Road Trip ke Ngargoyoso #4 : Candi Sukuh

Piramida candi sukuh

Piramida candi sukuh

Waktu menunjukan jam 10 pagi ketika kami meninggalkan kedai teh ndoro Dongker menuju ke sebuah candi yang masih terletak di daerah Ngargoyoso. Untuk menuju lokasi inipun kendaraan motor yang kita kendarai harus dalam keadaan siap menanjak. Candi sukuh, candi kecil yang saat ini semakin banyak pengunjungya karena bentuk bangunanya yang unik. Para pengunjung pada umumnya penasaran dengan seberapa mirip candi sukuh dengan piramida suku maya yang ada di Amerika selatan. Termasuk saya juga sih. Walaupun ini sudah kali ke 3 saya ke candi ini, saya ingin menunjukan ke suami saya kalau di Indonesia juga ada candi yang mirip dengan piramida suku maya. Saya sih belum pernah melihat langsung bagaimana bentuk detil dan tidak mempunyai referensi cukup tentang seberapa miripnya dengan bangunan milik suku maya. Tetapi, sebagai wacana sebelum saya ke Amerika selatan beneran *Ehem *Amiin , tidak ada salahnya saya mengeksplor candi ini lagi.

Pintu gerbang candi sukuh dengan patung kepala

Pintu gerbang candi sukuh dengan patung kepala

Sampai di komplek candi ini, saya jadi teringat acara ancient alien yang sedang populer di history channel. Pastilah kalau seorang pengunjung yang percaya dan kecanduan nonton acara ancient alien dan semacamnya, ia akan menghubungkan candi ini dengan konspirasi alien. Mungkin pada awalnya si alien datang ke Amerika selatan membantu suku maya membangun piramida dan bangunan super megah yang akan sangat sulit dibangun manusia biasa. Kemudian tiba-tiba saja si alien terbang dan kesasar ke gunung lawu lalu membantu penduduk setempat membangun candi dengan bentuk yang mirip. Memang sih belum ada teori yang jelas dari para arkeolog mengapa bangunan-bangunan di berbagai belahan bumi ini terkadang saling menyerupai walaupun mereka belum pernah saling mengenal dan bertemu. Oleh karena itu teori konspirasi alien ini menjadi populer bagi pemburu misteri. Lho saya kok jadi ikut-ikutan sih? Kalau saya pribadi sih belum percaya. Tetapi saya percaya kalau nenek moyang kita dahulu adalah orang-orang yang sangat cerdas sehingga bisa membangun bangunan-bangunan megah dan kuat dengan arsitektur yang indah.

lingga dan yoni di gerbang candi

lingga dan yoni di gerbang candi

Candi sukuh yang diperkirakan dibangun pada tahun 1437 M , adalah candi hindu yang masih aktif dijadikan tempat peribadatan. Tidak heran akan ditemukan banyak sesaji dan dupa di berbagai sudut candi yang menambah suasana menjadi lebih mistis. Bahkan peziarah rutin candi sukuh dan candi cetho datang langsung dari Bali. Jika merujuk pada tahun pembangunanya, saya rasa sih candi ini termasuk candi “modern” atau kontemporer dibandingkan dengan candi-candi hindu lain yang kebanyakan dibangun pada abad ke 4 sampai ke 9 masehi. Jadi in my opinion si arsiteknya membuat terobosan baru a.k.a breakthrough dan tidak terpaku pada desain baku kebanyakan candi hindu sebelumnya.

Patung manusia dengan sayap

Patung manusia dengan sayap

Patung makhluk dengan sayap

Patung makhluk dengan sayap

Patung manusia dengan yoni

Patung manusia dengan yoni

relief rahim wanita dan relief-relief lainnya

relief rahim wanita dan relief-relief lainnya

Candi ini terdiri dari 3 teras. Di teras pertama terdapat sebuah gapura yang desainnya menurut saya sangat unik. Terdapat kepala besar di atas pintu gapura dengan pernak-pernik di rambutnya. Di bawah rongga pintu terdapat simbol lingga yoni yang selain diberi dupa dan sesaji juga dilempari mata uang koin. Apakah sebagai simbol meminta kesuburan kepada dewata? Pada teras ketiga inilah terdapat banyak patung dan relief yang memang terkesan berbeda dengan ciri khas candi hindu lain di jawa tengah. 2 buah patung menggambarkan makhluk seperti manusia tetapi mempunyai sayap. Sebuah patung yang telah hilang kepalanya memegang erat alat kelamin laki-laki. Terdapat pula relief rahim wanita yang cukup besar dengan relief dua manusia di dalamnya. Di piramid yang sering dimiripkan dengan milik suku maya ini konon tangganya bisa untuk tes uji keperawanan wanita. Saat itu sedang ada umat hindu yang sedang beribadah di puncaknya, jadi saya tidak bisa naik untuk menguji keperawanan saya yang jelas-jelas sudah tidak perawan *Eh. Menurut saya melihat umat hindu beribadah di candi ini menambah suasana candi menjadi semakin sakral, mendamaikan dan menenangkan.

6 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

6 responses to “Road Trip ke Ngargoyoso #4 : Candi Sukuh

  1. Patungnya unik-unik ya. Untung nggak jadi sasaran sweeping ormas-ormas “ituh” :p

  2. meimei

    mohon info untuk penginapan di sekitar candi sukuh

    • Banyak mbak, rate dari mulai Rp 60.000 per malam. Ada sukuh permai, sukuh cottage, Bali sukuh, Sukuh bumi dewata hotel dan lain-lain. Ga jauh dari lokasi candi. Kalau ga bisa juga nginap di rumah masyarakat yang sudah dibuka untuk homestay

      • meimei

        banyak ya masyarakat yang buka rumahnya untuk homestay? , takut kehabisan, soalnya pas weekend besok🙂 terima kasih banyakl untuk infonya

      • Iya banyak kok, di dekat air terjun parang ijo juga banyak rumah homestay masyarakat. Air terjunnya ga jauh dr candi sukuh. Sayangnya emang belum ada yang bisa dibook online kayaknya. Good luck!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s