Sehari tak cukup untuk menjelajahi Louvre

Akhirnya bisa berfoto di depan piramid kaca Louvre

Akhirnya bisa berfoto di depan piramid kaca Louvre

Hari minggu pertama di bulan maret adalah hari yang sangat berharga untuk saya di kota Paris. Pasalnya hari itu sebagian besar museum di Paris digratiskan tiket masuknya. Tentu saja kesempatan ini saya gunakan sebaik-baiknya untuk menjelajahi salah satu museum terbesar di dunia, museum Louvre. Siapa tak kenal Louvre? Nama ini semakin terkenal sejak novel Da Vinci Code yang ditulis Dan Brown booming di seluruh dunia. Sewaktu novel ini menjadi sensasional, saya juga ingin ikut-ikutan seperti turis-turis lain yang datang ke Perancis untuk menapaki jejak-jejak sejarah yang diselipkan di dalam novel tersebut. Terutama ke museum Louvre. Sayang waktu itu Eropa terlalu jauh men! Kini museum Louvre ada di depan mata dan saya siap untuk menjelajahinya. Saya dan suami saya berangkat pagi-pagi sekali setengah jam sebelum museum dibuka untuk mengantisipasi antrian yang panjang. Ada empat pintu masuk ke museum ini. Pintu utama dari pyramid yang antriannya naudzubillah, pintu gerbang lain berada di Carrousel du Louvre,Porte des Lions dan Richelieu Wing. Kami memilih pintu masuk dari pusat perbelanjaan Carrousel du Louvre yang berada di Rue de Rivoli. Waktu itu karena gratisan, antriannya lumayan panjang, tetapi tetep aja ga sepanjang ngantri masuk lewat pyramid. Kami bisa masuk jam 10 pagi.

Antrian masuk Louvre dari Piramid Kaca

Antrian masuk Louvre dari Piramid Kaca

Antrian dari Carrousel du Louvre

Antrian dari Carrousel du Louvre

Information Desk Louvre Museum

Information Desk Louvre Museum

Sebelum menjelajah, kami mendatangi information desk untuk mengambil brosur-brosur yang diperlukan seperti peta museum supaya tidak tersesat. Awalnya kami ingin menyewa audio guide, tetapi karena lumayan mahal untuk kantong kami dan harus menaruh deposit uang, kami mengurungkan niat tersebut. Eh ternyata aplikasi audio guide ini bisa didownload di play store dengan harga jauh lebih murah! Jadi kami memilih audio guide downloadan saja di dalam smart phone kami. Dalam bayangan saya sebelumnya museum Louvre itu besar. Ternyata kenyataanya buesaar sekali!! Luas areanya kira-kira 60.600 meter persegi. Bangunan ini sebelumnya adalah sebuah istana sebelum akhirnya pindah ke istana Versailles. Museum ini dibuka pertama kali pada tahun 1793. Saya sudah merasa sehari saja tak mungkin cukup untuk menjelajahi museum ini. Oleh karena itu pada kunjungan pertama saya ini saya hanya memilih mengunjungi beberapa bagian dulu saja. Museum Louvre ini dibagi menjadi tiga sayap yaitu Denon, Sully dan Richelieu dan masing-masing bagian terdiri dari 3 lantai. Di dalam peta museum ini sudah dipetakan dengan jelas bagian-bagiannya. Kalii ini saya hanya mengunjungi  Michelangelo gallery,ruangan patung Greek-Roman, ruangan Mesir, ruangan apartemen Napoleon Bonaparte dan the famous of the famous lukisan Mona Lisa.

Michelangelo Gallery di dalam Louvre

Michelangelo Gallery di dalam Louvre

Michelangelo gallery berada di sayap denon, lantai dasar. Ruangan ini berisi patung-patung yang sebagian besar dipahat di batu marmer oleh pematung terkemuka dari Italia. Salah satu pematung termahsyur yang karyanya dipajang di sini adalah milik Michelangelo sendiri. Ada dua patung karyanya yang terkenal dipajang di sini yaitu Rebellious Slave dan Dying Slave yang dibuat pada tahun 1516 M. Patung lain di gallery ini yang menurut saya menarik adalah patung karya Antonio Corradini yang diberi nama Lady in Veil. Patung yang dibuat pada tahun 1735 M ini menggambarkan seolah-olah si lady ini benar-benar mengenakan kain yang menutupi wajahnya. Memahat batu seolah-olah tampak seperti kain? hebat banget orang ini! Karya menarik dan terkemuka lainnya adalah Psyche and Cupid oleh Antonio Canova yang dibuat pada tahun 1793 masehi.

The rebellious slave yang dipahat oleh Michelangelo sendiri

The rebellious slave yang dipahat oleh Michelangelo sendiri

Patung The Lady in Veil

Patung The Lady in Veil yang dipahat oleh Antonio Corradini

Patung Psyche & Cupid

Patung Psyche & Cupid oleh Antonio Canova

Tidak jauh dari Michelangelo gallery terdapat ruangan patung-patung Greek-Roman yang karya-karyanya juga terbuat dari batu marmer. Kebayang ga sih para pematung-pematung ini memahat karya dengan media yang rumit seperti batu marmer tetapi hasilnya halus menakjubkan? Patung-patung di ruangan ini sebagian besar menggambarkan dewa-dewa dalam mitologi Yunani. Salah satu patung yang ternama di ruangan ini adalah Venus de Milo karya Alexander of Antioch yang konon katanya dibuat pada tahun 130 sampai 100 sebelum masehi. Ada pula patung kuno lain yang disebut sebagai Winged Victory of Samothrace karya seniman Pythokritos of Lindos yang diperkirakan dibuat tahun 200 – 190 sebelum masehi. Tak terasa saya sudah dua jam berada di ruangan patung-patung ini.

