Berkunjung ke Notre Dame

Katedral Notre dame dari sungai La Seine

Katedral Notre Dame dari sungai La Seine

Waktu saya kecil saya pernah menonton film kartun Hunchback of Notre Dame yang dikeluarkan oleh Walt Disney. Film ini bersetting di sebuah gereja besar di tengah-tengah kota Paris. Waktu itu saya tidak pernah membayangkan akan bisa mengunjunginya dan mengagumi keindahan arsitekturnya secara langsung. Dan…. voila! saya sudah berada tepat di depan katedral katolik tersebut sekarang. Katedral ini dibangun di sebuah pulau yang biasa disebut Cite, yang terletak di tengah-tengah sungai La Seine. Katedral ini dibuka setiap hari dan untuk umum. Saat saya sampai di sana, saya harus ikut mengantri di antara para pengunjung untuk masuk dan dicek oleh sekuriti. Antrian saya waktu itu lumayan panjang, sekitar 100 meter! Pengunjung tidak perlu membayar tiket untuk masuk ke dalamnya, akan tetapi jika ingin mengunjungi menara katedral dan ruang bawah tanahnya, pengunjung harus membayar extra euro. Karena saya sedang berhemat dan satu kali membayar tiket masuk wisata di Paris sama dengan ratusan ribu rupiah di Indonesia, saya mengurungkan niat saya untuk membeli tiketnya. Jadi kita lihat yang gratis-gratis dulu saja yaa.

Saya kedinginan di depan

Saya kedinginan di depan

Salib besar di dinding Notre Dame

Salib besar di dinding Notre Dame

Salah satu sudut Notre Dame

Salah satu sudut Notre Dame

Begitu saya memasuki bangunan bergaya gothic ini, rasanya merinding! Lebih merinding daripada masuk bangunan lawang sewu yang terkenal angker. Mungkin karena efek perpaduan arsitekturnya yang terkesan gelap dengan langit-langit tinggi menjulang dan diiringi suara lonceng serta orgel yang menggema. Benar-benar gothic. Saya merasa sedang berada di jaman Game of Thrones. Untuk mengelilingi bagian dalam gereja ini, pengunjung sudah disediakan jalur tertentu yang wajib diikuti. Pengunjung dilarang bersuara keras, ribut dan duduk di kursi-kursi katedral ini jika tidak ingin berdoa. Di sudut ruangan katedral ini terdapat tempat seperti museum kecil yang menerangkan sejarah katedral katolik ini.

Lorong di dalam Notre Dame

Lorong di dalam Notre Dame

Nuansa gothik yang dipadu dengan kaca patri gaya roman di dalm Notre Dame

Nuansa gothik yang dipadu dengan kaca patri gaya roman di dalm Notre Dame

Maket dari Katedral Notre Dame

Maket dari Katedral Notre Dame

Kata Notre Dame de Paris dalam bahasa Inggris berarti Our Lady of Paris. Jadi katedral ini digambarkan seperti seorang Lady. Katedral ini dibangun dalam kurun waktu ratusan tahun! Pembangunan berawal pada tahun 1163 pada masa pemerintahan Lois VII. Katedral ini juga pernah rusak dan harus direnovasi besar-besaran pada tahun 1845. Katedral ini termasuk salah satu gereja roman katolik yang terkenal di seluruh dunia. Luas total bangunnanya mencapai 6144 meter persegi. Ini gereja terbesar yang pernah saya kunjungi dalam hidup saya. Sembari berjalan keliling, saya tak henti-hentinya kagum memandangi kaca-kaca patri raksasa yang menjadi salah satu ornamen penting katedral ini. Di sudut-sudut gereja ini juga terdapat patung-patung pastur yang dibaringkan seperti pusara atau makam. Entah itu makam beneran atau bukan. Chapel-chapel kecil berjejeran penuh dengan lilin-lilin persembahan dari para jemaat gereja. Menambah suasana saat itu menjadi lebih khusuk dan syahdu. Tak terasa saya sudah 50 menit berada di dalam katedral ini. Begitu keluar saya masih saja mengagumi keindahan bangunan katedral ini. Di bagian depan gereja ini terdapat ornamen-ornamen patung yang begitu detil  di atas pintu masuknya. Kalau menurut wikipedia ornamen ini dinamakan dengan Tympanum of The Last Judgement. Di sudut-sudut atap gereja ini terdapat patung-patung gargoyle atau chimera yang terlihat menyeramkan. Mengingatkan saya akan game ragnarok yang biasa saya mainkan di saat muda dulu. Berkunjung ke katedral Notre Dame tidak lengkap rasanya jika hanya melihat isi dalam ruangannya saja. Saya kemudian berjalan mengitari taman yang mengelilinginya sambil menikmati keindahan sungai La Seine.

Salah satu patung pusara pastur pemimpin Notre Dame di masa lampau

Salah satu patung pusara pastur pemimpin Notre Dame di masa lampau

Kaca patri nan indah dan detil di Notre Dame

Kaca patri nan indah dan detil di Notre Dame

Ruangan berdoa utama di dalam Notre Dame

Ruangan berdoa utama di dalam Notre Dame

Tempat air suci

Tempat air suci

Tympanum of of the Last Judgment

Tympanum of of the Last Judgment

Gargoyle di sudut-sudut Notre Dame

Gargoyle di sudut-sudut Notre Dame

Bangunan Notre Dame dari samping, menjelang musim semi

Bangunan Notre Dame dari samping, menjelang musim semi

Ingin ke Notre Dame ?
Notre Dame letaknya tidak terlalu jauh dari museum Louvre. Hanya 1,5 km saja. Jadi sambil jalan-jalan santai wisatawan bisa menikmati pemandangan sungai La Seine sampai ke Notre Dame. Stasiun metro terdekat dari Notre Dame adalah stasiun Cite dan Saint Michel yang berada di jalur 4. Stasiun RER terdekat adalah stasiun Saint Michel-Notre Dame yang berada di jalur C. Bus yang berhenti di dekat Notre Dame adalah jalur 47, 24, 96,85,38 dan 21.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s