Random walk in Paris : Perjalanan futuristik di La Défense

Hari minggu ke dua di kota Paris, enaknya ngapain? Sebagian besar pertokoan, pasar, supermarket dan tempat makan di kota Paris tutup di hari minggu. Yak! di Paris orang-orang sangat menghargai hari liburnya. Hari sabtu dan minggu jalanan biasanya super lengang karena mereka lebih memilih berada di rumah bersantai bersama keluarga. Saya yang terbiasa dengan keramaian kota menjadi agak shock juga. Kota sebesar Paris bisa sesepi ini ya? Di Yogyakarta atau di Jakarta yang namanya toko atau rumah makan malah kalau bisa buka lebih lama untuk meraup keuntungan maksimal di hari libur. Di kota Paris rumah makan dan pertokoan selain mempunyai jam buka yang pendek, juga mempunyai hari libur yang sama dengan perkantoran. Jadi kalau ingin makan di luar atau berbelanja di Paris di hari minggu, kami harus pergi ke suatu tempat.

Peta petunjuk arah di La Défense

Peta petunjuk arah di La Défense

Salah satu pusat perbelanjaan yang buka di hari minggu terletak di La Défense. Sebuah bisnis distrik yang terletak di pinggiran kota Paris. Untuk menuju ke La Défense, paling mudah menggunakan metro atau kereta bawah tanah jalur satu dan berhenti di stasiun Esplanade de La Défense atau di stasiun La Défense Grand Arche. Hari itu pertama kalinya saya diajak ke La Défense oleh suami saya. Ia mengajak saya berhenti di stasiun Esplanade de La Défense supaya kami bisa berjalan-jalan menikmati kota bisnis bergaya futuristik itu. Saya yang seminggu ini terbiasa berada di tengah-tengah kota Paris yang bergaya vintage antik dan gedung tertingginya hanya sampai 8 lantai, merasa berada di jaman yang berbeda ketika sampai di La Défense. Rasanya seperti back to the future🙂.

Walk way dari Esplanade de La Defense sampai ke La Grande Arche

Walk way dari Esplanade de La Defense sampai ke La Grande Arche

Salah satu sudut La Défense yang dipenuhi bangunan perkantoran bergaya futuristik

Salah satu sudut La Défense yang dipenuhi bangunan perkantoran bergaya futuristik

Menurut yang saya baca di wikipedia, La Défense awalnya dibangun pada tahun 1883 untuk mengenang para pahlawan yang telah mempertahankan kota Paris di perang Franco-Prussian. Oleh karena itu nama area ini dinamakan La Défense yang berarti pertahanan. Pada tahun 1958 gedung pencakar langit pertama didirikan di area ini, disusul dengan gedung-gedung pencakar langit lainnya. Hingga sekarang, sentral bisnis terbesar di Eropa seluas 14 kilometer persegi ini memiliki 72 gedung bertingkat dan pencakar langit. Selain sebagai sentral bisnis dan perkantoran, di La Défense juga terdapat 60 karya seni modern dan monumen yang dipajang menyebar di sela-sela gedung-gedung tinggi. Bangunan utama yang dijadikan sentral di La Défense adalah La Grande Arche. Sebuah bangunan seperti gapura kotak raksasa yang letaknya segaris dengan bangunan Arc de Triomphe.

Narsis dulu mumpung ga ada orang :)

Narsis dulu mumpung ga ada orang🙂

Begitu keluar dari stasiun Esplanade de La Défense, kami langsung disuguhi sebuah seni instalasi yang cukup besar bernama Bright Trees yang dibuat oleh seniman bernama Takis di tahun 1990. Tidak jauh dari tempat ini juga terdapat karya seni lain yaitu Fontaine Monumentale dan Le Moretti. Karya seni yang berwarna-warni ini menarik perhatian mata saya dan tampak kontras dengan warna bangunan lain di sekitarnya. Sepanjang walk way dari stasiun Esplanade de La Défense sampai sebelum La Grande Arche hari itu sepi sekali. Jarang terlihat manusia di sela-sela gedung-gedung pencakar langit ini. Walaupun begitu keheningan tempat ini di hari minggu membuat saya lebih menikmati kefuturistikannya. Gedung-gedung perkantoran bergaya futuristik ini membuat saya merasa sedang tidak berada di Paris.

Seni instalasi Bright Trees karya Takis

Seni instalasi Bright Trees karya Takis

Le Moretti karya Raymond Moretti

Le Moretti karya Raymond Moretti

Fontaine Monumentale karya Yaacov Agam dengan background gedung-gedung futuristik

Fontaine Monumentale karya Yaacov Agam dengan background gedung-gedung futuristik

Patung jempol raksasa di La Defense

Patung jempol raksasa di La Defense

Kebanyakan turis dan masyarakat kota Paris berkumpul di area La Grande Arche. Mereka memanfaatkan hari minggu dengan berjalan-jalan di salah satu mall terbesar di sana yaitu Les Quatre Temps dan CNIT yang letaknya di kiri dan kanan La Grande Arche. Mall ini luasnya 130.000 meter persegi dan konon katanya ini adalah mall terbesar se-Eropa. Ada kurang lebih 250 toko di dalamnya. Toko-toko merek terkenal kelas menengah dari Michael Kors sampai Uniqlo ada di mall ini. La Grande Arche hari itu penuh dengan keluarga serta anak-anak muda yang duduk-duduk santai di tangga-tangganya. Mereka biasanya membeli makanan dari dalam mall kemudian memakannya bersama-sama di sini. Saya dan suami saya kemudian melakukan hal sama. Kami membeli satu set menu seharga 6 euro di Marks & Spencer Food.Ups! sebut merek tapi lumayan kan 6 euro sudah dapat sandwich, minum dan snack. Pengalaman di La Défense hari itu meyakinkan kami untuk mengunjunginya setiap tidak ada kerjaan di hari minggu. Apalagi kalau kami pas malas masak dan pengen jajan murah😀.

La Grande Arche de La Defanse

La Grande Arche de La Defanse

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s