Random walk in Paris : Jalan-jalan ke kuburan Père-Lachaise & Montparnasse

Lhooo kok ke kuburan?? Jangan salah, kuburan di kota Paris adalah salah satu destinasi andalan bagi para turis dan traveler selain monumen, museum dan bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Terutama komplek pemakaman yang bernama Cimetiere du Pere-Lachaise yang terletak di bagian timur kota ini. Kuburan ini luasnya mencapai 44 hektar. Salah satu kuburan terbesar, terluas dan tertua di kota Paris. Menurut saya, mengunjungi kuburan di manapun adalah salah satu cara efektif untuk mengenal kebudayaan daerah yang kita kunjungi. Dari mengunjungi sebuah kuburan kita jadi tahu bagaimana masyarakat setempat memperlakukan orang-orang yang sudah meninggal atau memperlakukan leluhur mereka. Tentu saja setiap kebudayaan mempunyai caranya masing-masing. Untuk menuju ke pemakaman Pere-Lachaise, paling mudah adalah dengan metro atau kereta bawah tanah dan berhenti di stasiun Pere-Lachaise yang berada di jalur 2 dan 3. Saking terkenalnya kuburan ini sampai punya stasiun metro sendiri🙂.

Peta informasi pemakaman Pere-Lachaise

Peta informasi pemakaman Pere-Lachaise

Jalan kendaraan di dalam Pere-Lachaise

Jalan kendaraan di dalam Pere-Lachaise

Sebuah pusara yang mirip miniatur gereja gothik

Sebuah pusara yang mirip miniatur gereja gothik

Nah, alasan utama para turis datang ke kuburan ini adalah untuk mendatangi dan berziarah ke makam-makam orang terkenal yang ada di sini. Siapa saja mereka? Ada Jim Morrison, vokalis band The Doors dari Amerika Serikat, Komposer Frederic Chopin dari Polandia, Maria Callas seorang penyanyi opera yang terkenal di jamannya, Pelukis Perancis Eugene Delacroix, Sastrawan Oscar Wilde dari Irlandia dan masih banyak pusara-pusara terkenal lainnya. Kebanyakan merupakan seniman, ilmuwan, politisi dan sastrawan dari Perancis sendiri. Jujur sebelumnya saya hanya tahu Jim Morrison dan Chopin saja. Saya baru mengenal Eugene Delacroix setelah melihat karya-karya lukisannya beberapa hari yang lalu. Memang tak hanya warga negara Perancis saja yang bisa dimakamkan di sini, selama punya uang siapa saja bisa dimakamkan di kuburan elite ini. Yang jelas keluarga yang ditinggalkan harus merogoh euro yang tidak sedikit.

makam Chopin di Pere-Lachaise

makam Chopin di Pere-Lachaise

Saya dan suami saya mendatangi pemakaman ini di siang hari sekedar untuk melihat pusara-pusara ala Eropa kuno, yang tentu saja sangat berbeda dengan pemakaman-pemakaman di Indonesia. Dalam bayangan saya kuburan ini akan dipenuhi banyak patung-patung malaikat yang indah. Begitu masuk ke komplek Pere-Lachaise, bulu kuduk saya berdiri seakan-akan saya sedang masuk ke dunia lain yang diciptakan Lord Voldemort *eh. Begitu suram dan penuh aura kematian. Mungkin karena bentuk-bentuk pusara yang kelihatan tua dan kusam. Patung-patung yang ditempatkan di pusara-pusara tersebut tidak hanya patung para malaikat, kebanyakan menggambarkan ekspresi kesedihan dan ketakutan. Kami berada di sini di akhir musim dingin jadi pohon-pohon yang ada di pemakaman ini sedang tak berdaun, menambah horrornya suasana. Burung-burung gagak besar-besar dan banyak juga dengan santai terbang dan hinggap di pemakaman ini. Ga kebayang deh kalau malam jadinya seperti apa ya? Jangan-jangan patung-patung ini hidup semua. Yang jelas saya ga menyangka bakalan semerinding ini masuk ke pemakaman gaya barat. Biasanya saya cuma merinding ketika berada di makam Jawa kuno.