Ruangan Greek di museum Louvre

Ruangan Greek di museum Louvre

Venus du Milo

Venus de Milo

Winged Victory of Samothrace

Winged Victory of Samothrace

Ruangan Mesir di museum Louvre berisi koleksi-koleksi peninggalan peradaban Mesir kuno. Koleksi-koleksinya berupa alat-alat rumah tangga kuno, perhiasan kuno, patung-patung mesir kuno, relief huruf hiroglip dan sarkofagus bekas peti-peti para mumi. Berhubung saya tertarik dengan kebudayaan mesir kuno, saya sangat menikmati berada di tempat ini. Itung-itung pemanasan sebelum berkunjung ke mesir beneran🙂. Sarkofagus-sarkofagus dalam jumlah puluhan dipajang berjejeran di dalam lemari kaca. Sarkofagus-sarkofagus ini bentuknya unik-unik menyerupai manusia beneran. Koleksi terkenal dari ruangan ini adalah sebuah patung kuno Rameses II.

Berfoto di samping patung sphinx kuno

Berfoto di samping patung sphinx kuno

Perhiasan dan pernak-pernik Mesir kuno nan menarik

Perhiasan dan pernak-pernik Mesir kuno nan menarik

Ruangan Mesir museum Louvre

Ruangan Mesir museum Louvre

Relief huruf hiroglip di museum Louvre

Relief huruf hiroglip di museum Louvre

Sarkofagus Pharaoh

Sarkofagus Pharaoh

Deretan sarkofagus di dalam lemari kaca di Louvre

Deretan sarkofagus di dalam lemari kaca di Louvre

Dari ruangan Mesir kami sempat melewati ruangan Iran kuno, Mesopotamia dan ruangan patung karya pematung-pematung termahsyur Perancis. Tetapi hanya sekilas saja. Kami langsung pindah ke lantai 1 menuju ke ruangan apartemen Napoleon Bonaparte yang berada di sayap Richelieu. Ini pertama kalinya saya masuk ruangan bergaya bourjouis. Begitu masuk saya cuma bisa membelalakkan mata dan melongo. Dinding di apartemen ini dipenuhi lukisan dengan ornamen-ornamen emas memenuhi sekelilingnya. Tidak cuma di dinding, atap ruangan-ruangan ini juga penuh dengan lukisan dan ornamen-ornamen emas. Lampu-lampu gantung kristal super mewah menggantung dengan sempurna di apartemen Napoleon Bonaparte. Perabot-perabotnya pun bergaya super mewah, seakan-akan terlalu mewah untuk orang biasa. Ruangan ini merupakan representasi dari ruangan-ruangan yang ada di istana Versailles. Kebayang ga yang bakal ada di istana Versailles bakal semewah apa?

Di dalam Napoleon Bonaparte apartemen

Di dalam Napoleon Bonaparte apartemen

Salah satu ruangan Napoleon Bonaparte apartemen yang penuh dengan barang-barang mewah

Salah satu ruangan Napoleon Bonaparte apartemen yang penuh dengan barang-barang mewah

Dinding yang penuh ornamen keemasan

Dinding yang penuh ornamen keemasan

Ruang makan di dalam Napoleon Bonaparte apartemen

Ruang makan di dalam Napoleon Bonaparte apartemen

Dari apartemen Napoleon Bonaparte, kami menyeberang lagi ke sayap Denon menuju ke ruangan lukisan yang berada di lantai satu. Waktu itu jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 2 siang dan kami belum makan siang. Jadi kami di ruangan lukisan ini langsung menuju ke lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Saat berada di sana, ruangan ini penuh sesak oleh pengunjung yang ingin mengamati atau sekedar berfoto dengan lukisan Mona Lisa. Well yea, lukisan yang konon adalah representasi dari Leonardo Da Vinci sendiri ini merupakan centre of attraction para pengunjung Louvre. Lukisan cat minyak di atas kanvas ini konon dibuat pada tahun 1503 – 1507 masehi. Lukisan ini pernah dicuri dari museum Louvre pada tahun 1911 oleh seseorang dari Italia. Katanya sih Lukisan dari Italia harus kembali ke Italia. Lukisan ini juga pernah mengalami beberapa kali vandalisme dan pengerusakan oleh pengunjung, duh! Karena sejarahnya yang unik dan panjang inilah lukisan ini menjadi sangat terkenal. Untuk melindungi lukisan ini, kini Mona Lisa ditempatkan di dalam kotak kaca anti peluru. Nah, katanya sih bahkan lukisan Mona Lisa yang ada di Louvre ini bukan yang asli. Yang asli disimpan di sebuah bunker di bank Swiss untuk perlindungan. Benar atau tidaknya, saya tidak tahu🙂. Penjelajahan Louvre saya hari itu akhirnya berakhir pada jam 3 sore. Jika ada kesempatan lagi saya akan mengunjungi Louvre dan menjelajahi bagian lain yang belum saya kunjungi.

Demi Mona Lisa!

Demi Mona Lisa!

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s