Random walk in Paris : Montmartre , puncak tertinggi di kota Paris

Sebagai pejalan tangguh, suami saya mengajak saya untuk mendaki puncak tertinggi di kota Paris. Itung-itung olahraga katanya. Saya sih ga tangguh-tangguh amat, tapi kalau mendaki bukit setinggi 130 meter masih bisa lah😀. Dari Boulevard De Clichy, kami lalu berjalan kaki naik ke atas ke kawasan Montmartre. Untuk mencapai puncak disediakan tangga-tangga yang nyaman untuk pejalan kaki. Meskipun saya harus ngos-ngosan naik ke atas, pemandangan bangunan-bangunan lama di kanan dan kiri tangga membuat saya bersemangat. Jika ingin ke Montmartre tanpa harus jauh berjalan kaki, bisa menaiki montmartrobus dari Boulevard De Clichy atau naik bus jalur 80 atau naik funicular. Funicular adalah lift yang difungsikan untuk mendaki bukit. Tarif funicular di montmartre sama dengan satu tiket metro atau bus. Jadi kalau punya tiket metro sisa dan males mendaki tangga, bisa dimanfaatkan🙂.

Tangga menuju puncak Montmartre, Paris

Tangga menuju puncak Montmartre, Paris

Sampai di atas suami saya mengajak saya ke sebuah lapangan kecil yang penuh dengan seniman-seniman menjual karyanya. Nama pasar seni ini adalah Placee Du Tertre. Bermacam gaya lukisan dijual di sini. Ada lukisan gaya realis di atas kanvas, ada lukisan gaya cina, dan gambar-gambar di atas kertas. Ada pula seniman sket, jadi pengunjung bisa meminta digambar wajahnya di sini. Tarif sekali sket minimal 20 euro. Gaya sket masing-masing seniman berbeda-beda, ada yang karikatur, siluet dan ada yang terlihat seperti foto. Kawasan ini pada jaman dahulu merupakan tempat para seniman terkenal mendirikan studio dan berkarya. Seniman-seniman seperti Salvador Dali, Claude Monet, Pablo Picasso dan Vincent Van Gogh. Saat ini di sekitar Montmartre masih terdapat banyak gallery seni, studio serta workshop seni. Salah satunya telah menjadi museum bernama Espace Dali, tempat Salvador Dali berkarya.

Place du Tetre dan karya-karya seni yang dijual oleh para seniman

Place du Tetre dan karya-karya seni yang dijual oleh para seniman

Seorang seniman sket sedang menggambar wajah seorang pelanggannya

Seorang seniman sket sedang menggambar wajah seorang pelanggannya

Dari Place du Tetre kami berjalan santai mendaki lagi ke Basilika Sacre Coeur. Sebuah bangunan megah gereja katolik tertinggi yang ada di kota Paris. Dari halaman gereja ini, terlihat pemandangan kota paris nan padat tapi cantik. Di tempat ini menjelang musim semi, banyak didatangi turis dan warga Paris sendiri untuk menikmati kehangatan sinar matahari. Mereka tiduran di rumput-rumput sambil menjemur kulit🙂. Tangga menuju gereja tertinggi ini siang itu juga dipadati banyak pengunjung. Basilika Sacre Coeur, adalah sebuah bangunan gereja unik yang dibangun pada tahun 1875. Atap-atapnya berbentuk kubah dan memiliki sebuah menara yang menjulang tinggi di belakangnya. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke basilika ini, namun jika ingin mendaki ke menara , pengunjung harus membayar tiket. Pengunjung diharapkan berjalan pelan dan tenang ketika mengitari ruangan gereja ini. Tidak diperkenankan mengambil gambar di dalam ruangan gereja. Tidak seperti gereja-gereja gaya gothic, gereja ini tampak lebih clean dan terang benderang. Di atas altar utama gereja ini terdapat lukisan cekung di bawah dome bergambar Yesus Kristus.

Taman di sekitar Basilika Sacre Couer yang dipakai untuk berjemur

Taman di sekitar Basilika Sacre Couer yang dipakai untuk berjemur

Tangga untuk naik ke Basilika Sacre Couer yang apadat pengunjung

Tangga untuk naik ke Basilika Sacre Couer yang padat pengunjung

Pintu masuk Sacre Couer

Pintu masuk Sacre Couer

Keluar dari bangunan gereja kami lalu bersantai di duduk-duduk di taman tak jauh dari sana. Memandangi landscape kota Paris dari atas seperti ini memang memberi kesan tak terlupakan. Pasti pada malam hari, pemandangannya akan terlihat menakjubkan karena menara eiffel terlihat berkelip-kelip dari kejauhan. Well, one day boleh lah ke sini lagi😀. Kami kemudian berjalan mengitari bangunan Basilika yang tampak megah dengan patung-patung di sudut-sudutnya. Di pinggir jalan sekitar Basilika banyak pemusik jalanan, terutama pemain akordion. Mereka memakai kostum-kostum tertentu sehingga terlihat menarik. Dari kawasan ini kami memutuskan untuk pulang menggunakan metro atau kereta bawah tanah. Stasiun yang paling dekat adalah abesses yang berada di jalur 12 atau anvers yang berada di jalur 2.

Pemandangan kota Paris dilihat dari puncak Montmartre

Pemandangan kota Paris dilihat dari puncak Montmartre

Menara Sacre Couer

Menara Sacre Couer

Seorang musisi jalanan memainkan akordion

Seorang musisi jalanan memainkan akordion

 Recommended website tentang jalan-jalan di kawasan Montmartre : http://www.montmartre-guide.com/en/

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s