Salah satu sudut Pere-Lachaise dengan pusara besar-besar

Salah satu sudut Pere-Lachaise dengan pusara besar-besar

Sudut lain Pere-Lachaise yang terlihat seram

Sudut lain Pere-Lachaise yang terlihat seram

Patung orang menangis di atas pusara

Patung orang menangis di atas pusara

Sebuah patung yang tampak hidup di atas sebuah pusara

Sebuah patung yang tampak hidup di atas sebuah pusara

Patung berselimut hitam

Patung berselimut hitam

patung lain yang terkesan sedih di atas sebuah pusara

patung lain yang terkesan sedih di atas sebuah pusara

Sudut lain Pere-Lachaise

Sudut lain Pere-Lachaise

Patung wanita duduk termenung di atas sebuah pusara

Patung wanita duduk termenung di atas sebuah pusara

Walaupun saya merasakan aura horror, saya merasa salut dengan para desainer dan arsitek pusara-pusara yang ada di sini. Sebuah pusara bisa terlihat sedemikian rupa artistik untuk mengenang wafatnya pemilik pusara tersebut. Penuh dengan karya seni dan ekspresi. Ini adalah pertama kalinya saya datang ke makam yang pusara-pusaranya penuh dengan karya seni. Tak hanya pusara-pusara tua dan kuno saja, di Pere-Lachaise juga banyak terdapat pusara-pusara modern dan minimalis yang dipenuhi bunga-bunga cantik. Keluarga almarhum yang belum lama meinggal biasanya meletakkan aneka macam bunga krissan dan foto-foto kenangan di atas makamnya. Terkadang keluarga juga meninggalkan benda-benda kesayangan almarhum di atas pusaranya. Beberapa makam orang-orang terkenal rutin dikunjungi oleh para fans yang membawa bunga. Mereka juga berfoto di sana🙂. Makam Jim Morrison merupakan salah satu yang penuh dengan bunga dan pernak-pernik dari para fansnya. Menurut cerita dari suami saya, jasad Jim sendiri sudah dipindahkan oleh keluarganya karena takut ada fans nekad yang akan mengambil tulang-tulangnya. Pusara Jim Morrison juga terkenal sebagai tempat nongkrong para hipster, terkadang mereka membawa banyak alkohol dan ganja. Widiih! Saking terlalu banyak fansnya pusara Jim Morrison kini dikelilingi dengan pagar pembatas. Saya amazed nih! Orang ngefans bisa segitunya yah?

Sebuah pusara yang besar berbentuk kubah di Pere-Lachaise

Sebuah pusara yang besar berbentuk kubah dan penuh ukiran cantik di Pere-Lachaise

Makam sederhana yang dipenuhi dengan bunga

Makam sederhana yang dipenuhi dengan bunga

Makam seorang musisi dan violin kesayangannya

Makam seorang seniman dan violin kesayangannya

Makam mas Jim Morrison

Makam mas Jim Morrison

Dua hari setelah kunjungan saya ke Pere-Lachaise, saya ketagihan ke kuburan! Saya kemudian meminta suami saya untuk menemani saya ke Cimeterie du Montparnasse. Salah satu pemakaman yang juga terkenal di kota Paris. Pemakaman yang terletak di bagian selatan Paris ini jauh lebih kecil daripada Pere-Lachaise dan terkesan lebih terang karena tidak banyak pusara-pusara tua dengan patung-patung seram di sana. Di pemakaman ini juga terdapat makam-makam orang terkenal seperti Jean Paul Sartre, Simone De Beauvoir dan Emile Durkheim. Nama-nama yang cukup familiar sedari saya kuliah. Pak Sartre dan Ibu De Beauvoir ternyata dimakamkan di dalam satu liang. Padahal hubungan mereka adalah open relationship. Ternyata open relationship pun bisa menjelma menjadi romantisme yang unik yang berakhir di satu liang kuburan. Hal yang mungkin sulit diterima oleh manusia kebanyakan. Maaf! omongan saya kok jadi ngelantur🙂 . Berkelana di makam sambil mengingat banyak hal yang telah dilakukan dan digagas oleh para filosof, seniman dan ilmuwan ternyata menyenangkan juga. Hmm mungkin itu juga yang diarasakan oleh para fans Jim Morrison🙂 , to get inspired! So? Pemirsa jika anda mempunyai waktu luang saat di kota Paris, kuburan-kuburan ini mungkin akan memberi anda pengalaman dan inspirasi tersendiri. Tak cuma pengalaman merasakan aura horror🙂 .

Makam Montparnasse yang lebih terang

Makam Montparnasse yang lebih terang

makam salah seorang penggagas perfilman Perancis yang unik dan bertema

makam salah seorang penggagas perfilman Perancis yang unik dan bertema

Saya di makam bapak Ekstensialisme dan ibu Feminis

Saya di makam bapak Eksistensialisme dan ibu Feminis

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s