Road trip ke Ngargoyoso #2 : Candi cetho dan candi kethek

good morning kemuning!!

good morning kemuning!!

Hari ke dua di Ngargoyoso, kami bangun jam 7 pagi, packing dan kemudian menikmati munculnya matahari dari balik gunung Lawu yang sedang cerah-cerahnya di kebun teh kemuning. Kami memutuskan tidak mandi karena air di penginapan terlalu dingin😀 . Saya memacu motor bebek saya menaiki tanjakan-tanjakan yang menurut saya lumayan ekstrim menuju ke candi cetho. Sumpah deh, kalau motor saya ga kuat saya bener-bener bingung! Suami saya sering heran melihat para penduduk setempat mengendarai motor ngebut tanpa menggunakan helm di jalan yang pinggiranya jurang dan tanjakannya begitu tajam. Hal yang sebeneranya biasa saja menurut orang Indonesia yang tinggal di gunung😀 . Sebelum memasuki candi cetho, kami sarapan pop mie dan teh hangat di warung di dekat komplek candi. Pagi itu warung-warung yang menyediakan menu nasi belum buka.

pagi di candi cetho

pagi di candi cetho

susunan ornamen batu di candi cetho

susunan ornamen batu di candi cetho

Tiket untuk memasuki candi cetho adalah Rp 3000 untuk lokal dan Rp 10.000 untuk mancanegara. Jam 7 pagi loket ke candi cetho sudah buka, karena terkadang banyak peziarah yang datang pagi-pagi ke candi ini. Candi cetho adalah candi hindu yang dibangun pada abad ke 15 M di saat akhir kekuasaan Majapahit di tanah Jawa. Memasuki candi ini berasa seperti sedang di Pura di pulau Bali karena candi ini aktif digunakan sebagai tempat ibadah umat hindu dan kejawen lengkap dengan ubo rampe sesajen di sudut-sudut candi. Aroma dupa pagi itu membuat suasana candi ini bertambah mistis dan sakral. Ada 9 tingkat di Candi ini yang setiap tingkatnya memiliki aneka ornamen batu dan patung-patung yang memiliki simbol-simbol tersendiri. Di pintu candi terdapat sebuah gapura yang bentuknya mirip seperti gapura-gapura hindu Bali. Beberapa dari patung-patung ini dikalungi rangkaian bunga melati dan diberi sesajen berupa bunga mawar, buah apel dan dupa, seperti canang yang ada di Bali juga. Di puncak candi terdapat suatu bangunan yang mirip dengan piramida suku maya. Bagian candi teratas ini khusus untuk beribadah, jadi wisatawan dilarang naik ke sini. Nah apa nenek moyang kita dulu pernah kenalan sama orang dari suku Maya ya? Atau ada ancient alien yang membantu manusia membangun candi?😀 *kebanyakan nonton ancient alien*. Dari komplek candi yang terletak di lereng gunung Lawu ini jika kita melihat ke arah barat, pemandangan gunung merapi dan merbabu terlihat sangat cantik. Pinter juga ya nenek moyang kita memilih lokasi untuk mendirikan candi.

bangunan seperti piramida di candi cetho

bangunan seperti piramida di candi cetho

jalan setapak ke candi kethek

jalan setapak ke candi kethek

candi kethek

candi kethek

Selain candi cetho di komplek ini juga terdapat bangunan candi lain bernama candi kethek. Letaknya di utara candi cetho dan hanya tinggal berjalan kaki melalui jalan setapak sejauh 300 meter. Jalan setapak ini juga mengarah ke puncak Lawu, sehingga ada beberapa pendaki gunung dan peziarah gunung Lawu yang menempuh jalur ini. Katanya sih jalur ini adalah jalur yang paling rumit dan menyesatkan. Dan beberapa kali mendaki Lawu waktu muda dulu, hanya jalur ini yang belum pernah saya coba. Kalau sekarang nyoba saya jelas udah ga kuat😀 . Candi kethek dinamakan demikian karena dahulu ada banyak kethek berkeliaran di sini. Candi ini berbentuk tingkatan batu dengan selasar yang terdiri dari 5 tingkat punden berundak. Di puncaknya terdapat sebuah altar kecil tempat para peziarah meletakkan sesaji. Candi ini terlihat menyatu dengan alam dengan pohon-pohon pinus yang tumbuh di atas dan sekitarnya. Masa pendiriannya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan candi cetho. Menurut keterangan yang ada di papan di bawah candi ini, candi ini berfungsi sama seperti candi cetho yaitu sebagai tempat ruwatan atau penyucian diri.Di candi cetho dan candi kethek ini ditemukan dua arca yang sama berbentuk kura-kura yang menyimbolkan penyucian diri tersebut. Nah kalau ingin lebih jelas, di kedua candi ini terdapat papan keterangan yang memaparkan tentang penemuan candi , makna sampai aktifitas penelitiannya.

3 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

3 responses to “Road trip ke Ngargoyoso #2 : Candi cetho dan candi kethek

  1. liat simbolnya langsung merinding… pengen kesana jadinya….😀

  2. keren candi ini
    dari dulu pengen kesini tapi belum kesampean

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s