Gang Lombok Semarang, Dari Klenteng ke Lumpia

Masih dalam rangka seharian muter-muter di kota Semarang, tak lengkap rasanya kalau kami tidak mampir ke gang Lombok, gang paling terkenal di kota Semarang. Gang Lombok termasuk dalam kawasan pecinan Semarang yang letaknya tidak jauh dari pasar johar. Jalan kecil di pinggir sungai ini terkenal dengan lumpianya nan lezat dan sebuah klenteng tua yang cukup terkenal di kota Semarang. Ini sebenarnya kali ketiga saya mengunjungi gang lombok dan kali pertama untuk pacar saya. Sebelum menyantap lumpia, saya dan pacar saya jalan-jalan dulu ke klenteng Tay Kak Sie yang hanya berada sekitar 10 meter dari kedai lumpia. Jalan-jalan dulu supaya tambah lapar😀 .

Di pintu masuk klenteng Tay Kak Sie

Di pintu masuk klenteng Tay Kak Sie

Menurut yang saya baca di wikipedia, klenteng Tay Kak Sie usianya sudah sangat tua. Dibangun pada tahun 1746 oleh para imigran dari Cina yang kala itu dibawah pemerintahan dinasti Qing. Nama Tay Kak Sie berasal dari bahasa Hokkian yang berarti kuil kesadaran agung. Awalnya klenteng ini hanya dipergunankan untuk memuja dewi Kwan Im. Tetapi dengan seiringnya waktu terdapat 10 dewa dan dewi Tao yang memiliki altarnya masing-masing. Satu altar utama yang berada di tengah merupakan milik dewa Kwan Iem Po Sat. Altar-altar dewa yang lain berada di sebelah kanan dan kiri altar utama. Klenteng ini merupakan yang terbanyak jumlah altarnya se kota Semarang.  Klenteng beratap biru ini berdiri megah dengan patung naga di atapnya, serta ornamen-ornamen khas Hokkian di pintu serta dindingnya. Sebagai seorang yang belum pernah menginjakkan kaki di bumi Tiongkok, saya kagum melihat hiasan-hiasan yang sebagian besar berwarna merah ini. Rasanya saya benar-benar sedang berada di Cina. Pengunjung yang tidak beribadah diperbolehkan masuk di sini tetapi harus tetap tenang dan menghormati pengunjung lain yang sedang beribadah. Pengunjung diperbolehkan pula untuk mengocok ciam si, yaitu ramalan bambu yang terdapat di altar para dewa masing-masing. Tertarik mencoba ciam si? Saya sih sudah🙂 .

Salah satu altar dewa di Tay Kak Sie

Salah satu altar dewa di Tay Kak Sie

Kolam kecil di Tay Kak Sie

Kolam kecil di Tay Kak Sie

Suasana peribadatan di Tay Kak Sie

Suasana peribadatan di Tay Kak Sie

Usai mengaggumi klenteng Tay kak Sie, saatnya kami mengisi perut dengan lumpia. Walaupun siang itu tampak penuh dengan pembeli, kami tetap sabar mengantri demi lumpia enak. Konon katanya lumpia di gang lombok ini adalah yang tertua di kota Semarang. Lumpia ini dulu didirikan oleh Siem Swie Kim. Kini generasi ketiganya lah yang meneruskan racikan lumpia nan lezat ini. Kalau menurut saya pribadi sih memang lumpia gang lombok ini yang terenak di dunia😀. Ukurannya yang besar juga pas untuk kami. Makan satu saja sudah kenyang. Rebung dan telurnya bercampur begitu lezat tanpa ada rasa-rasa amis dan bau rebung yang menyengat seperti lumpia biasa. Favorit saya adalah lumpia basah tanpa digoreng. Lumpia di gang lombok ini disajikan dengan daun bawang merah, acar, selada, lombok rawit dan bumbu gula bawang.Kedai lumpia ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, tapi biasanya sebelum jam 5 sore lumpianya sudah habis.

Loenpia gang lombok no 11

Loenpia gang lombok no 11

Lezatnya lumpia basah gang lombok

Lezatnya lumpia basah gang lombok

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Gang Lombok Semarang, Dari Klenteng ke Lumpia

  1. wah lumpia basah favoritku ini..
    kemasannya sederhana..rasanya cukup lezat😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s