antar stasiun

Foto jadul bersepeda di atas rel kereta api :)

Foto jadul bersepeda di atas rel kereta api🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s